Mengenal Sutradara Film Indie yang Karyanya Diputar di Berbagai Negara

Meskipun Indonesia bukanlah negara maju, tetapi Indonesia berhasil mencetak anak bangsa yang berkualitas dan kreatif.

Pernyataan tersebut bisa dibuktikan oleh adanya seorang sutradara film indie, Yoseph Anggi Noen. Ia adalah sutradara muda yang berasal dari Yogyakarta. Meskipun namanya tidak setenar Rizal Mantovani dan Hanung Bramantyo, tetapi film garapannya tersebut telah berhasil diputar di beberapa festival dunia. Yoseph Anggi Noen sendiri lebih dikenal sebagai sutradara film pendek, namun ia juga memproduksi film panjang.

Sebelum seperti ini ia tidak serta merta lihai membuat film. Ia menyukai dunia perfilman saat dirinya masih kecil. Kesukaan sarjana Ilmu Politik ini juga tidaklah datang dengan tiba-tiba. Dimana ia tergugah hatinya ketika di Dusun Kaliduren tempat kelahiran dirinya hanya sedikit keluarga yang memiliki televisi. Ketika itu banyak sekali tetangga yang mengunjungi rumah oangtuanya hanya untuk menonton televisi. Dan sejak itulah, dia sadar bahwa kekuatan media audio visual mampu menarik perhatian masyarakat dan melibatkan perasaan mereka atas apa yang mereka tonton.

Menginjak banku SMA, barulah Yoseph Anggi Noen mulai membuat film. Itupun hanya dengan menggunakan handycam pinjaman. Dari semanjak itu Anggi memperdalam ilmunya tentang sinematografi. Hingga akhirnya ia bisa sesukses sekarang ini.

Salah satu film perdana Anggi yang berjudul Cheng Cheng Po pada tahun 2007 ini telah membawanya meraih berbagai macam penghargaan seperti Piala Citra kategori Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2008 dan Audiance Award di Konfiden Short Film Festival 2007. Bahkan film hasil karyanya tersebut pun diputar diberbagai negara seperti Singapore International Film Festival dan Mumbai Asian Film Festival, serta masuk dalam seleksi di Rotterdam Film Festival dan Claire Mont Farrant Short Film Festival.

Tidak hanya itu, film pendek Anggi yang berjudul 'A Lady Caddy Who Never Saw A Hole in One' pun menyabet penghargaan tertinggi di Grand Prix sebagai film pendek terbaik di ajang Shorts Film Festival and Asia 2014 di Tokyo, Jepang. Dan ini merupakan penghargaan kedua dari festival film pendek yang paling bergengsi di Asia.

Sebelumnya masih dalam ajang sama Laddy Caddy pun pernah meraih penghargaan film pendek International Asia terbaik. Laddy Cady hasil karya Anggi tersebut berhasil memukau lima juri yang ada pada saat itu, dimana kelima juri tersebut merupakan nama-nama besar dalam dunia perfilman di Asia dan dunia. Film pendek tersebut ditulis oleh Anggi sendiri, dimana sebelumnya ia telah memproduksi film panjang yang berjudul 'Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya'. Selain itu, film pendeknya yang berjudul 'Rumah' pun diputar di Okiniwa International Film Festival 2015 pada Maret yang lalu. Filmnya tersebut digelar dalam beberapa hari dan berhasil menarik perhatian warga di sana.

Nah, jadi sangat jelas sekali terlihat bagi anda pecinta film maka sudah bukannya anda semua kecewa dengan kualitas film Indonesia dan beralih dengan mengkonsumis film luar. Dengan adanya sutradara muda berbakat seperti Yoseph Anggi Noen dan yang lainnya anda masih bisa menyaksikan film-film berkualitas. Dengan adanya film-film berkualitas tersebut maka mampu menyadarkan kita akan arti pentingnya mencintai karya dalam negeri. Semoga kita semua bisa terinspirasi untuk terus sukses dan membawa citra baik negara kita sendiri. Di bawah ini ada salah satu film trailer karya Yoseph Anggi Noen dengan judul 'Rumah'.

Jangan lupa klik share untuk berbagi bersama teman dan saudara terdekat anda. Berikan komentar di bawah ini!

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook