07

KEREN! Lampu Berbasis Bakteri Buatan Anak Indonesia yang Mampu Bertahan Seumur Hidup

Inovasi tidak akan pernah berhenti selama kreatifitas dan kebutuhan manusia itu ada.

Banyak sekali hal yang bisa mempengaruhi setiap orang untuk mampu berinovasi terhadap suatu hal, pemenuhan kebutuhan, reaksi terhadap lingkungan sekitar dan berbagai hal lainnya bisa menjadi pemicu besar bagi seseorng untuk melakukan inovasi terhadap sebuah hal.

Lebih lanjut mengenai inovasi, maka berikut ini ada sebuah contoh nyata mengenai inovasi yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari Universitas Brawijaya, yakni Elok Fitriani Tauziat, Nurhasna Fauziyyah, dan M. Alfian Arifin. Tiga orang mahasiswa fakultas perikananan dan ilmu kelautan tersebut membuat sebuah inovasi yang bermanfaat besar dengan memanfaatkan Bakteri Bioluminescene.

07

Pemanfaatan Bakteri Bioluminescene yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa tersebut ialah dengan membuat sebuah bola lampu yang mereka beri nama bola lampu Biolie. Bola lampu yang memiliki sumber pencahayaan dari Bakteri Bioluminescene diketahui memiliki kadar penerangan cahaya hingga 10,68 watt yang cukup untuk dipakai menerangi sebuah ruangan hingga radius 68 meter.

Mungkin banyak yang tidak familiar dengan Bakteri Bioluminescene. Bioluminescene merupakan sebuah bakteri yang bisa anda temukan menempel di dalam tubuh cumi-cumi. Bakteri yang satu ini diketahui mampu mengeluarkan cahaya berwarna biru dan bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan lampu yang tentunya hemat energi. Tingkat daya terang lampu sendiri bisa diatur sesuai dengan jumlah bakteri yang dimasukan dalam lampu. Selain dengan hemat energi, lampu dengan memanfaatkan keberadaan Bakteri Bioluminescene ini juga diketahui tidak menimbulkan panas.

Dengan memanfaatkan bakteri yang terdapat dalam tubuh cumi-cumi tersebut akan ada begitu banyak keuntungan yang bisa kita dapat sebagai pengguna, dari mulai penghematan energi, ramah terhadap lingkungan, harganya yang lebih ekonomis hingga usia pemakaian yang bertahan sangat lama atau dijuluki bisa bertahan hingga seumur hidup. Rahasia lampu ini bisa bertahan sekian lamanya adalah karena Bakteri Bioluminescene yang berada di dalam bola lampu tersebut bisa menghasilkan indukan baru mengantikan bakteri yang mati. Dengan menggunakan lampu ini, tentunya anda tidak perlu memasangkannya ke dalam listrik seperti bola lampu umumnya, anda hanya tinggal meletakannya di tempat yang memang anda perlukan penerangan.

Meskipun demikan untuk tetap bertahan hidup anda hanya tinggal memberikan sejumlah asupan nutrisi pada bakteri yang terletak di dalam bola lampu tersebut. nutrisi yang diberikan berupa nutrisi organik yang anda peroleh dari sayuran yang anda fermentasi dan kemudian dicampur dengan beberapa bahan yakni EM4, kecap serta gula lantas dikeringkan.

Elok yang merupakan salahsatu mahasiswa yang turut terlibat dalam inovasi pembuatan lampu unik dan sangat bermanfaat ini mengatakan jika dengan hadirnya lampu biolie ini semoga bisa menjadi jawaban bagi permasalahan krisis energi yang semakin hari semakin terlihat. Apalagi kini kebutuhan akan energi terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tapi di sisi lain keberadaan energi yang berasal dari fosil semakin menipis saja. Semoga secepatnya keberadaan lampu satu ini bisa direalisasikan dan dimanfaatkan di masyarakat secara luas.

Demikianlah prestasi membanggakan anak Indonesia yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang banyak dengan hasil karyanya berupa lampu bakteri yang bisa tahan seumur hidup. Dengan karyanya yang sangat mengagumkan ini tentunya bisa menjadi sebuah pilihan terbaik yang bisa menjadi alternatif hemat energi, apalagi permasalahan krisis energi menjadi semakin nyata dari waktu ke waktu.

apa yang anda pikirkan mengenai lampu bakteri yang unik dan mengagumkan ini? Silahkan berikan komentar anda tersebut dengan mengisi kolom komentar yang terlah disediakan pada bagian bawah artike. Lanjutkan dengan membagikan artikel ini kepada teman anda di media sosial dengan hanya menekan tombol share yang sudah disediakan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *