Wanita Pertama ASEAN Pendaki Everest Ternyata Berasal Dari Indonesia

Mendaki gunung dan berhasil mencapi ke puncaknya adalah sebuah pencapaian yang sangat membahagiakan dan membanggakan.

Mendaki gunung merupakan sebuah kegiatan yang memerlukan kekuatan prima dan mental yang sangat kuat, bagaimana tidak selama perjalanan menuju puncak selalu saja ada rintangan yang menghadang, yang sewaktu-waktu bisa saja memupus harapan dan asa untuk dapat berdiri di atas puncak.

Dari sekian banyak gunung di dunia salahsatu gunung yang menjdai tujuan utama para pendaki adalah Puncak Everest. Puncak Everest sendiri merupakan puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 8.848 meter. Untuk mencapainya banyak sekali rintangan dan halangan berat yang menghadang. Tak jarang berita duka mengenai kematian dan hilangnya para pendaki selalu dikabarkan dari usaha pendakian menuju ke puncak itu.

10-clara-sumarwati

Berbicara mengenai pendakian menuju ke Puncak Everest, maka sudah sepatutnya anda tahu, jika dari Indonesia ada seorang wanita perkasa yang mampu menginjakan kakinya di puncal tertinggi dunia tersebut. dialan Clara Sumarwati, wanita pertama dari ASEAN yang mampu mendaki puncak dan kembali dengan keadaan selamat. Tidak banyak yang tahu memang jika wanita kelahiran Jogja ini menjadi wanita ASEAN pertama yang mempu menaklukan kerasnya pendakian Everest. Selain ituCla juga beberapkali berpartisipasi dalam pendakian menuju ke beberapa puncak lainnya seperti Annapurna IV dan puncak Aconcagua di pegunungan Andes, Amerika Selatan.

Pendakiannya menuju Everest pada tanggal 26 September 1996 membuat namanya tercatat sebagai orang ke 836 yang mempu menaklukan punca tersebut, sekaligus wanita pertama di ASEAN. Pencapainnya tersebut juga beberapa kali disebutkan dalam buku-buku yang menceritakan ekspedisi pendakian menuju ke Everest antara lain Everest: Expedition to the Ultimate karya Reinhold Messner hingga di website EverestHistory.com.

Pencapaian Clara sendiri didapatkannya bukan tanpa halangan sebab sebelumnya sendiri Clara sudah mencoba menaklukan Puncak Everest tersebut, namun terhalang dengan medan yang sangat sulit dan membahayakan. Dari situ semangat dan rasa penasaran Clara semakin besar untuk dapat menginjakan kaki dan mengibarkan bendera Indonesia di puncak. Beberapa waktu berselang Clara mencoba menghubungi berbagai perusahan dan pihak swasta yang ingin memberikan sponsor kepadanya terkait dengan ekspedisinya kali ini, percobaanya tidak membuahkan hasil sebab kebanyak meragukan kemampuan dari Clara. 

Jawaban akhirnya bisa ia dapatkan dari pihak Panitia Ulang Tahun Emas Kemerdekaan Republik Indonesia yang pada akhirnya bersedia memberinya bantuan dan sponsorship dalam upayanya tersebut. Meskipun memang dengan itu, ia harus mengundur keberangkatannya menuju puncak. Namun justru kemunduran keberangkatannya menjadi hikmah sendiri, sebab jika ia memaksakan berangkat kemungkinan pendakian tersebut tidak akan berakhir dengan bahagian karena badai HimaTuhan yang diberikan akhirnya ia bisa dimudahkan dalam segala proses pendakian sampai di Puncak Everest dan kembali dengan selamat.

Meskipun demikian kesangsian seringkalai terlontar dari pihak dalam negeri, padahal jika merujuk pada pencatatan dunia, Clara sendiri telah diakui sebagai wanita perkasa dari Indonesia yang berhasil menaklukan ganasnya jalur pendakian menuju Puncak Everest, yang terkenal sangat sulit dan seringkali memakan banyak korban jiwa.

Sangat membanggakan sekali aksi dari wanita perkasa asal Indonesia bernama Clara Sumarwati satu ini. Jangan lupa untuk berbagi artikel membanggakan ini kepada teman dan keluarga anda dengan cara menekan tombol share. And juga bisa memberikan omentar mengenai keperkasaan Clara dalam menaklukan puncak tertinggi dunia tersebut dengan cara memasukan pendapat dalam kolom yang telah disediakan.