Canggih! Senjata Buatan Pindad Mampu Tembus Rompi Anti Peluru Marinir Amerika Serikat

Untuk sistem pertahan dan produksi alat keamanan negara, yakni senjata, Indonesia kini tidaklah boleh dipandang sabelah mata.

Dalam beberapa event internasional, Indonesia hampir selalu dipastikan tampil impresif di hadapan negara lain. Secara SDM Indonesia dikenal memiliki pasukan Kopassus yang begitu disegani di dunia, dan di bidang senjata Indonesia kini mulai bisa membanggakan Pindad sebagai produsen senjata nasional.

Berbicara mengenai perkembangan ketahanan negara, khususnya senjata, maka belum lama ini sebuah senjata hasil karya anak bangsa mampu kembali memukau di ajang internasional. Sebuah senjata buatan Pindad Indoensia, yakni SS1 (varian SS V1) mampu tampil impresif kala dipergunakan oleh pasukan TNI AL dalam sebuah latihan bersama yang digelar di Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat. Ajang latihan tersebut melibatkan beberapa negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia. Latihan bersama yang dikenal dengan ajang Rim of Pacific tersebut merupakan latihan perang multilateral terbesar di dunia yang diselenggarakan dua tahun sekali oelh Marinir Amerika.

indonesiaku-1.jpg

Dalam ajang tersebut senjata SS1 tersebut berhasil memukau kontingen dari negara lain berkat ketangguhannya ketika digunakan, bahkan sampai bisa menembus rompi anti peluru yang dipergunakan oleh United States Marine Corps (USMC). Momen tersebut terjadi kala kontingan Indonesia yang kala itu berjumlah 45 anggota di bawah pimpinan Komandan Satgas Marinir Indonesia, Mayor Mar Indra Fauzi Umar melakukan Zeroing senjata.

Zeroing senjata merupakan sebuah program tambahan ketika latihan berlangsung yang bertujuan untuk membedah setting senjata masing-masing negara kontingen. Dengan melakukan Zeroing, maka psukan akan lebih mengenal senjata yang digunakannya dan hasilnya bidikan yang mereka lakukan bisa lebih tepat sasaran. Kegiatan ini juga merupakan salahsatu yang paling ditunggu dalam setiap ajang latihan, sebab setiap kontingen tentunya penasaran dengan senjata apa yang digunakan oleh kontingen dari negara lainnya.

Senjata SS1 yang dipergunakan oleh pasukan Indonesia diisi oleh peluru kaliber 5,56 cm dan berhasil menembus rompi antipeluru USMC yang memiliki ketebalan hingga 1,75 cm. Dari kejadian tersebut, akhirnya membuat senjata karya anak bangsa tersebut menuai pujian, bahkan barak Indonesia kemudian ramai dikunjungi kontingan lainya yang tertarik dengan senjata tersebut. Berita tersebut pun menyebar dengan begitu cepat, hingga salahsatu perwira bintang satu dari USMC sempat melakukan crosscheck saat jamuan makan digelar di KRI Diponogoro.

Jika dibandingkan dengan peserta lainnya tentunya prestasi Indonesia ini membuat kontingen lainnya begitu penasaran, pasalnya senjata M4 (USMC) dan Steyr (Australia) yang diuji cobakan hanya mampu sampai membuat penyok rompi antipeluru dari USMC tersebut. Berkat keunggulan ini pula moral serta kepercayaan diri pasukan atau kontingen Indonesia ini meningkat. Banyak kemudian marinir lainnya yang datang berkunjung ke barak tempat berkemah pasukan Indonesia untuk sekedar berkenalan dan bertukar cinderamata untuk saling mengenal. Senjata SS1 pun kemudian laris diuji coba oleh banyak perserta atau kontingen negara lain kala latihan tersebut berlangsung.

Rim of Pacific sendiri sedianya akan terus berlangsung hingga bulan Agustus mendatang. Selain dengan zeroing senjata, sesi lainnya akan terus dilanjutkan berkenaan dengan latihan perang dan peningkatan kemampuan marinir. Diikuti oleh 27 negara, ajang yang digelar AL Amerika tersebut tentunya memiliki level sendiri yang cukup bergengsi di kalangan marinir seluruh dunia.

Sungguh sangat mengagumkan memang senjata karya anak bangsa ini. Jangan lupa untuk terus berbagi informasi dengan teman dan sahabat anda di media sosial mengenai karya-karya anak bangsa yang mengagumkan di dunia. Bagikan informasinya dengan cara menekan tombol berbagi yang terletak di bagian bawah artikel ini, kemudian anda berikan juga komentar di kolom yang sudah disediakan.