Danau Sentani, Kekayaan Budaya di Tanah Papua

Danau Sentani, Kekayaan Budaya di Tanah Papua – Potensi wisata di tanah air memang seakan tidak pernah ada habisnya. Dari waktu ke waktu selalu muncul tempat yang baru dengan daya tarik mewah yang bagi sebagian orang belum terlalu familiar dengan tempat ini. Biasanya para pecinta jalan-jalan atau para pelancong akan senang menjelajahi tempat baru dengan panorama yang indah dan suasana yang begitu mempesona. Daya tarik semacam ini seakan menjadi bayaran yang sepadan atas perjuangan untuk bisa sampai ke tempat-tempat wisata menarik yang mungkin oleh sebagian orang belum terlalu mengenal tempat yang satu ini.

Bila anda menelusuri titik demi titik tempat wisata di tanah air rasanya tidak akan cukup waktu kita habiskan untuk menjelajahi semua spot yang ada. Untuk itu, ketika ditemukan tempat baru yang punya daya tarik yang istimewa maka tidak ada salahnya segera memenuhi rasa penasaran dengan mengunjungi tempat tersebut. Nah, salah satunya seperti Danau Sentani yang ada di tanah Papua.

Ya, wilayah Indonesia Timur ini memang menjadi surga bagi banyak keaneragaman tempat menakjubkan yang seolah menjadi surga yang tersembunyi di tanah nan megah ini. Sebagian para pelancong akan setuju jika Papua adalah surga bagi keindahan alam baik hutan maupun baharinya. Selain terkenal dengan wisata Raja Ampat yang begitu menakjubkan ada pula Danau Sentani yang belakangan ini banyak dibicarakan keindahannya. Seperti apa sih Danau Sentani ini? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Lagenda Danau Sentani

Danau Sentani, Kekayaan Budaya di Tanah Papua

Tak hanya terkenal sebagai tempat yang indah nan mempesona, Danau Sentani pun punya kisah lagenda yang cukup menarik yang juga menjadi salah satu daya tarik di tempat ini. Konon pada zaman dahulu sebelum danau ini ditemukan, ada sekumpulan penduduk purba di wilayah Papua yang tengah melakukan penjelajahan panjang guna menemukan wilayah baru untuk ditempati. Uniknya, para penjelajah tersebut kabarnya tak hanya datang dengan kaki dan tangan kosong. Melainkan mereka mengendarai seekor naga. Sayangnya, karena sebuah alasan naga tersebut tidaklah kuat untuk bisa terbang kembali ke udara.

Akhirnya naga tersebut jatuh terpeleset pada sebuah danau besar. Singkat cerita naga tersebut mati terendam di dalam danau tersebut. Namun tidak dengan para penunggang naga. Beberapa penunggang naga terjebak di atas bagian tubuh naga yang masih menyembul ke atas permukaan air danau.

Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya mereka yang selamat dan terdampar di pulau tersebut memutuskan untuk tinggal di atas tubuh naga yang terdampar tersebut untuk kemudian dijadikan temoat tinggal.

Kabarnya, kepala naga itu menjadi pulau di sisi Timur danau. Sementara bagian kepalanya menjadi sisi barat dari danau tersebut dan tubuhnya menjadi bagian tengah yang dinamakan dengan Pulau Asei. Lagenda ini tengah tersebar di masyarakat sekitaran Danau Sentani dan masih menjadi kepercayaan yang dijunjung tinggi sebagai warisan budaya leluhur oleh masyarakat sekitaran.

Berawal dari cerita lagenda para penunggang naga ini, Danau Sentani menjadi salah satu danau yang cukup terkenal di Papua. Bukan hanya itu, keindahan pemandangan dan panorama di tempat ini pun begitu mempesona sehingga banyak orang tertarik untuk menyambangi tempat yang satu ini.

Tak hanya itu, Danau Sentani pun menjadi salah satu pariwisata unggulan yang dimiliki Papua. Danau dengan pemandangan yang begitu surgawi ini meliputi 24 desa dengan kesenian serta warisan budaya yang beragam dan begitu khas. Tak heran, bila anda berwisata ke tempat ini anda pun akan tentu merasakan variasi akulturasi yang beragam yang tentunya akan sayang bila dilewatkan sebab anda akan secara langsung menikmati pengalaman berbaur bersama dengan masyarakat desa sekitaran.

Daya Tarik Danau Sentani

Danau Sentani, Kekayaan Budaya di Tanah Papua

Bukan hanya kesenian dan budaya serta panorma yang begitu memanjakan mata. Ada juga daya tarik yang tidak bisa ditolak saat anda berkunjung ke tempat yang satu ini. Salah satunya yakni kekayaan alamnya yang begitu luas dan beraneka ragam. Dijamin saat anda mampir dan berkunjung ke tempat ini anda akan banyak menjumpai hal-hal yang belum anda jumpai sebelumnya.

Beberapa keaneka ragaman hayati yang bisa anda jumpai saat berkunjung ke tempat ini diantarnya adalah Pohon Matoa dengan buahnya yang manis dan khas seperti buah kelengkeng. Kemudian adapula pohon pinang maupun kayu putih yang menjadi tanaman yang mudah dijumpai di sekitaran danau. Berbagai jenis fauna darat dan air pun akan pula menghhjiasi dan melengkapi pemandangan anda di tempat ini.

Seperti halnya kupu-kupu dengan corak yang indah dan cantik kemudian adapula ikan lohan, ikan tawas yang tersebar di perairan Danau Sentani. Bahkan konon katanya ikan hiu gergaji air tawar yang kini menjadi hewan yang sudah punah pun pernah menjadi ikan khas yang ada di Danau Sentani ini.

Keberagaman dan daya tarik di Danau Sentani ini tak hanya berhenti sampai dijadikan tempat pariwisata itu saja. Namun keunggulan ini dibawa ke tingkat yang lebih tinggi oleh pemerintah setempat melalui hadirnya festival Danau Sentani. Nah, untuk lebih lengkapnya lagi tentang ulasan yang satu ini mari simak di bawah ini.

Festival Danau Sentani

Danau Sentani, Kekayaan Budaya di Tanah Papua

Salah satu daya tarik yang seringkali menyita perhatian para pengunjung Danau Sentani adalah keberadaan festival yang begitu unik dan meriah. Penyelenggaraan festival ini diadakan setiap tanggal 19 juni yang sekaligus merupakan persembahan sebagai bentuk  melestarikan budaya leluhur dan juga menjadi lambang keharmonisan antara sesama warga antar suku. Hal ini seolah berusaha memecah stigma bahwa Papua adalah tanah yang seringkali berkonflik dan bersih tegang akan banyak hal.

Namun kehadiran festival ini sengaja disuguhkan untuk memberikan suguhan yang baru dan segar dari bentuk kerukunan masyarakat Papua dalam menjalin kehidupan bermasyarakat dan hidup saling bergotong royong.

Untuk para partisipan festival yang ada di Danau Sentani sendiri adalah mereka yang termasuk ke dalam paguyuban di wilayah Kota maupun Kabupaten Jayapura. Anda yang menyaksikan festival ini akan dijamin terpesona sebab pertunjukan yang memadukan kebudayaan asli Tabi.  Pagelaran yang menyuguhkan kesenian dari 16 sub suku dan sumber daya alam yang melimpah disuguhkan dengan sangat apik. Bila anda beruntung, dalam pertunjukan festival ini seringkali ditemukan penampakan buaya namun sayangnya tidak setiap pertunjukan dihadirkan penampakan seperti ini hanya bila anda beruntung saja.

Rangkaian acara festival ini diawali dengan tarian yang dilakukan di atas perahu. Terdiri dari beberapa perahu yang berlayar dan mengapung di perairan danau. Nantinya beberapa orang penari akan menyuguhkan tarian adat yang begitu apik.

Setelah itu, pertunjukan dilanjutkan dengan tarian perang khas Papua. Dalam pertunjukan yang satu ini anda mungkin akan merasakan sensasi tegang karena masing-masing peserta festival akan saling bersorak seolah semakin membuat suasana menjadi menyeramkan dan menegangkan. Namun tenang, ini hanyalah suguhan hiburan saja bukanlah perang yang sesungguhnya.

Selesai dengan tarian perang maka selanjutnya, upacara adat guna menobatkan Ondoafi yakni pemimpin adat asli Sentani akan dimulai. Pagelaran akan diakhiri dengan menikmati berbagai sajian kuliner yang sudah disajikan. Aneka makanan khas Papua bisa dijumpai pada saat perayaan festival ini menjelang usai. Karena menariknya festival ini tak heran bila menjelang bulan pagelaran diselenggarakan terjadi kenaikan pengunjung di Danau Sentani.

Daya Tarik Lainnya di Danau Sentani

Danau Sentani, Kekayaan Budaya di Tanah Papua

Selain beberapa hiburan dan keindahan panorama alam yang disuguhkan di tempat ini. Adapula lebih banyak daya tarik lainnya dari Danau Sentani yang dijamin membuat anda semakin yakin untuk mengunjungi danau yang satu ini di tanah Papua yang menjadi surga untuk barisan tempat wisata.

Gugusan 22 Pulau Cantik

Salah satu keunikan Danau Sentani yang mungkin tidak ditemui di danau lainnya adalah danau ini bertaburkan dengan 22 pulau baik pulau dengan ukuran besar maupun pulau dengan ukuran yang kecil. Pulau-pulau tersebut punya daya tarik dan keunikannya tersendiri. Sebagian pulau sudah ada yang resmi dibuka menjadi tempat wisata untuk umum. Dan sebagian lainnya masih dalam tahapan pembangunan untuk bisa dijadikan area komersil di tempat ini.

Danau Sentani berada di atas luas 9.360 hektar tak heran bila tempat ini dihiasi dengan banyak pulau yang begitu banyak. Dari sekian banyak pulau yang ada, Pulau Asei dengan lagenda cerita yang begitu menarik menjadi salah satu pulau favorit dimana banyak pengunjung ingin menyambangi tempat yang satu ini. Lagenda cerita naga yang mati di tempat ini membuat banyak orang penasaran seperti apa sih penampakan dari pulau tersebut.

Nah, anda yang juga memiliki rasa penasaran yang sama maka tidak ada salahnya saat berkunjung ke Danau Sentani anda juga bisa sekalian mampir ke tempat yang satu ini. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan bisa diakses dengan perahu. Agar demikian, destinasi wisata yang anda kunjungi semakin panjang daftarnya.

Berbagai Macam Biota Air yang Beragam

Selain keindahan, Danau Sentani rupanya menjadi rumah bagi beberapa biota air yang mungkin belum pernah kita jumpai sebelumnya. Kabarnya ada banyak biota air yang bisa dijumpai di Danau Sentani sebut saja misalnya wewejan, kayu api, rumput pita, keladi air, jukut, bakian, rumput ikan, lumut air, eceng gondok. tasbih, teratai, gulma itik dan ganggang biru hijau bisa ditemukan di tempat ini.

Hal ini dikarenakan Danau Sentani mendapatkan pasokan air yang begitu banyak yang membuat biota air dapat tumbuh dengan lebih nyaman dan tenang. Kabarnya pasokan air di Danau Sentani didapatkan dari 34 sumber mata air sekitaran Pegunungan Cycloop. Debit air yang berlimpah dan luas danau inilah yang membuat biota air hidup dengan lebih leluasa dan mudah berkembang.

Selain tanaman air sebagaimana disebutkan diatas, danau ini pun dihuni oleh sekitar 30 jenis ikan air tawar. Bahkan 4 diantaranya merupakan endemik di Danau Sentani. Beberapa spesies yang kabarnya terdapat di Danau Sentani diantaranya adalah hiu gergaji, ikan pelangi merah, ikan pelangi sentani dan ikan gabung Danau Sentani.

Bukit Teletubbies

Anda yang lahir di tahun 90’an pasti kenal dengan tayangan Teletubbies yakni sekumpulan boneka badut lucu yang terdiri dari Twinky Winky-Dipsy-Lala-Po. Di era tahun 90’an Teletubbies menjadi tayangan yang paling populer dan banyak orang menyenangi sesuatu yang berkaitan dengan teletubbies. Termasuk salah satunya adalah bukit teletubbies tempat para tubbies bermain dengan skuter kha mereka.

Nah, di Danau Sentani bukit seperti ini ada dan tampilannya begitu mewah. Dengan hamparan rumput hijau yang begitu rapi membuat tempat ini seperti sebuah lapangan bermain yang begitu halus dan seolah memang dirancang untuk dijadikan playground untuk mereka para pecinta alam.

Salah satu cara menikmati keindahan bukit di Danau Sentani ini adalah dengan berada dari ketinggian. Anda bisa menyewa helicopter yang ada di tempat ini atau mencoba menerbangkan drone agar keindahan bukit ini dapat anda nikmati dengan seksama sebagai dokumentasi menarik untuk anda simpan.

Lokasi Danau Sentani

Danau Sentani, Kekayaan Budaya di Tanah Papua

Setelah mengetahui segelintir daya tarik yang ada di Danau Sentani. Saatnya kita mengetahui dimana tempat dan lokasi danau yang satu ini. Lokasinya ada tepat di bawah lereng Pegunungan Cycloop. Danau ini tepat membentang dari Kota Jayapura sampai ke Kabupaten Jayapura.

Bila dari pusat kota Jayapura sendiri jaraknya sekitar kurang lebih 50 km. Namun bila anda datang dari bandara waktu tempuh ke danau ini hanyalah kurang lebih 15 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi sebab jaraknya dari bandara Jayapura ini lebih dekat. Bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke tempat ini anda disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Karena belum ada angkutan umum yang sering digunakan.

Sementara itu, bila anda tidak datang dengan membawa kendaraan pribadi. Anda bisa menyewanya disekitaran danau atau tempat penginapan. Paling cocok datang ke tempat ini bersama dengan rombongan karena selain anda bisa patungan ongkos sewa kendaraan dan penginapan lainnya. Tentunya perjalanan wisata kali ini akan terasa sangat membosankan bila anda datang hanya seorang diri.

Jam Operasional Danau Sentani

Mengetahui jam operasional di sebuah tempat wisata menjadi hal penting yang harus anda perhatikan dengan baik. Hal ini akan menjadi acuan anda untuk bisa menikmati tempat wisata pada saat yang tepat. Nah, untuk jam operasional Danau Sentani sendiri sebenarnya belum ada peraturan khusus yang diberikan secara resmi.

Artinya sampai sekarang Danau Sentani masih buka selama 24 jam. Tentu saja, aturan waktunya menggunakan zona waktu di Wilayah Indonesia Timur (WIT). Namun saran penting apabila anda ingin menikmati pemandangan dan panorama di Danau Sentani baiknya datang pada saat pagi hari menjelang siang. Jadi pada saat ini anda bisa sekalian menikmati pemandangan matahari terbit.

Tak perlu khawatir datang terlalu pagi karena disekitaran danau ada banyak kegiatan yang bisa anda lakukan. Selain itu, kegiatan menjelajah danau dan bukit disekitarnya pun akan butuh waktu yang panjang. Jadi demikian, anda bisa menikmati waktu tersebut untuk melakukan satu demi satu rangkaian kegiatan di tempat yang satu ini. Baru menjelang malam anda bisa kembali ke penginapan untuk beristirahat sebentar dan melanjutkan dengan kuliner malam.

Harga Tiket Masuk

Untuk bisa berkunjung ke Danau Sentani anda hanya perlu membayar sebesar Rp. 10.000 saja. Harga tiket ini berlaku untuk weekend ataupun hari biasa. Harga yang cukup terjangkau ini akan tentu memudahkan anda untuk bisa membawa banyak orang ke tempat ini. Selain itu, perlu diketahui bahwa tarif tersebut tergolong masih murah dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok di Papua.

Leave a Reply