House Of Sampoerna: Berwisata dan Belajar Dari Rokok Paling Legendaris Di Indonesia

Mungkin sebagian besar orang enggan menghabiskan liburan dan berwisata ke tempat tempat bagus seperti musium.

Jika kamu berniat menghabiskan liburanmu sepertinya sangat tidak ada salahnya jika kamu menyempatkan diri untuk berekreasi sekaligus menambah pengetahuan dengan cara mengunjungi musium. Berbicara mengenai musium maka kini ada sebuah musium komersil baru yang terletak di kota Surabaya. Musium ini berisikan mengenai sejarah dan properti bersejarah milik sebuah merek dagang rokok ternama dan keluarga kaya di Indonesia yaitu Sampoerna.

Nama Sampoerna memang sudah sangat tidak asing terdengar di telinga kita. Kini kita bisa melihat dan mengetahui perkembangan sejarah sebuah merek dagang atau merek komersial dari rokok yang sangat melegenda di Indonesia. Dengan mengunjungi musium komersial House Of Sampoerna kini kita bisa melihat segala hal tentang merek dagang Sampoerna dan properti-properti yang dimilikinya dari awal berdirinya perusahaan rokok tersebut hingga sekarang. Banyak juga aset-aset sang pemilik, seperti mobil-mobil tua yang di pajang dan dipertunjukan kepada pengunjung.

House Of Sampoerna: Berwisata Sekaligus Belajar Dari Mengenai Rokok Paling Legendaris Di Indonesia

Mengunjungi musium ini bisa membuat liburanmu menjadi cukup berkesan dan tidak perlu harus mengeluarkan kocek yang sangat besar. Dengan biaya masuk yang gratis atau tidak membayar samasekali pengunjung boleh secara bebas masuk dan melihat perkembangan sebuah sejarah sebuah perusahaan rokok terkemuka dan legenda di Indonesia, serta merasakan nuansa khas zaman dahulu melalui berbagai pengalaman yang bisa kamu dapatkan di dalamnya.

Musium House Of Sampoerna ini berada di dalam bangunan besar bergaya kolonial Belanda dengan arsitektur yang sangat khas, 4 pilar yang menyangga bagian depannya di desain seperti 4 batang rokok Dji Sam Soe. Berdiri di sebuah situs bersejarah bekas panti asuhan Belanda, bangunan ini berdiri sejak tahun 1862 dan sempat dijadikan pabrik pembuatan rokok kretek linting terkenal di Indonesia. Di dalamnya terbagi dalam 2 lantai terdapat beberapa bagian area, di mana tiap area menampilkan bagian masing-masing sesuai dengan areanya. Jika kita naik terlebih dahulu ke alantai 2 maka kita akan menemukan ruangan penjualan souvenir dan tempat pemutaran video. Video yang ada yaitu mengenai pembuatan rokok pada masa dulu.

Pada lantai pertama kita diajak mengelilingi sejarah dalam ruang pamer, pada watu area kita diperlihatkan berbagai properti dari keluarga Sampoerna dari mulai lemari, meja belajar, hingga gaun pengantin dari keluarga ini. di area lain kita bisa melihat bagaimana teknik pembuatan rokok dengan visualisasi berupa oven dan berbagai pernak-pernik alat produksi pembuatan rokok.

Sebenarnya dengan mengunjungi tempat ini kita sudah bisa menikmati paket lengkap wisata. Di area sekitar musiumnya saja kita sudah tersedia beberapa tempat yang menarik seperti cafe dan galeri seni. Di dalam galeri seni kita bisa menemukan beragam koleksi lukisan dan gambar kontemporer yang sangat menarik. 

Musium ini juga mneyediakan bus gratis yang bisa mengantarkanmu unutk berkeliling kota Surabaya. Bus tur pariwisata ini khusus disediakan pengelola musium untuk para pengunjung, dan untuk ikut menggunakan bus tersebut kita tidak perlu membayar, karena busnya tersedia secara gratis. Meskipun demikian jika ingin mencoba menaikinya kita harus mengantri sesuai jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. 

Sejarah Singkat Sampoerna

Sampoerna merujuk kepada merek dagang rokok terkemuka di Indonesia dan merupakan salahsatu yang merajai pasar rokok di Indonesia. Sampoerna sendiri sebenarnya merupakan sebuah trah keluarga pendiri perusahaan rokok tersebut. Lim seeng Tee yang merupakan generasi awal dari dinasti keluarga ini. ia merantau dari negeri asalnya di Tiongkok ke Indonesia dan mulai mendirikian sebuah perusahaan rokok Sampoerna pada tahun 1913.

Perjalanan hidup dari Lim Seeng Tee sendiri sebenarnya sangat tidak mudah hingga bisa mencapai kata sukses. Lim Seeng Tee hijrah dari negerinya karena ayahnya yang meniggal sehingga ia bersama ibu dan asiknya memilih pergi merantau. Dalam perjalannya Lim Seeng Tee sempat bekerja di beberapa tempat seperti di pabrik kecap, bekerja di rumah makan, menjual batu bara, menjual makanan di kereta kelas bawah, hingga melayani para tuan dan noni Belanda yang pada saat itu masih bertindak sebagai penguasa di Hindia Belanda di kereta kelas 1.

Kesuksesannya sendiri di mulai ketika ia menemukan seorang wanita yang ia rasa sangat pas mendampinginya yaitu Siem Tjiang Nio. Siem Tjiang Nio juga merupakan peranakan Tionghoa yang tinggal di pusat kota Surabaya, meskipun kedua orang tua Siem Tjiang Nio tidak menyetujui hubungan antara anaknya dengan Lim, tapi toh keduanya tetap menikah secara diam-diam dengan restu nenek dari Siem. Setelah menikah mereka mencoba membuka usaha berjualan kue dan Lim mendapat tawaran bekerja pada sebuah perusahaan rokok di Lamongan. Dengan tawaran upah yang cukup baik akhirnya Lim mencoba peruntungan dan mengambil kesempatan untuk bekerja di sana. Upah yang selama itu ia dapat dari hasil bekerja di pabrik rokok ia tabung dan hasilnya ia pakai untuk membuka kios klontong yang menjual berbagi keperluan, di mana untuk sampingannya ia juga menjual rokok kepada pengecer dan grosir.

Awal kebangkitan usahanya adalah ketika adanya pembangunan jembatan yang membuat arus lalu lintas mengarah ke tokonya. Pembeli kala itu menjadi membludak dan keuntungan meningkat dengan pesat, meskipun pada 1916 tokonya mengalami kebakaran. Beruntung berkat bantuan kerabatnya Lim mampu membangun kembali tokonya hanya dalam waktu seminggu saja. Lim kemudian mencoba peruntungan dengan membeli aset-aset sebuah perusahaan rokok yang hendak gulung tikar dengan bantuan tabungan istrinya. Hal tersebut membuat usahanya berkembang pesat, sebab rokok yang ia jual sangat disukai oleh masyarakat kala itu.

Perusahaannya terus berkembang hingga ia menemukan racikan rokok 235 Dji Sam Soe yang akan membuat keluarganya merasakan kesuksesan luar biasa hingga 4 generasi ke depan. Dari mulai itu lika-liku kehidupan Liem terus bergulir mengiringi kesuksesan Dji Sam Soe yang sat itu bahkan hingga pernah menjadi alat tukar alternatif di saat keuangan Belanda sedang tidak stabil. Usah lain yang ernah dijalaninyaadalah pembukaan bioskop di mana orang-orang besar pernah mengunjunginya antara lain Charlie Caplin dan Soekarno. Kehidupannya juga diwarnai dengan penahanan dan penjara terkait dengan intrik masa perjuangan dan pemerintahan pada masa pernag penjajahan dan transisi pemerintahan. Kini merek rokok dan perusahaan mereka tetap terdengar setelah beberapa generasi bergulir dan tetap bertahan setelah sekian lama. Meskipun sangat disayangkan mereka harus menghentikan tradisi warisan keluarga dalam pengelolaan perusahaan rokok HM Sapoerna ini yang pada tahun 2005 silam kepemilikannya mayoritasnya jatuh ke sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia asal Amerika Serikat Phillip Morris. Adapun beberapa merek rokok terkenal yang lahir dari perusahaan ini adalah kretek Dji Sam Soe yang dijuluki sebagai raja kretek, Sampoerna kretek, A Mild, U Mild, dan yang paling terkenal di dunia Marlboro sebuah rokok putuh yang dikonsumsi oleh mayoritas perokok dunia.

Tertarik berkunjung? Jangan lupa berikan komentar dan share ke teman-temanmu ya.

Leave a Reply