indonesiaku 1

Kisah Ima Matul Maisaroh, Perempuan Asal Indonesia. Dari Perbudakan Hingga Menjadi Anggota Dewan Penasehat Gedung Putih

Apa yang anda bayangkan jika mendegarkan kata perbudakan dan perdagangan manusia?

Membayangkan perbudakan dan perdagangan manusia tentunya sangat mengerikan sekali, apalagi perbudakan dan eksploitasi manusia kian hari kian mengkhawatirkan. Kasus perbudakan dan perdagangan manusia pun merupakan salashsatu hal yang yang sudah seharusnya menjadi perhatian untuk dituntaskan, karena perbudakan dan perdagangan manusia memberikan begitu banyak kerugian mendalam, bagi pihak-pihak yang menjadi korban.

Berbicara lebih lanjut mengenai perbudakan dan perdagangan manusia, maka kisah Ima Matul Maisaroh mungkin bisa membuaka mata anda betapa pedihnya kasus perbudakan yang terjadi sekarang ini. Ima mungkin satu dari sekian banyak orang yang mampu lepas dari perbudakan dan beruntung mendapatkan kesempatan besar menjadi seorang Anggota Dewan penasehat di Gedung Putih.

Ima Matul Maisaroh atau dikenal dengan Ima yang merupakan perempuan asal Desa Gondanglegi, Malang, Jawa Timur. Perempuan asal Indonesia tersebut pada bulan Desember tahun lalu berkesempatan tampil sebagai pembicara di hadapan puluhan peserta Konvensi Nasional Partai Demokrat, Amerika serikat.

indonesiaku 1

Ima yang sudah sejak lama berkecimpung di bidang aktivisme anti perbudakan dan perdagangan manusia tersebut juga dipercaya oleh Presiden barak Obama untuk memberikan masukan dalam rangka pemberantasan perdagangan manusia di Amerika. Hingga akhirnya Desember tahun lalu ia berkesempatan diangkat menjadi salahsatu dari 10 anggota dewan penasehat Gedung Putih yang menangai masalah perbudakan.

Kesempatan itu didapat Ima bukan semata karena keberuntungan, tpi karena perjuangan keras Ima sendiri yang ingin lepas dari perbudakan yang dialaminya sejak belasn tahun lalu.Kisah perbudakan yang dialami Ima dimulai ketika dirinya bekerja sebagai pramuwisma di tahun 1997. Kala itu Ima yang memutuskan menjadi TKI bekerja kepada seorang majikan warga negara AS yang masih memiliki darah Indonesia. Selama bekerja kepada majikannya tersebut Ima seringkali mendapatkan perlakuan kasar yang tidak manusiawi hingga gaji yang tidak pernah kunjung diberikan.

Mendapatk perlakuan demikian Ima akhirnya memutuskan untuk meminta pertolongan dan berusaha melepaskan diri dari sang majikan. Ima meminta pertolongan kepada pengasuh bayi yang tinggal tidak jauh dari tempat ia bekerja. Keberuntungan ada di pihak Ima, tidak berselang lama ia kemudian ditolong oleh tetangganya tersebut dan segera diantarkan menuju kantor Coalition for Abolish Slavery & Trafficking atau CAST.

Perjuangan Ima tidak berhenti sampai di situ, sebab dirinya harus berusaha mendapatkan kembali dokumen-dokumen penting yang ternyata sejak awal kedatangannya ke Amerika telah ditahanoleh majikannya. Demi mendapatkandokumen tersebut Ima bahkan sampai harus bekerjasama dengan pihak intelejen. Bahkan pada saat proses pengambilan kembali dokumen Ima sampai harus dipasangi alat penyadap agar bisa merekam seluruh percakapannya dengan sang majikan.

Usahanya mengambil kembali paspor berhasil, namun sayang kasus tersebut idak bisa dilanjutkan lagi, dan sang majikan tidak dapat diproses secara hukum karena kurangnya bukti kekerasan yang sebelumnya pernah ia alami ketika bekerja pada majikannya tersebut.

Pengalaman pahit dna kers Ima tersebut menghantarkan dirinya kini yang bisa tampil sebagai salahsatu aktivis anti perbudakan yang bisa bersuara lentang. Kini dengan posisinya sebagai salahsatu dewan, Ima dipercaya menangani berbagai kasus perbudakan yang terjadi, khususnya di Amerika. Ima mendpat kepercayaan untuk wilayah pendanaan para korban pebudkan dan juga sosialisasi dari bahaya perbudkan.

jangan lupa untuk berbagi artikel ini kepada teman anda yang ada di media sosial dengan cara menekan tombol share yang telah disediakan. Jangan lupa pula berbagi komentar mengenai perjalanan panjang Ima Matul dari kisah pedihnya sebagai budak hingga menjadi Dewan Penasehat Gedung Putih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *