Mengapa Kunang-Kunang Bisa Bersinar? Yuk Simak Pembahasannya!

5/5 (2)

Kunang-kunang merupakan serangga yang masuk ke dalam golongan Lampyridae, dimana golongan tersebut merupakan familia dalam ordo kumbang Coleoptera.

Ada lebih dari 2000 spesies kunang-kunang, dimana kunang-kunang tersebut biasanya ditemukan di daerah yang memiliki empat musim dan tropis.

Kunang-kunang merupakan serangga yang difavoritkan oleh banyak orang. Hal ini disebabkan karena kemunculannya mampu membuat malam menjadi lebih indah. Ketika malam hari cahaya kunang-kunang akan terlihat berwarna merah pucat, hijau atau kuning dengan efisiensi hingga 96 persen. Sebagian orang mengatakan bahwa cahaya kunang-kunang tersebut merupakan kuku orang yang telah meninggal, namun pada kenyataannya cahaya tersebut bukanlah berasal dari dunia ghaib.

Fakta-kunang-kunang

Terkait dengan masalah ini, para ilmuwan sangat tertarik dengan serangga kecil ini karena lampunya mampu efisien hingga 96 persen, sedangkan para ilmuwan mampu menbuat efisiensi lampu hanya 10 persen saja. Yang dimaksud dengan efisiensi di sini yakni efisiensi dalam meminimalisir panas dari cahaya serta energi yang digunakan.

Cahaya kunang-kunang diciptakan dari bagian perut bawah kunang-kunang atau sering disebut dengan lentera. Menurut ilmuwan dibagian lentera tersebut ada dua zat kimia yakni luciferin dan adenosine triphosphate atau ATP.

Nah, apabila kedua zat kimia tersebut bersatu atau bertemu dengan oksigen yang dihirup sendiri oleh kunang-kunang tersebut, maka reaksi kimia yang terjadi akan menghasilkan cahaya. Dan proses yang sama seperti ini pun sama tejadi pada hewan yang bisa bersinar lainnya, seperti cacing ‘glow worm’.

Cahaya yang muncul atau yang dikeluarkan oleh kunang-kunang ternyata sebagai alat komunikasi pada saat masa kawin tiba. Dan yang lebih menariknya, kunang-kunang jantan memiliki cara tersendiri untuk menggaet lawan jenisnya. Dimana pejantan yang jumlahnya mampu mencapai ribuan akan mengedipkan cahaya di ekor dengan bersamaan beberapa kali sebagai tanda bahwa mereka siap kawin.
Berbeda halnya dengan penjatan dimana ia harus bersusah payah, justru kunang-kunang betina lebih santai dan tidak perlu melakukan usaha apapun. Dimana si betina tidak perlu repot dalam menentukan pilihan. Jika si betina telah menemukan pejantan yang cocok, maka ia hanya pelu mengedipkan cahayanya hanya satu kali saja.

Selain sebagai tanda musim kawin, cahaya yang dikeluarkan kunang-kunang pun memiiki peran lainnya. Dimana cahaya tersebut berperan sebagai tanda peringatan untuk memperingati antara sesama apabila ada ancaman bahaya yang akan menghampiri, ataupun sebagai tanda peringatan untuk serangga yang lainnya atau burung pemangsa agar tidak memakannya. Zat pemicu cahaya yang ada di dalam tubuh kunang-kunang memiliki rasa pahit. Jikalau ada serangga lainnya yang nekad untuk memangsa, maka biasanya mereka hanya memakan tubuh kunang-kunang dari bagian kepala, hingga kebagian belakang, dan yang tidak dimakan yakni bagian perut karena zat pemicu pembenatukan cahaya tersebut tersimpan di perut bagian bawah.

Namun sayangnya hewan yag cantik dan unik ini hanya bisa bertahan hidup dalam waktu yang singkat yakni hanya bisa bertahan kurang lebih 2 bulan saja.

Nah, setelah anda mengetahui bagaimana cahaya kunang-kunang ini bisa terjadi, maka hilangkanlah anggapan bahwa cahaya tersebut merupakan cahaya yang berasal dari kuku makhluk gaib.

Setelah mengetahui informasi menarik ini maka akan labih baik jika anda menyebarkannya kepada saudara, sahabat atau teman-teman yang ada di sekitar anda dengan cara klik tombol share. Jangan lupa pula untuk memberikan komentar anda pada kolom komentar di bawah ini.

Leave a Reply