Kiprah Atlet Master Indonesia Tiyo Marijo yang Harumkan Indonesia Di Pentas Dunia

Usia bukanlah penghalang untuk mencetak prestasi, baik usia muda ataupun sudah berusia lanjut. Semangat untuk berjuang dan juga konsistensi menjadi hal lain yang membuat seseorang mampu bersinar dalam sebuah bidang. Hal tersebut juga lah yang ditunjukan oleh Tiyo Marijo.Tiyo Marijo dikenal sebagai atlet master pensiunan Marinir KKO AL yang mencetak banyak prestasi di bidang atletik.

Pak Tiyo sendiri memang sudah dikenal sebagai atlet master yang cukup berprestasi. Atlet master sendiri merupakan julukan yang diberikan kepada mereka yang masih terus berkiprah dalam dunia olahraga setelah berusia lebih dari 35 tahun. Berbicara mengenai kiprahnya dalam dunia olahraga, belum lama ini pensiunan berusia 78 tahun ini berhasil kembali menyabet medali emas dalam ajang "30 th Malaysian International Open Master Athletics Championship. Dalam ajang yang digelar di Stadium University Malaysia Kuala Lumpur tersebut Pak Tiyo mampu kembali mempersembahkan kebanggaan bagi Indonesia.

Dalam ajang tersebut Pak Tiyo berlaga dalam cabang olah raga lari 100 meter untuk peserta 75-79 tahun. Ia kemudian berhasil mendapatkan medali emas setelah mencatatkan perolehan waktu 16 detik. Kemengangan Pak Tiyo dalam ajang tersbeut seolah mengulang kesuksesannya di tahun 2015 silam. Kala itu Pak Tiyo juga berhasil mendapatkan medali dalam cabang olahraga yang sama dan catatan waktu yang tidak terlampau jauh berbeda.

tyo marijo atlet master

Ajang World Master Athletic Champhionship (WMAC) yang diikuti oleh Pak Tiyo merupakan ajang bertaraf internasional. Ajang yang memang khusus diperuntukan bagi para atlet master itu digelar rutin dalam jangka waktu dua tahun sekali sejak tahun 1975.

Kiprah Pak Tiyo dalam dunia olahraga bukanlah hal yang baru. Baginya dunia olahraga memang telah menjadi keseharian dan juga kebutuhan. Karena itu, tidaklah heran jika di usianya yang kini menginjak 78 tahun, namun badannya masih bugar dan sehat. Kebugaran badannya juga telah teruji dalam sejumlah kejuaraan atletik atau lari yang diikutinya. Pak Tiyo memang telah berulangkali berlaga di ajang lari bertaraf nasional ataupun internasional. Di setiap kejuaraan yang diikutinya tidak jarang ia membawa pulang sejumlah trofi dan penghargaan.

Ketertarikannya dalam dunia olahraga, khususnya atletik juga membuatnya turut aktif dalam berbagai komunitas dan persatuan olahraga. Pak Tiyo terlibat aktif dalam persatuan PAVI (Persatuan Atlit Veteran Indonesia) dan PAMI (Persatuan Atlit Master Indonesia). Dalam dua wadah tersebut pulalah kesempatan untuk mengikuti kejuaraan seringkalai datang padanya. PAVI dan PAMI seringkali membantu Pak Tiyo ketika hendak berlaga di ajang lari, khususnya yang bertaraf internasional. Selama ini sendiri belum ada bantuan yang pernah ia terima dari pemerintah ketika hendak berlaga di ajang internasional.

Kurangnya dukungan dari pemerintah tidak lantas membuat Pak Tiyo kehilangan asa. Terlihat dari sekian banyak prestasi yang terus ia dulang dalam berbagai ajang, baik dalam maupun luar negeri. Kini Pak Tiyo sendiri menjalani keseharian dengan terus berlatih dan mempertahankan kebugaran tubuhnya. Sedikit tips yang diperoleh darinya, yakni terus berolahraga, berfikiran positif dan mengatur pola makan. Adapaun kaitannya engan pola makan, Pak Tiyo lebih menyukai hidangan “ndeso” berupa umbi-umbian yang direbus.

Keren sekali bukan semangat dan prestasi yang berhasil dicapai oleh Tiyo Marijo ini. Mari berbagi berita dan juga informasi mengenai prestasi anak bangsa dengan cara menekan tombol share yang relah disediakan. Dengan menekan tombol tersebut anda bisa berbagi dengan teman anda yang ada di media sosial. Anda juga bisa berinteraksi dengan pembaca lainnya dengan cara mengisi bagian kolom komentar yang terletak di bawah artikel ini.