nenek asyani

Memilukan! Inilah Video Ratapan Nenek Asyani yang Bersimpuh Memohon Ampun Kepada Hakim

Apakah anda juga salahsatu yang memperhatikan berbagai kasus hukum di sekitar anda?

Jika iya, mungkin ada beberapa tipe yang bisa kita lihat dalam sebuah kasus hukum, di mana ada yang dilihat secara sekilaspun sudah terlihat dengan jelas bagaimana bentuk kesalahan dan bentuk pertanggung jawabannya, namun banyak juga kasus hukum yang memiliki kesimpangsiuran berita dan memiliki posisi yang sangat sulit untuk dicermati.

Terkadang dari beragam kasus tersebut bisa muncul ketimpangan serta ketidakadilan dalam putusan serta hasil akhirnya. Mungkin kasus terbaru yang kini sedang hangat bergulir sekarang ini adalah salahsatunya. Berawal dari kasus penemuan kayu jati yang berjumlah 38 sirap tanpa dilengkapi surat-surat yang sah yakni surat keterangan hasil hutan (SKHH) di sebuah workshop kayu yang dimiliki oleh Cipto di Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur.

nenek asyani 

Berawal dari penemuan tersebut kasus terus berkembang hingga menyeret nama seorang nenek berusia 63 tahun bernama Asyani yang kini dilaporkan sebagai pencuri kayu jati dari tanah yang dimiliki oleh Perhutani Situbondo Jawa Timur. Dakwaan yang didapatkannya berupa pencurian sejumlah 7 batang kayu jati yang diduga ditebang dari lahan Perhutani. Kasus yang melibatkan perhutani dan nenek Asyani atau Muaris ini juga kini menjadi perbincangan dan perdebatan di berbagai kalangan.

Nenek Asyani merasa samasekali tidak bersalah atas semua tuntutan hukum yang diterimanya saat ini, bahkan ia sampai menangis menjerit dan menghiba dihadapan majelis hakim peradilan agar mempertimbangkan dan meloloskan dirinya dari jerat hukum yang hendak diberikan padanya. Nenek Asyani didakwa dengan tuntutan pasal 12 juncto pasal 83 UU 18/2013 atas tuduhan pencurian yang dialamatkan padanya dengan hukuma 5 tahun penjara.

Kasus yang menimpa Nenek Asyani ini juga hingga membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menanangis dan bersimpuh di hadapan majelis hakim yang menangani persidangannya kala itu. Anaknya yang menemaninya selama proses persidangan pun tidak kuasa menahan air mata kala melihat ibunya berteriak histeris sembari menangis.

Menurut pengakuan nenek Asyani , ia samasekali tidak merasa mencuri kayu jati seperti apa yang dituntutkan oleh Perhutani tersebut, sebab kayu jati yang ia miliki tersebut ia akui berasal dari tanahnya sendiri yang pohonnya sendiri pun di tanam oleh almarhum suaminya Suhardi yang meninggal di tahun 2006. Nenek Asyani mengatakan jika sejumlah kayu jati yang tersimpan di rumahnya dan sebagian lagi yang telah dijual kepada Cipto itu telah ditebangnya 5 tahun yang lalu. Kasus ini juga menyeret 2 nama lainnya yakni Abdus alam menantunya dan Ruslan seorang tetangga yang membantu ketika menbang kayu tersebut. Sejumlah warga yang berada di sekitar juga memberikan kesaksian jika kayu-kayu yang berada di rumah Nenek Asyani itu juga merupakan kayu lama yang memang sudah sejak dulu berada di rumahnya dan tidak diolah karena tidak memiliki biaya untuk mengolahnya.

Namun berbeda dengan pendapat Perhutani yang bersikukuh bahwa kayu jatu tersebut berasal dari tanah perhutani dengan berpatokan pada bentuk kelir kayu yang identik dengan pohon dilingkungan perhutani. Pihak Perhutani sendiri juga tidak merasa melaporkan Nenek Asyani, sebab yang mereka lakukan hanya melaporkan kehilangan pohon yang terjadi di petak 43-F Blok Curahcottok Dusun Kristal Desa/Kecamatan Jatibanteng kepada pihak berwajib dengan total kerugian mencapai 4 juta rupiah lebih. Sehingga ketika ada permintaan untuk mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan tindakan pelaporan, mereka hanya bisa memberikan jaminan, sebab kasusnya sudah bergulir di ranah hukum dan sudah memasuki masa peradilan.

Kasus yang cukup menghebohkan berbagai pihak ini juga membuat Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya ikut turun tangan untuk mendalami kasusnya dan memberikan suaranya untuk setidaknya membantu kasus Nenek Asyani ini agar tidak terjadi ketimpangan serta cacat hukum. Pihaknya sendiri telah menghubungi Direktur Utama Perhutani untuk segera meninjau dan mempertimbangkan kelanjutan kasus ini.

Berikut ini adalah video ratapan Nenek Asyani yang didakwa mencuri 7 buah kayu dari Pihak Perhutani.

Bagaimana pandangan anda dalam kasus ini? Berikan suara dan komentar anda, jangan lupa jug untuk share ke teman serta keluargamu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.