Ibu Ini Menangis Ketika Menelpon Anaknya, Apa yang Terjadi Selanjutnya? Yuk Simak Di Sini!

Ibu merupakan wanita terhebat untuk anak-anaknya, perjuangan dan pengorbanan seorang ibu untuk anak-anaknya tidak bisa dihitung dan dinilai oleh apapun.

Perjuangan seorang ibu terlihat pertama kali ketika dirinya mengandung anaknya. Selama sembilan bulan ia mengandung sang anak, tidak bisa tidur dengan nyaman, dan tidak bisa makan apapun yang ia inginkan karena harus menjaga kesehatan sang anak dalam kandungan, namun meskipun begitu ia tidak mengeluh sama sekali. Hari-harinya yang dilaluinya tidak sama seperti dulu, banyak sekali yang dirasakan, namun ia tetap menjalaninya seolah-olah tidak ada yang ia rasakan.

Setelah sembilan bulan mengandung, ia berjuang untuk melahirkan anaknya ke dunia ini. Ketika itu, ia harus mempertaruhkan hidup dan matinya. Bahkan ketika diberikan pilihan, ia akan memperjuangkan hidup anaknya daripada dirinya sendiri.

Mother-inspiration11

Perjuangan seorang ibu tidak sampai disana saja, setelah melahirkan sang anak ia pun harus berjuang merawat dan mendidik anak-anaknya. Merawat dan mendidik seorang anak tentunya tidak mudah, namun ia tidak pernah mengeluh sama sekali. Ketika dihadapkan oleh kenakalan-kenakalan sang anak, tentunya kesabarannya akan teruji pada saat itu, kesal dan marah mungkin ia rasakan, namun ia menyembunyikan itu semua.

Kebahagiaan sang anak adalah prioritas utama untuk seorang ibu, maka dari itu ia rela melakukan apapun demi kebahagiaan sang anak. Ia juga tidak pernah memikirkan dan menghiraukan dirinya sendiri.
Melihat begitu besar perjuangan dan pengorbanan seorang ibu untuk anak-anaknya, tetapi tetap ada saja anak yang tidak bisa mengerti akan itu semua. Ada di antaranya beberapa anak yang tidak peduli kepada ibunya sendiri, seolah-olah ia lupa akan perjuangan dan pengorbanan yang pernah dilakukan oleh sang ibu untuk dirinya. Keadaan seperti ini tidak hanya bisa kita saksikan di sinetron saja, karena faktanya keadaan tersebut juga bisa kita saksikan di tengah-tengah kehidupan sehari-hari kita.

Banyak anak yang mencampakan orangtuanya sendiri ketika ia telah sukses atau mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Jangankan untuk membalas jasa dan budi kepada orang tuanya, menjenguk atau bahkan mengabarinya pun rasanya sulit untuk dilakukan.

Nah, di bawah ini kami sajikan sebuah video untuk anda semua, dimana video singkat berdurasi 3 menit 27 detik ini menceritakan kisah seorang ibu yang dicampakan oleh anaknya sendiri. Ibu ini tinggal di sebuah perkampungan, umurnya sudah tidak muda lagi, terlihat dari jalannya yang tertatih-tatih.

Ibu tua ini keluar dari rumahnya untuk menuju suatu tempat. Ditengah-tengah jalan ia mengeluarkan kain yang berisi secarik kertas, dimana pada kertas tersebut tertuliskan no telepon sang anak yang sedang merantau. Perjalanan ibu tua ini akhirnya sampai pada tempat yang ia tuju, yakni warung telepon. Ia menghampiri seorang pria dan mengeluarkan kertas yang dibungkus oleh kain dengan tujuan meminta tolong untuk menghubungi anaknya. Setelah pria ini mencoba menghubungi anak ibu tua tersebut, ia kemudian memberikan telponnya. Ibu tua tersebut mulai mendekatkan telpon ke telinganya dengan penuh harapan, namun apa yang terjadi? Ternyata nomor yang dituju oleh ibu tersebut tidak tersedia. Ibu ini menangis penuh haru, sambil mengatakan bahwa ia sangat merindukan anaknya tersebut. Karena tidak bisa berbicara dengan anaknya, ibu tersebut kemudian pergi dengan rasa kecewa.

Nah, sahabat kisah ini merupakan salah satu bukti atau gambaran tentang ketidakpedulian seorang anak kepada orang tuanya. Semoga kita bukan termasuk ke dalam golongan anak-anak seperti itu. Semoga kita semua bisa membahagiakan dan memberikan semua yang terbaik untuk ibu kita masing-masing. Di bawah ini video yang bisa anda saksikan.

Bagikan kisah ini kepada teman anda agar mereka senantiasa mengingat orangtuanya.