Wisata Alternatif: Menikmati Romantisme Masa Lalu Kawasan Pecinan Di Jakarta

Apa yang anda bayangkan dari kota padat seperti Jakarta?

Kemacetan, hiruk pikuk kota, panas dan teriknya matahari berpadu dengan asap kendaraan? Ya, mungkin memang itu sudah lekat dengan kehidupan kota besar macam Jakarta, namun apakah anda pernah mencoba melihatnya dari sisi yang lain? Dari sisi sejarah serta berbagai romantisme masa lalu yang dimiliki oleh Jakarta di setiap sudut kotanya mungkin?

Jik a berbicara mengenai Jakarta dan sejarah masa lalu, mungkin itu bisa menjadi bahan bagi anda para penggemar traveling. Tema itu mungkin bisa anda angkat sebagai ide bagi perjalanan wisata anda selanjutnya. Jakarta sebagai pusat dari segala kegiatan di negera Indonesia ini memang memiliki berjuta cerita dan sejarah yang menyertai perjalanannya dari waktu ke waktu dan memotret segala momen sejarah penting dalam kurun waktu tersebut. Salahsatu dari sekian tempat memiliki cita rasa masa lalu yang kuat dan berkaitan erat dengan sejarah Jakarta adalah Glodok.
Glodok merupakan sebuah kawasan pecinan atau dikenal juga sebagai China Town dalam kamus internasional. Kawasan Pecinan sendiri hampir selalu terdapat di negara-negara besar di seluruh dunia. kawasan pecinan merupakan titik konsentrasi bagi para etnis Tionghoa masa lalu ketika merantau dan mendiami sebuah lokasi.

Glodok merupakan sebuah wilayah pecinan Jakarta yang merupakan salahsatu wilayah pecinan terbesar di Indonesia dan menjadi salahsatu motor penggerak ekonomi Jakarta sejak dulu hingga kini. Sekilas mungkin tidak menarik sama sekali menjadikan Glodok dan sekitarnya menjadi kunjungan wisata anda, namun ternyata anggapan tersebut akan terpartahkan jika anda mencoba menyusurinya dan menikmati romantisme masa lalu di area tersebut.

Cukup dengan membawa uang seperlunya, berpakaian sederhana dengan kamera kecil bagi anda yang juga mencintai fotografi, karena jujur, kawasan-kawasan pecinan seperti Glodok yang masih bernuansa masa lalu itu selalu menarik untuk diabadikan dalam lensa kamera. Glodok menyimpan sejarah tersebut di dalam bangunan-bangunan tua khas Tiongkok, selain dari itu beragam makanan dan kegiatan masyarakatnya juga tidak lepas dari budaya serta kepercayaan yang mereka anut dan wariskan turun temurun dari setiap generasinya.

Kawasan Pecinan Glodok sendiri dibuat dan berdiri sejak terjadinya peristiwa gegr pecinan pada masa kolonialisme, yang menyebabkan 10 ribu jiwa warga etnis Tionghoa menghilang, kejadian tersebut pula yang menjadi nama bagi sebuah sungai di kawasan tersebut yang kini bernam Kali Angke. Angke dalam bahasa Mandarin berarti merah yang menggambarkan merahnya air sungai akibat darah-darah korban pada peristiwa tersebut.

Kini kawasan Glodok yang secara administratif masuk ke dalam area Kota Tua Jakarta itu masih berjalan dengan baik dan menjadi pusat perdangan dari mulai barang elektronik, hingga kuliner-kuliner menarik yang bercitarasa Tionghoa sangat kental.

Menyusuri Kota Lama, Pecinan Jakarta

Jika anda tertarik dengan romantisme kenangan masa lalu dan budaya yang ditawarkan kawasan ini, maka segeralah berangkat dan menelusurinya. Penelusuran kawasan ini sendiri bisa anda mulai dengan mengunjungi pasar Asemka yang disebut-sebut sebagai pintu masuk menuju dimensi lampau kota tua pecinan Jakarta. Anda bisa menyusuri sepanjanjang jalan dari Asemka hingga menuju ke Glodok, di mana sepanjang jalan anda akan disuguhi berbagai toko bernuansa Tionghoa tempo dulu, dengan senyuman cici-cici yang menjaga. Dari mulai lapak buku bekas, gerobak-gerobak penjaja makanan, lapak obat herbal semuanya lengkap bisa anda liat di sana.

Dari situ anda bisa melanjutkan perjalanan menuju beberapa gang kecil yang menarik untuk anda telusuri dan jelajahi. Dari sekian banyak gang yang ada, salahsatu yang ramai dan selalu padat pengunjung adalah kawasan Petak Sembilan. Petak Sembilan merupakan kawasan yang banyak sekali menjajakan ragam kuliner bernuansa Tionghoa, serta berbagai pernak-pernik khasnya. Anda bisa menemukan pernik seperti patung-patung dewa-dewi, lampion, angpao dan berbagai hal lainnya. Petak Sembilan juga sempat menjadi salahsatu pusat perjudian besar di era Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Pada masa tersebut Petak Sembilan banyak sekali memiliki kasino-kasino dan tempat perjudian besar juga resmi.

Lain dari wisata kuliner yang bisa anda kunjungi dan cicipi, jangan lupa juga melihat ke dalam bangunan-bangunan vihara dan kelenteng besar yang berada di sekitar are tersebut, salahsatu vihara utama di sana juga merupakan vihara tertua yang ada di Jakarta karena usianya yang mencapai 100 tahun lebih. Vihara yang bernama Kim Tek Le atau dikenal juga sebagai vihara Kebajikan Emas ini menjadi salahsatu daftar kunjungan para warga etnis Tionghoa dari berbagai penjuru tempat ketika hari besar seperti imlek, karena memberikan nuansa khidmat serta budaya yang sangat kental. Jangan lupa juga berkunjung ke beberapa tempat lain seperti Rumah seorang Kapiten besar, yang dikenal sebagai rumah Keluarga Souw atau dikenal juga sebagai PaTekoan, dan masih banyak lokasi lain yang bisa anda telusuri.

Setelah penelusuran, tak lengkap rasanya bila anda tak mencicipi beragam menu kuliner andalan di daerah tersebut yang sangat terkenal dan tentunya lezat. E Kopi Tak Kie, gado-gado direksi, tim ayam obat adalah beberapa nama kuliner yang banyak sekali dicari di area tersebut. Bahakn jika anda pernah mendengar nama es kopi Tak Kie, kedai kopinya sendiri telah berjalan bahkan mencapai 1 abad dengan penggunaan interior dan nuansa yang tidak pernah samasekali berubah dari waktu-ke waktunya.

Transportasi Menuju Pecinan

Lokasi kawasan Pecinan Glodok yang berada di tengah kota akan sangat memudahkan anda untuk menemukannya. Beragam angkutan umum, seperti angkot, kopaja, dan metromini banyak beroperasi dari dan menju tempat ini. pilihan lainnya adalah dengan menggunakan Trans Jakarta, ojek hingga bajaj.

Tips Berwisata Di Kawasan Pecinan

Jika anda berencana untuk menelusuri bagaimana nuansa kota lama Jakarta ini, maka ada beberapa tips kecil yang mungkin berguna bagi anda.

  1. Jika berencana mengunjungi kawasan pecinan gunakanlah pakaian yang nyaman dan santai, sebab perjalanan penelusuran akan sedikit membuat anda berkeringat. Aktivitas sekitar yang hiruk pikuk juga cukup membuat udara panas Jakarta semakin terasa. Lain dari pada itu juga untuk menghindari tindakan kejahatan.
  2. Persiapkanlah uang-uang kecil dan tunai dengan nominla secukupnya, sebab banyak sekali benda-benda serta jajanan kecil menarik yang bisa menarik hasrat berbelanja anda ketika melakukan penelusuran di sana.
  3. Sebaiknya anda juga membawa kamera, cukup dengan kamera pocket atau mirror less yang berukuran kecil. Sekedar untuk mengabadikan keindahan masa lalu yang terpancar dari bangunan-bangunan tua bersejarah, serta kehidupan masyarakatnya yang cukup menarik dalam sudut pandang street fotografi.
  4. Bagi anda yang muslim, maka pastikan ketika anda hendak mencoba mencicipi makanan di sana tanyakanlah dulu bahan-bahannya, sebab beberapa di antaranya masih banyak yang menggunakan babi sebagai bahan utama ataupun pelengkap.

Tertarik berkunjung? Jangan lupa ajak temanmu dan share artikel ini.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook