Lebaran Sebentar Lagi, Yuk Ketahui Fakta Unik dan Menarik Seputar Ketupat

Lebaran sebentar lagi, berbagai persiapan dilakukan oleh umat Muslim untuk menyambut hari raya ini. Mulai dari membuat kue hingga menyajikan menu khas saat lebaran, yakni ketupat. Seperti yang kita ketahui, ketupat adalah makanan khas yang selalu ada ketika Idul Fitri. Ketupat terbuat dari daun kelapa muda yang diisi dengan beras.

Ketupat biasanya dikonsumsi dengan sajian khas lebaran lainnya sesuai dengan selera. Karena saat ini sudah banyak pedagang yang menjual bungkus ketupat, kita jadi lebih mudah ketika membuat ketupat. Tinggal mengisinya beras lalu dimasak hingga matang.

Tahukah anda? Ketupat memiliki berbagai fakta unik dan menarik. Penasaran apa saja? Yuk simak di bawah ini.

Fakta Unik dan Menarik Seputar Ketupat

Ketahui Fakta Unik dan Menarik Seputar Ketupat

Selain identik dengan hari raya Idul Fitri, ketupat juga ternyata memiliki fakta unik dan menarik lainnya seperti berikut ini.

Ketupat Diperkenalkan Sunan Kalijaga

Fakta ketupat yang pertama yaitu menurut sejarahnya. Berdasarkan sejarahnya ketupat itu sendiri diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat Jawa. Pada saat itu Sunan Kalijaga membudayakan menghidangkan ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda kepada masyarakat Jawa. Kemudian dibentuk dua Bakda, yakni Bakda Lebaran, serta Bakda Kupat.

Perbedaan keduanya yaitu Bakda Lebaran yaitu dilaksanakan ketika Hari Raya Idul Fitri, sedangkan Bakda Kupat dilaksanakan satu minggu setelah hari Lebaran. Di masa lampau, pada hari Bakda Kupat di Jawa hampir setiap rumah membuat atau menganyam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda, kemudian dimasak. Ketupat yang sudah selesai dimasak lalu diantarkan pada kerabat yang lebih tua dan pada akhirnya ketupat ini menjadi lambang kebersamaan.

Ketupat Mempunyai Banyak Sebutan

Dari berbagai daerah ketupat memiliki sebutan yang berbeda-beda. Dimana perbedaan sebutan ketupat itu karena perbedaan budaya serta Bahasa. ‘Kupat’ menjadi sebutan ketupat suku Jawa dan Sunda. Sedangkan di Bali ketupat ini disebut dengan ‘Tipat’. Sedangkan masyarakat Minangkabau menyebutnya dengan ‘Katupek’, Masyarakat Madura menyebutnya dengan ‘Ketopak’. Gorontalo menyebutnya dengan ‘Atupato’ dan masih banyak lagi sebutan-sebutan lainnya berdasarkan daerah asalnya.

Memiliki Makna yang Dalam

Fakta selanjutnya dari ketupat yaitu berdasarkan maknanya. Diketahui ketupat memiliki makna yang dalam. Ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda ini dianyam dengan rumit dan memiliki makna tentang berbagai kesalahan manusia. Seperti anyaman tersebut, kesalahan-kesalahan manusia itu rumit dan berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya.

Sedangkan nasi berwarna putih yang terdapat di dalamnya bermakna sebagai kesucian hati. Esensi dari ketupat itu sendiri yaitu ketika kita melepaskan atau memotong segala kesalahan maka dari itu kita akan kembali putih dan suci.

Jadi secara tidak langsung ketupat adalah simbol dari kesalahan serta kesucian manusia. Dengan memotong ketupat maka sama artinya sebagai usaha untuk memutuskan kesalahan tersebut dan kembali menjadi putih suci  sebagaimana warna nasi yang terdapat dalam ketupat.

Ketupat Dipercaya Sebagai Media Penolak Bala

Selama ini memang kita mengenal ketupat sebagai makanan khas hari raya Idul Fitri. Namun sebenarnya selain itu ketupat juga sering digunakan sebagai media untuk penolak bala. Beberapa daerah Jawa menggunakan ketupat untuk digantungkan di daun pintu. Dimana tujuan dari menggantungkan ketupat ini yaitu untuk penolak bala dari hal-hal yang tidak baik.

Kemudian di masyarakat Barabai, ketupat menjadi makanan untuk para lelaki yang memanjatkan doa ketika melakukan ritual tolak bala. Dimana ketupat yang dimakan tersebut dicampurkan dengan kuah, serta lauk pada satu wadah.

Memiliki Bentuk yang Beragam

Tahukah anda? Ketupat ternyata tidak hanya berbentuk persegi atau wajik saja, namun bentuk ketupat itu sendiri ternyata memiliki ragamnya.

Misalkan ketupat Sidapurna yang memiliki bentuk huruf P yang terbalik. Kemudian ada juga ketupat bebek dengan ukuran yang mungil dengan bentuk bagian bawahnya agak membulat serta ujungnya dibiarkan panjang dan miring ke bagian atas seperti paruh bebek.

Selain itu terdapat juga ketupat pandawa yang memiliki bentuk segitiga yang bagian ujungnya yaitu berupa 2 helai janur yang dibentuk kepang. Selain itu, ketupat Bata ataupun Luwar memiliki bentuk yang unik, bentuknya persegi panjang atau mirip dengan batu bata. Lalu masih banyak lagi bentuk ketupat yang lainnya. Beragamnya bentuk ketupat ini diketahui karena keberagaman budaya serta tradisi di Indonesia.

Ketupat Menjadi Simbol Permintaan Maaf

Ketupat juga menjadi simbol permintaan maaf ketika sudah dicampurkan dengan menu bersantan. Pada saat sudah dicampurkan dengan menu bersantan kemudian sering disebut dengan kupa santen. Kupa santen pada budaya Jawa memiliki kepanjangan ‘ kulo lepat nyuwun ngapunten’ atau artinya yaitu ‘ saya salah, mohon maaf’. Itulah mengapa ketupat sering dijadikan simbol sebagai permohonan maaf.

Baca juga : 5 Tradisi Lebaran Idul Fitri Paling Unik di Seluruh Dunia

Bungkus Ketupat Tidak Selalu dari Daun Kelapa Muda

Daun kelapa muda pada umumnya digunakan sebagai pembungkus ketupat. Namun, sebenarnya ketupat ini tidak selalu harus dibungkus dengan daun kelapa muda. Ada bahan lainnya yang biasanya digunakan untuk membungkus ketupat, misalkan daun palas. Dimana daun ini biasanya digunakan masyarakat Malaysia untuk membungkus ketupat. Meskipun bungkusnya berbeda, namun ketupat yang dibungkus oleh daun kelapa muda ataupun daun palas rasanya tidak jauh berbeda.

Ketupat menjadi makanan khas Lebaran. Hampir setiap rumah membuat ketupat di hari raya umat Muslim ini. Biasanya ketupat disajikan dengan aneka lauk yang nikmat seperti opor, semur daging dan lain sebagainya. Nah, setelah mengetahui fakta ketupat yang menarik dan unik, ketahui juga cara membuat ketupat di bawah ini.

Cara Membuat Ketupat

Ada beberapa bahan yang harus disiapkan seperti berikut ini:

  • Beras
  • Air matang
  • Daun pandan
  • Garam
  • Anyaman ketupat

Langkah-Langkah Membuat Ketupat :

  1. Sebelum digunakan untuk membuat ketupat, beras harus dicuci terlebih dahulu.
  2. Air pada baskom diganti dan rendam beras selama 10 hingga 15 menit.
  3. Taburkan garam pada beras. Lalu aduk merata dan diamkan lagi beberapa saat.
  4. Jika bumbu sudah meresap, air rendaman beras dibuang dan silakan beras ditiriskan selama beberapa saat.
  5. Jika berasnya sudah kering, anda bisa langsung memasukannya ke dalam bungkus ketupat yang telah disediakan dengan potongan daun pandan yang sudah anda siapkan. Tambahan daun pandan akan memberikan aroma wangi dan rasa yang gurih.
  6. Silakan masukan air ke dalam panci dan rebus hingga setengah mendidih. Lalu masukan ketupat yang sudah diisi beras hingga terendam. Rebus ketupat selama sekitar 4 hingga 5 jam. Setelah matang, ketupat bisa anda angkat.
  7. Ketupat yang sudah diangkat bisa dicelupkan ke dalam air dingin dan tunggu selama beberapa menit. Lalu anda bisa meniriskannya dengan cara digantung.

Nah, itulah dia beberapa makna ketupat dan langkah-langkah membuat ketupat.  Semoga informasi yang kami berikan untuk anda bermanfaat.

Leave a Reply