Pernah Ditukar dengan Manhatan, New York Inilah Sekelumit Kisah Pulau Kecil di Banda Bernama Run

Jangan sekali-kali melupakan sejarah, slogan itu begitu nyata digaungkan oleh sang Proklamator Soekarno. Dengan mengenal sejarah maka kita bisa mengenal jati diri dan muasal kita. Berbicara mengenai sejarah, maka Indonesia memiliki sejarah panjang yang sangt menarik untuk digali. Sebagai negara yang berhasil memerdekakan dirinya setelah beratus-ratus tahun dijajah, maka terdapat banyak sekali cerita menarik di baliknya.

Dari sekian banyak cerita menarik mengenai Indonesia, maka kisah Pulau Run adalah salahsatunya. Pulau Run merupakan salahsaut pulau di Indonesia yang berada di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku. Menurut sejarah pulau kecil ini menyimpan kekayaan alam yang begitu bernilai pada masa penjajahan. Kekayaan alam tersebut bernama Pala, bahan rempah yang begitu bernilai di masanya. Di masa kolonialisme, pala diketahui sebagai bahan makanan yang bergitu bernilai. Nilai jual pala bahkan lebih tinggi dibanding nilai jual emas. Tentunya hal tersebut sangat mengagumkan. Pala sendiri diketahui bisa dipergunakan sebagai bahan makanan, pengawet makanan, hingga sebagai obat bagi berbagai macam penyakit.

Pulau Run

Pulau Run yang memiliki panjang 3 kilometer dengan lebar 1 kolemeter ini diketahu pernah menjadi rebutan kolonial Belanda dan juga Inggris. Perebutan tersebut tidak lain dan tidak bukan dikarenakan produksi rempah pala yang begitu melimpah di pulau ini. Bahkan pulau Run juga merupakan satu-satunya pulau yang ditumbuhi tanaman pala. Pada masa kolonialisme sendiri rempah dari Kepulauan Banda hampir semua dikuasai oleh Belanda, kecuali Pulau Run. Belanda sendiri sejak tahun 1603 sudah datang ke Pulau Run untuk membeli rempah-rempah dari penduduk. Namun Inggris justru yang lebih dahulu menyatakan berdaulat atas pulau ini melalui sebuah surat perjanjian. Saking bahagianya, Raja Inggris James I kala itu sampai mengubah namanya menjadi ‘King of England, Scotland, France, Ireland and Run’

Ebrdaulatnya Inggris atas pulau yang kaya ini tidak lantas membuat Belanda mundur. Kekayaan Pulau Run membuat belanda balik melakukan penyerangan terhadap Inggris di Pulau tersebut. Belanda mengirimkan serangn dan mengepung pulau tersebut. Hingga di tahun 1602 akhirnya Inggris mundur dari medan pertempuran. Mundurnya Inggris ternyata bukanlah akhir dari perang perebutan yang terjadi. Perang terus terjadi sampai adanya kesepakatan yang termaktub dalam perjanjianWestminster. Perjanjian tersebut menuntut kembalinya Pulau Run ke tangan Inggris. Meskipu demikian usaha dari Inggris kembali mendpaatkan Pulau Kaya ini tidak berhasil.

Pada tahun 1665 para pedagang yang berasal dari Inggris akhrinay diusir keluar dari Pulau Run oleh Belanda. Di masa itu Belanda menghancurkan tanaman-tanaman pala yang ada di pulau tersebut. Perang lantas kembali terulang di tahun 1665 sampai dengan tahun 1667. Pertikaian kedua negara yang tidak kunjung usai tersebut lantas kembali dicoba untuk didamaikan. Perjanjian Breda dilakukan demi mencapai nota kesepakatan perdamaian. Perjanjian Breda tersebut akhirnya bisa menutup pertikaian yang terjadi selama bertahun-tahun.

Isi dalam perjanjian Breda tersebut mungkin sangat mencengangkan. Isinya adalah ketetapan mengani kepemilikian Pulau Run yang sepenuhnya menjadi milik Belanda dan ditukar oleh Kota Manhatan yang ada di Amerika. Pada masa itu Manhatan yang bernama Niew Amsterdam kemudian berrubah nama menjadi New York setelah berganti kepemilkan kepada Inggris. Kini Manhatan menjadi kota metropolitan di dunia yang begitu penting keberadaanya. Sebaliknya Pulau Run yang dulunya menjadi rebutan karena kekayaan alamnya kini hanya tinggal cerita dan sejarah saja. Tidak terlihat tanda-tanda kejayaan pulau ini di masa lalu.

Scara sekilas mungkin anda bisa membayangkan bagaimana berharganya pulau kecil satu ini di masa lampau. Mungkin itu bisa menjadi jawaban atas pertanyaan anda selama ini yang mempertanyakan mengapa Indonesia begitu banyak diincar oleh negara-negara penjajah kala itu. Kekayaan alam yang melimpah, sumber tenaga kerja yang begitu murah dan mudah menjadi alasan empuk mereka untuk datang dan menjajah.

Jangan lupa menekan tombol berbagi yang telah disediakn untuk membagikan artikelnya kepada teman dan sahabat anda di media sosial. Tekan tombolnya di bawah ini!,/p>

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook