Automatic Dependent Surveillance Broadcast

Keren! Indonesia Mampu Produki Sendiri Teknologi Navigasi

Perkembangan teknologi yang kian bertambah laju dan cepat membuat kita harus semakin sadar dan belajar. Semangat bersaing dan mandiri menjadi modal utama agar bangsa kita tidak selalu harus bergantung pada teknologi yang dihasilkan bangsa lainnya. Justru dengan kemampuan kita untuk membuat semuanya sendiri menjadi sebuah modal bagi bangsa kita untuk terus maju dan berkembang.

Sebagaimana kita ketahui bersama Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang salahsatu moda trasportasi utamanya adalah pesawat udara. Dengan demikian kelengkapan moda trasnportasinya begitu penting untuk dipikirkan. Salahsatunya adalah peralatan navigasi. Belum semua bandara memiliki kelengkapan navigasi yang memadai. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan penerbangan dalam negeri.

Automatic Dependent Surveillance Broadcast

Berbicara lebih lanjut mengenai sistem penerbangan dan teknologi navigasinya, ternyata Indonesia kini sudah mampu membuat sistem navigasinya sendiri. Teknologi navigasi yang diproduksi berupa Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) yang berfungsi memantau lalu lintas pesawat yang ada di sekitar bandara. Kini teknologi tersebut sudah mendapatkan sertifikasi yang diberikan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

Sebelumnya teknologi navigasi bandara tersebut banyak diimpor oleh negara luar seperti Perancis. Tentunya dengan mengimpor akan ada banyak kekurangan, seperti harga yang mahal dan banyak lagi lainnya. Berbeda jika teknologi tersebut sudah mampu diproduksioleh para insinyur dalam negeri. Teknologi navigasi tersebut nantinya bisa lebih merata digunakan di berbagai bandara di dalam negeri khususnya di tempat yang berkontur sulit seperti Papua.

Budi Karya Sumadi selaku menteri perhubungan mengungkapkan kebanggaannya terhadap apa yang telah mampu dilakukan oleh anak bangsa. Menurutunya kini kita telah melewati batasan yang tadinya hanya sekedar menjadi seorang pengguna namun kemudian menjadi pembuat. Hal tersebut menunjukan bahwa kemandirian kita sebagai sebuah bangsa berkembang. Hal ini akan berpengaruh terhadap banyak hal termasuk penghematan devisa dan pembukaan lapangan kerja baru.

Teknologi navigasi ADS B ini merupakan salahsatu teknologi yang begitu dibutuhkan dalam penerbangan dalam negeri. Menurut Budi komunikasi yang kini terjadi di lapangan sudah tidak bisa lagi ditangai melalui komunikasi radio. Hal tersebut diakibatkan lonjakan penumpang pesawat yang kian waktu kian bertambah.

Sistem dan teknologi ADS B bautan anak bangsa ini rencananya akan dipasang di 6 bandara di Papua. Menurut Hammam Riza selaku Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM-BPPT) teknologi ADS B ini sangatlah cocok dan pas dengan kontur yang dimiliki oleh Papua. Meskipun demikan, keberadaan ADS B ini bukanlah ditujukan menggantikan radar.

Setelah Papua, Hammam Riza mengharapkan jika 200 bandara lainnya di seluruh Indonesia berturut-turut mulai menggunakan teknologi yang sama. Menurutnya ADS B ini merupakan sebuah kebanggaan yang besar bagi Indonesia. Palagi diketahui jika teknologi yang ada di dalam ADS B ini setara dengan produk buatan luar negeri yang selama ini digunakan oleh bandara besar dalam negeri pada umumnya. Dengan demkian tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan produk navigasi ADS B buatan anak dalam negeri ini.

Bagaimana? Apa tanggapan anda terhadap hasil karya anak bangsa yang kini semakin luar biasa saja.? Keberadaan sistem navigasi buatan anak bangsa tentunya bisa menjadi sebuah support system bagi perkembangan transportasi udara dalam negeri. Apalagi diketahui jika kemampuan dan teknologi yang tertanam di dalamnya memiliki kesetaraan dengan produk luar yang banyak kita gunakan sebelumnya.

Jangan lupa untuk menekan tombol berbagi untuk membagikan artikelnya melalui media sosial anda masing-masing. Mari berbagi sekarang juga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *