Wisata Gelombang Tujuh Hantu Sungai Bono

Kegiatan olahraga sekaligus wisata merupakan 2 hal yang meksipun tidak berkaitan secara langsung tetapi memiliki hubungannya tersendiri.

Indonesia yang terkenal dengan berjuta pesona alam mampu menawarkan paket wisata lengkap yang mampu mengakomodir keinginan wisatawan. Banyak sekali ragam paket wisata seperti jika mengunjungi Borobudur kamu akan diajak menikmati keindahan panorama alam sekitar dan bangunan candi berusia sangat tua lengkap dengan pengalaman sejarah yang akan kamu dapatkan, jika kamu menyisir pantai dari ujung barat ke timur maka akan ditemukan pemandangan garis pantai dan gugusan pulau indah yang tiada duanya.

Berbicara mengenai pantai dan air maka tidak lengkap rasanya jika kita berbicara mengenai olahraga airnya. Selain dengan beragam keindahan alam kamu juga bisa menikmati beragam olahraga menyenangkan sampai yang eksterm dari mulai snorkeling, diving, hingga selancar atau surfing. Banyak sekali titik surfing di Indonesia ini yang menjadi favorit peselancar dari berbagi penjuru tempat baik wisatawan lokal maupun luar. Ombak-ombak besar seakan siap tersedia menyambut para penantang ombak tersebut bermain. 

Wisata Gelombang Tujuh Hantu Sungai Bono

Berselancar umumnya dilakukan di laut, sebab olahraga ini membutuhkan ombak dalam kegiatannya, namun pernahkah kamu berfikir bisakah kita melakukan selancar di sungai? Jawabannya adalah bisa, jika tidak percaya cobalah kunjungi sungai Bono yang berlokasi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.Sungai Bono yang dijuluki sebagai gelombang tujuh hantu ini mampu menghasilkan ombak besar hingga tujuh lapis dengan kecepatan ombak mencapai 40 Km/jam dari muara ke hulu sungai. Fenomena alam ini terjadi hanya pada saat bulan purnama tanggal 10-20. Spot selancar di sini sekarang menjadi tujuan para peselancar pro di dunia, berkat ombaknya yang mampu bertahan hingga berjam-jam dan mampu memecahkan rekor dunia. 

Tertarik berwisata selancar di sini, share dan ajak teman-temanmu.

Leave a Reply