Inilah Fakta Di Balik Gas Metana Yang Dihasilkan Oleh Sapi! Simak Faktanya Brikut Ini!

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan keberadaan binatang ternak berupa sapi di sekitar tempat tinggal anda.

Di banyak daerah di Indonesia, sapi sendiri masih termasuk ke dalam hewan ternak yang cukup mudah ditemukan terlebih di daerah pedesaan. Keberadaan sapi tidak hanya dimiliki oleh para peternak besar saja, bahkan warga biasa pun bisa memeliharanya ternak yang satu ini satu atau dua sapi. Harganya yang lumayan menjanjikan ketika dijual menjadi salahsatu bentuk investasi yang sangat menjanjikan bagi siapa saja yang memeliharanya. Oleh karena cukup banyak sekali orang yang kemudian memelihara hewan trnak satu ini, apalagi di musim terntentu seperti musim haji atau idul adha sapi menjadi salashatu hal yang paling banyak diari dan diminati untuk dibeli selain dengan kambing.

Selain dijual sebagai sapi secara utuh, terkadang juga pemanfaatan dari segi tenaga masih dibutuhkan, atau mungkin juga dari daging serta susunya yang secara berkala bisa diambil. Selain itu juga, pemanfaatan dari kotoran sapi sebagai pupuk serta sebagai bahan bakar dan pembentuk gas menjadi kelebihan lain dari sapi yang selama ini umum diketahui, namun di balik itu semua ternyata ada fakta lain yang cukup mengejutkan bagi anda yang belum mengetahuinya.

08

Tahukah anda jika pada faktanya sapi ini merupakan salahsatu faktor penyumbang terbesar bagi global warming atau pemanasan global yang digadang-gadang bertahun kemudian menjadi permasalahan serius karena bisa merusak populasi dan mengancam keberadaan kehidupan di bumi. Sapi diketahui mampu menjadi faktor penyebab global warming itu karena ia memproduksi gas metena yang sangat cukup berpengaruh pada pemanasan global. Jika selama ini anda mengetahui jika CO2 merupakan faktor utama, justru gas metana ini mengandung emisi efek rumah kaca hingga 23 lebih berbahaya dari CO2 sebagai penyebab global warming.

Mungkin anda bertanya bagaimana bisa sapi menhasilkan metena yang kemudian berpengaruh besar terhadap pamanasan global. Seperti yang diketahui jika metana merupakan bentuk gas anaerobik yang dihasilkan melalui proses yang alamiah. Salahsatu proses alamiah yang menciptakan gas metana ini adalah proses pencernaan dari sapi. Proses pencernaan sapi berjalan begitu lambat sehingga pada akhirnya banyak menghasilkan gas metana yang ada pada kentut sapi.

Penelitian secara langsung pernah dilakukan di Argentina sebagai salahsatu negara penghasil daging sapi paling besar di duna, dengan artian negara ini memiliki bayak sekali ternak api yang turut menyumbang produki gas metana yang tidak kalah besarnya. Didapatkan fakta jika dari total keseluruhan penyebab efek rumah kaca di Argentina, 30% didapatkan dari gas metana yang dihasilkan dari ternak sapinya. Tentunya jumlah yang demikian besarnya perlu mendapat perhatian yang lebih. Hal ini juga tidak lepas dari pola konsumsi manusia yang terkadang berlebih sehingga turut menyumbang hal-hal yang sebenarnya bisa menjdai destruktif bagi kehidupannya sendiri, meskipun demikian ada hal lain yang bermanfat dari sapi sendiri yang tidak mungkin diabaikan begitu saja, sehingga alangkah lebih baik mencoba meminimalisir dampak buruk yang bisa saja terjadi dari hal tersebut.

Bagaimana Sudah tahu sekarang fakta di balik kentut sapi yang ternyata menjadi salahsatu penyumbang pertambahan pemanasan global atau global warming. Bagikan informasi penting dan unik ini kepada teman ataupun sahabat anda yang berada di medi sosial yang anda miliki. Jangan lupa juga untuk berbagi komentar mengenai artikel kentut sapi ini dengan mengisi kolom yang sudah disediakan pada bagian bawah artikel.

Leave a Reply