Mengintip Keindahan Wisata Goa Jatijajar di Kebumen

Wisata Goa Jatijajar – Indonesia memiliki alam yang menakjubkan, hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya tempat wisata alam yang dapat kita sambangi. Bukan hanya pantai, lautan atau gunung saja, Indonesia memiliki wisata goa yang eksotis. Karena keindahannya, beberapa goa di Indonesia justru dinobatkan sebagai goa terindah yang ada di Asia Tenggara, bahkan keindahannya sudah terkenal ke dunia.

Ada banyak goa di Indonesia, salah satu goa indah yang ada di Indonesia letaknya di Kebumen, Jawa Tengah. Kota Kebumen memiliki pesona alam yang mengagumkan. Kabupaten Kebumen wilayahnya  penuh dengan bebukitan karst. Sehingga tidak aneh jika Kebumen memiliki situs geologi berbentuk goa.

Wisata Goa Jatijajar

Di Kebumen itu sendiri ada beberapa Goa yang populer karena diketahui memiliki pesona yang indah dan mengagumkan. Beberapa di antaranya yaitu :

Goa Jatijajar, Kebumen

Goa Jatijajar lokasinya 42 km di sebelah barat dari Kebumen. Goa ini memiliki legenda yang menggambarkan Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung. Goa Jatijajar memiliki panjang 250 meter. Di sekitar Goa Jati jajar terdapat juga beberapa goa yang lainnya seperti Goa Dempok dan Goa Intan.

Goa Petruk, Kebumen

Selain Goa Jatijajar, goa yang populer di Kebumen yaitu Goa Petruk. Goa Petruk berlokasi di Dsn. Mandayana, Ds. Candirenggo, Kec. Ayah, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Goa Petruk menawarkan eksotisme tersendiri untuk para pengunjungnya. Di dalam goa para wisatawan dapat melihat stalaktit atau stalagmit dengan bentuk yang beraneka ragam. Goa ini memiliki tiga tingkat dengan dinding yang basah, lembab serta di dalamnya terdapat aliran sungai.

Tentang Goa Jatijajar, Kebumen

Wisata Goa Jatijajar

Goa Jatijajar berlokasi di Ds. Jatijajar, Kec. Ayah, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Goa Jatijajar dikembangkan menjadi objek pariwasata pada tahun 1975, ketika Suparjo Rustam menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah, serta Supeno Suryodiprojo sebagai Bupati Kebumen. ( Baca juga : 7 Pesona Goa Gong Pacitan Sebagai Goa Terindah Di Asia Tenggara )

Dalam membangun dan mengembangkan Goa Jatijajar, pemerintah daerah membebaskan tanah 5,5 hektar milik masyarakat. Dalam pengembangan, goa ini dibuat dengan sedemikian artistik dan memiliki nilai seni yang tinggi dengan memasangkan trap beton, patung diorama Lutung Kasarung dan lampu penerangan.

Mitos dan Asal-Usul Nama Goa Jatijajar

Wisata Goa Jatijajar

Untuk pertama kalinya Goa Jatjajar ditemukan pada tahun 1802, penemunya yaitu Jayamenawi, yakni seorang petani pemilik lahan di atas Goa Jatijajar. Setelah penemuan goa tersebut, Bupati Ambal yang berkuasa di Kebumen datang meninjau lokasi. Ketika melakukan peninjauan, Bupati menemukan pohon jati dua batang tumbuh sejajar di tepi mulut goa. Dimana dari semenjak itu goa tersebut diberi nama sebagai Goa Jatijajar.

Selain itu, ada versi lain tentang asal usul Goa Jatijajar yang mengisahkan Raden Kamandaka yang saat itu dikejar-kejar oleh prajurit dari Kadipaten Pasir Luhur. Agar tidak tertangkap oleh prajurit yang mengejarnya, Raden Kamandaka menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam goa. Hanya saja, tanpa pantang menyerah prajurit tersebut terus mengejar Raden Kamandaka dan saat keadaan sedang terdesak, Raden Kamandaka mengatakan dalam bahasa Jawa bahwa “sejatine” atau sebenarnya ia adalah Putra Raja Pajajaran. Dimana kata “sejatine” yang  diucapkan oleh Raden Kamandaka tersebut disingkat menjadi “jati”, serta “pajajaran” disingkat menjadi jajar. Sehingga pada akhirnya goa tersebut mendapatkan julukan sebagai Goa Jatijajar.

Selain tentang asal usul nama Goa Jatijajar, terdapat pula mitos tentang goa ini. Mitos tersebut dipercaya oleh masyarakat sekitar tentang adanya 7 sungai atau sendang di Goa Jatijajar. Dari tujuh sendang tersebut, hanya empat sendang yang diketahui mudah dijangkau. Keempat Sendang tersebut yaitu Sendang Jombor, Sedang Puser Bumi, Sedang Kantil dan Sendang Mawar. Dimana setiap sendang tersebut memiliki mitos masing-masing seperti berikut:

  • Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor, airnya konon memiliki khasiat yang bisa digunakan sebagai tuah atau perantara untuk berbagai tujuan berdasarkan kepercayaan masing-masing.
  • Sendang Mawar, air yang terdapat pada Sendang Mawar konon jika digunakan untuk mandi ataupun cuci muka akan memberikan khasiat awet muda.
  • Sendang Kantil, sedangkan untuk Sendang Kantil mitosnya jika airnya digunakan untuk mandi ataupun cuci muka maka cita-cita akan tercapai.

Yang baru dibangun pada saat ini yaitu Sendang Kantil dan Sendang Mawar, sedangkan untuk Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor suasananya masih alami dengan jalanan yang licin.

Pesona Goa Jatijajar

Wisata Goa Jatijajar

Goa Jatijajar menjadi goa yang istimewa sehingga banyak wisatawan yang datang ke goa yang satu ini. Selain ukurannya yang luas, dengan panjang 250 meter, tinggi rata-rata goa ini yaitu 12 meter dengan lebar rata-rata 15 meter. Goa ini di dalamnya dipenuhi dengan stalaktit, serta stalagmit yang eksotis.

Goa Jatijajar dikelola dengan profesional sehingga daya tarik goa ini semakin bertambah. Di goa ini dibangun jembatan yang akan mempermudah pengunjung saat berwisata ke goa ini untuk menikmati keindahan dalam goa. Di goa ini juga dibuat patung-patung dengan bentuk diorama Lutung Kasarung yang mengisahkan romantisme kisah cinta Raden Kamandaka & Dewi Ciptasari. Di setiap sudut goa juga ditambahkan lampu-lampu, serta berbagai fasilitas yang lainnya.

Saat mendengar kata “Goa”, yang terlintas dalam pikiran kita yaitu gelap dan menyeramkan. Namun jangan salah, Goa jatijajar sudah disentuh dengan kemajuan teknologi.  Seluruh bagian goa dengan panjang 250 meter sudah diterangi oleh lampu listrik dengan jalanan beton, serta trap yang nyaman untuk dilewati. Bahkan di beberapa bagian, di goa ini sudah disediakan tempat untuk beristirahat. Semua fasilitas di goa ini dibuat untuk kenyamanan para pengunjungnya.

Meskipun sudah dikembangkan dan diberikan sentuhan teknologi yang modern, keindahan goa tetap tidak berkurang karena yang ada goa terlihat semakin indah. Stalaktit dan stalagmit yang berusia ribuan tahun mempercantik goa dengan cahaya lampu yang dibiaskan.

Ketika pertama kali masuk ke area wisata Goa Jatijajar, para pengunjung disambut oleh patung besar dinosaurus yang dari mulutnya memuntahkan air yang mengalir ke kolam. Dimana dalam kolam ini biasanya banyak anak-anak berenang yang meminta kepada para pengunjung untuk melemparkan uang koin. Saat pengunjung melemparkan uang koin, maka mereka kemudian akan memburu koin tersebut dan menyelam ke dalam kolam.

Setelah itu, pengunjung akan tiba di mulut goa dengan melalui anak tangga yang bentuknya sebagian datar dan sebagian lainnya menanjak. Begitu sampai di dalam goa, anda akan langsung terpesona dengan keindahan goa. Mata akan dimanjakan pemandangan yang eksotis membentang 250 meter.

Selain pemandangan goa yang akan membuat anda merasa terkagum-kagum, anda juga akan disuguhkan oleh pemandangan unik dari patung diorama Lutung Kasarung yang ada di goa. Dimana patung tersebut terdiri dari beberapa puluh patung yang disimpan di dinding-dinding goa. Patung-patung tersebut seakan-akan hidup karena efek sorotan cahaya lampu yang ditata dengan apik.

Daya tarik lainnya dari Goa Jatijajar yaitu karena adanya sendang-sendang yang ada di dalamnya. Sebelum ke luar dari dalam goa banyak pengunjung yang menyempatkan untuk mencuci muka di sendang tersebut. Begitu para pengunjung ke luar dari goa, akan ditemukan beberapa penjual makanan dan souvenir untuk oleh-oleh.

Sejarah Goa Jatijajar dan Legenda Lutung Kasarung

Sejarah Goa Jatijajar

Patung diorama yang terdapat pada goa dibuat bukan tanpa alasan. Patung diorama tersebut mengisahkan legenda Lutung Kasarung. Berdasarkan legenda Goa Jatijajar yang beredar di masyarakat Kebumen, zaman dahulu kala Prabu Siliwangi, Raja di Kerajaan Pajajaran bermaksud memberikan tahtanya pada sang putra karena usianya yang sudah tua. Beliau mempunyai 1 putri dan 3 putra. Dari istri pertama, beliau dikaruniai 2 putra yang bernama Banyak Cotro & Banyak Ngampar. Namun, setelah istri pertama meninggal, kemudian beliau memperistri Dewi Kumuda. Pernikahan tersebut ada syaratnya, jika nantinya sang istri melahirkan seorang putra maka ia akan dijadikan Raja untuk meneruskan beliau. Dari pernikahan keduanya tersebut, lahirlah seorang putra yang bernama Banyak Blabur dan seorang putri yang diberi nama Dewi Pamungkas.

Prabu Siliwangi memanggil putranya yakni Banyak Cotro dan Banyak Blabur dengan tujuan untuk mendiskusikan tentang pergantian tahta Raja. Hanya saja, dari kedua putranya tersebut belum ada yang setuju karena mereka merasa belum siap untuk menggantikan sang ayah. Banyak Cotro masih ingin menimba ilmu, serta memiliki istri. Sehingga pada akhirnya ia mencari istri terlebih dahulu, seorang istri yang memiliki paras mirip dengan sang ibu. Ia meminta izin pada Raja dan permintaannya dikabulkan, lalu ia pergi ke Gunung Tangkuban Parahu dengan tujuan bertemu dengan seorang pendeta sakti, Ki Ajar Winarong.

Setelah bertemu dengan pendeta sakti, ia diberikan syarat untuk menyamar menjadi rakyat biasa dan melepaskan pakaian kerajaannya. Ia pun harus merubah namanya menjadi Arya Kamandaka. Banyak Cotro kemudian menyanggupi syarat tersebut. Kemudian Arya Kamandaka pergi ke Kadipaten Pasir Luhur dan diangkat anak oleh Patih Reksonoto. Kadipaten tersebut pemimpinnya seorang Adipati yang memiliki beberapa orang putri dengan paras yang cantik dan ada salah satu putrinya yang belum menikah, yaitu putri bungsunya bernama Dewi Ciptaroso.

Arya Kamandaka bertemu dengan Dewi Ciptaroso di acara tradisi menangkap ikan setiap tahunnya. Yang mana adipati dan keluarganya datang untuk menyemarakan acara tersebut. Karena paras Dewi Ciptaroso mirip dengan mendiang sang ibu, Arya Kamandaka langsung jatuh cinta pada Dewi Ciptaroso, lalu merekapun saling jatuh cinta. Pada malam harinya Dewi Cipatroso secara diam-diam mengajak Arya bertemu. Namun, tanpa disangka-sangka seorang pengawal mengetahuinya dan melaporkannya kepada Adipati.

Mengetahui itu, Adipati kemudian memerintahkan pengawal untuk menangkap Arya. Ketika tertangkap Arya berhasil meloloskan diri dan patih membantu Arya kabur dan ia terjun ke sungai. Adipati merasa senang karena mengira Arya sudah meninggal.

Namun ternyata Arya belum meninggal. Ia mengikuti arus sungai dan sampai di Desa Panagih. Ia diangkat anak oleh seorang janda miskin bernama Mbok Kertosuro.  Arya menjadi seorang pengadu ayam yang handal. Bahkan karena kemampuannya tersebut sampai teerdengar ke telinga Adipati.

Mengetahui Arya masih hidup, Adipati mememerintahkan Silihwarni untuk membuhuh Arya. Jika Silihwarni berhasil membunuh Arya maka ia akan diangkat menjadi Abdi. Sebagai bukti Silihwarni harus membawa darah, serta hati Arya.

Silihwarni ternyata nama samaran Banyak Ngampar. Ia diutus oleh Prabu Silihwangi untuk mencari sang kakak dengan dibekali keris Kujang Pamungkas. Karena penampilan yang berbeda dan sama-sama memakai pakaian rakyat membuat kakak beradik tersebut tidak saling mengenal. Lalu mereka bertempur dan Silihwarni menusuk pinggang Arya. Kemudian Arya meloloskan diri ke sebuah goa. Mereka kemudian membuka identitas masing-masing dan mengetahui itu mereka langsung berdamai dan berpelukan. Untuk bukti kepada Adipati, Silihwarni menyerahkan darah dan hati anjing yang berada di goa sebagai gantinya.

Sementara itu, Arya melakukan pertapaan untuk menjadi lutung demi mendapatkan Dewi Ciptaroso. Lalu ketika Adipati berburu, ia menemukan lutung dan seorang pengawal membawanya. Lutung tersebut dipelihara oleh Dewi Ciptaroso. Ketika malam hari, lutung tersebut berubah menjadi Arya dan Dewi pun merasa bahagia.

Pada suatu saat penguasa Nusa Kambangan bermaksud meminang Dewi. Dewi menerima pinangan tersebut atas arahan dari lutung. Ketika pertemuan penguasa tidak mampu menahan amarahnya karena terus diganggu oleh lutung dan pertempuran pun terjadi. Penguasa itu kalah dan lutung berubah menjadi Arya dengan memakai pakaian kebangsaannya. Melihat hal itu, Adipati lalu menyetujui hubungan Dewi dengan Arya. Hanya saja, Arya tidak bisa menjadi Raja karena ia telah terlukai oleh Kujang Pamungkas. Yang memimpin kerajaan akhirnya sang adik yaitu Banyak Blubur.

Sebenarnya banyak versi yang menceritakan kisah ini. Ada juga legenda atau kisah Goa Jatijajar dalam versi bahasa Jawa.

Apa yang Bisa Kita Lakukan di Goa Jatijajar?

Wisata Goa Jatijajar

Tujuan utama berkunjung ke tempat wisata Goa Jatijajar tentu untuk berlibur dan menikmati keindahan goa yang menakjubkan. Dengan melihat keindahan Goa Batujajar kita akan mensyukuri keindahan alam yang dimiliki bumi pertiwi ini.

Anda bisa melihat keindahan stalagtit atau stalagmit, serta patung diorama. Selain itu, anda juga bisa mengabadikan momen dengan berfoto bersama rombongan. Di goa ini memang banyak spot foto yang menarik yang tentunya tidak akan anda dapatkan di tempat wisata yang lainnya.  Anda dapat membawa anak atau adik anda untuk belajar memahami stalaktit atau stalagmit dan bagaimana keduanya bisa terbentuk. Namun, pastikan saat berkunjung ke goa ini anda harus menaati peraturan yang ada.

Fasilitas dan Harga Masuk Goa Jatijajar

Wisata Goa Jatijajar

Goa Jatijajar buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00, dengan harga tiket masuk yang sangat murah. Untuk orang dewasa dikenai tarif Rp. 7.500, sedangkan untuk anak-anak Rp. 4.500.

Dengan tiket masuk yang murah anda akan disuguhkan oleh pemandangan goa yang memukau dan tentunya tidak akan anda dapatkan di tempat yang lainnya. Selain disuguhkan oleh keindahan goa, anda juga bisa menikmati fasilitas yang ada di Goa Jatijajar.

Beberapa fasilitas yang sudah tersedia di Goa Jatijajar di antaranya yaitu toilet dan kamar mandi, mushola, area parkir yang luas, ruang informasi dan pos keamanan. Meskipun tidak membawa bekal makanan, anda jangan khawatir karena sudah tersedia penjual minuman dan makanan yang akan memudahkan anda saat lapar datang. Saat berkunjung ke objek wisata ini anda jangan lupa untuk mencoba kuliner khas Kebumen seperti mendoan khas dengan rasa yang nikmat, serta pecel bertabur kecombrang.

Untuk oleh-oleh anda bisa membeli souvenir berupa gantungan kunci, lampu hias, T-shirt, tirai dari kerang, pigura serta berbagai jenis perlengkapan untuk rumah tangga.

Di sekitar lokasi Goa Jatijajar tidak tersedia penginapan. Untuk pengunjung yang ingin bermalam dapat mencari hotel atau penginapan yang berada di kawasan Pantai Ayah ataupun di pusat kota. ( Lihat juga : Wisata Jawa Tengah )

Akses Menuju Goa Jatijajar

Wisata Goa Jatijajar

Akses menuju lokasi Goa Jatijajar bisa dibilang cukup mudah, karena tempat ini sudah cukup familiar terlebih lagi jika anda sudah masuk ke daerah Kebumen. Jika anda berangkat dari Gombong jaraknya kurang lebih 21 km dan dari pusat Kota Kebumen jaraknya 42 km.

Untuk rute perjalanan utama dapat dimulai dari pusat kota Kebumen. Lalu anda bisa mengarahkan kendaraan anda ke rute Kebumen, Karanganyar. Kemudian anda bisa melanjutkan perjalanan ke Glombor. Setelah itu, anda tinggal mengikuti arah ke Pantai Ayah yang berada di kec. Ayah. Dari sana anda akan menemukan plang menuju ke Goa Jatijajar.

Perjalanan yang anda tempuh, estimasi sekitar 1 jam dari pusat kota Kebumen. Perjalanan yang anda tempuh sedikit naik turun dan akan melewati beberapa tikungan tajam. Pastikan keadaan kendaraan anda baik-baik saja. Jika anda masih ragu dan takut salah jalan, anda bisa bertanya pada masyarakat sekitar. Anda juga bisa menggunakan google maps.

Belum anda kendaraan umum untuk sampai tepat di depan lokasi tempat wisata Goa Jatijajar. Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Hotel Dekat Pantai Ayah

Karena di sekitar Goa Jatijajar belum tersedia penginapan, untuk pengunjung dari luar kota bisa mencari penginapan di sekitar Pantai Ayah, maupun di pusat kota. Ada beberapa hotel di dekat Pantai Ayah atau disebut juga Pantai Logending. Lokasi Pantai Ayah dengan Goa Jatijajar berjarak 8 km. Pantai Ayah menjadi salah satu objek wisata pantai dengan keindahan alam yang menakjubkan. Setelah dari goa anda bisa mengunjungi Pantai Ayah.

Nah, berikut ini beberapa hotel dekat Pantai Ayah.

Hotel Mexolie

Hotel ini jaraknya 0,7 km dari Pantai Ayah. Lokasinya di Jalan Merah, Kebumen, Indonesia.

Meotel Kebumen

Meotel Kebumen lokasinya 0,9 km dari Pantai Ayah. Lokasinya Jl. Ahmad Yani No. 31, Kebumen.

Fasilitas yang tersedia di hotel ini yaitu pelayanan kamar, restoran, laundry, tempat parkir mobil dan ruang konferensi. Untuk fasilitas kamar disediakan TV kabel dan teko elektrik.

Candisari

Hotel ini lokasinya 9.3 km dari pantai Ayah. Terletak di Jl. Raya Timur Km. 2, Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Hotel ini dapat menjadi pilihan terbaik dengan fasilitas yang lengkap.

Fasilitas Hotel Candisari di antaranya, laundry, restoran, teras, tempat parkir, brangkas, Wifi gratis di Lobi. Sedangkan fasilitas kamar yaitu Televisi, Wifi, AC dan shower.

Wisma Ck

Lokasinya 2.1 km dari pantai Ayah. Alamat Wisma Ck di Jln. Cincin Kota, Kebumen.

Tips Berwisata Ke Goa Jatijajar

Saat berwisata ke Goa Jatijajar ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Tips ini bermanfaat agar liburan anda nyaman.

  • Saat berencana berkunjung ke Goa Jatijajar anda harus mempersiapkan fisik. Pastikan kondisi anda dalam keadaan sehat.
  • Tentukan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Goa Jatijajar. Setiap tempat wisata saat musim liburan biasanya penuh karena banyak wisatawan yang berdatangan. Agar tidak mengganggu kenyamanan anda saat berwisata dan anda puas berkeliling goa serta melihat keindahannya, alangkah lebih baik jika anda berkunjung saat hari biasa. Pasalnya, hari libur atau weekend goa ini biasanya ramai pengunjung. Suasana yang terlalu ramai tentu akan mengganggu kenyamanan.
  • Saat menuju ke Goa Jatijajar disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Pasalnya, tidak ada transportasi umum yang akan mengantarkan anda tepat di depan tempat wisata.
  • Anda harus cek kondisi kendaraan anda sebelum berlibur ke Goa Jatijajar.
  • Hal yang harus anda ingat yaitu untuk selalu menaati peraturan. Jadilah pengunjung yang baik dan bertanggung jawab dengan selalu menaati peraturan yang ada. Selain itu hindari membuang sampah sembarangan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian goa.
  • Karena di Goa Jatijajar sudah tersedia penjual makanan dan minuman, maka anda tidak perlu takut kelaparan. Anda tidak perlu repot-repot membawa bekal makanan dari rumah atau perjalanan karena anda bisa membelinya disini.
  • Saat memasuki goa disarankan untuk berhati-hati guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti jatuh atau terpeleset.

Demikian informasi tentang Goa Jatijajar, Kebumen. Bagaimana tertarik untuk berkunjung ke Goa Jatijajar? Jika anda bosan dengan wisata alam pantai atau gunung, untuk mengisi waktu liburan tidak ada salahnya anda berkunjung ke Goa Jatijajar, goa indah yang mempesona.

Jangan lupa share informasi ini kepada teman-teman anda dengan klik tombol share yang sudah disediakan.

Leave a Reply