Berbuka Dengan yang Manis? Simak Dahulu Fakta dan Penjelasannya Berikut

Ketika berpuasa pasti saat yang paling anda tunggu adalah saat berbuka, dan istilah yang paling sering didengar adalah berbukalah dengan yang manis.

Istilah berbukalah dengan yang manis biasanya dijadikan pembenaran bagi anda sekalian untuk mengkonsumsi makanan-makanan dan minuman manis dengan jumlah yang cukup banyak begitu adzan maghrib berkumandang. Jika dilihat dari pernyataan yang disampaikan Rasulullah SAW maka terjadi sedikit kesalahpahaman mengenai istilah tersebut, sebab yang dianjurkan dan disunnahkan untuk dikonsumsi ketika berbuka puasa adalah rutab, tamar atau air. Pada ketiga jenis makanan atau minuman tersebut 2 di antaranya memang memiliki rasa yang manis yaitu rutab (sari kurma) dan tamar (kurma kering), meskipun rutab dan tamar memiliki rasa manis namun bukan artinya anda bisa menggantinya dengan sembarangan dengan manisnya dari gula-gula yang terkandung dalam makanan yang lain.

Makanan manis saat berbuka biasanya identik dengan teh manis, kolak bersantan, kolang-kaling manis, hingga es campur dan banyak makanan lain, padahal jika dilihat kandungan pada makanan tersebut tidak terlalu baik jika dikonsumsi terlalu berlebih dan tidak terkontrol, sebab kandungan karbohidrat yang ada di dalam makanan tersebut bersifat sederhana, sedangkan kandungan karbohidrat dalam kurma merupakan karbohidrat kompleks. Dengan mengkonsumsi makanan manis dengan kandungan gula tinggi dan karbohidrat sederhana ditambah dengan asupan nasi dan lauk pauknya yang kembali besar kandungan karbohidratnya maka akan membuat anda merasa kekenyangan dan kemudian malas untuk mengerjakan tarawih dan berpengaruh terhadap kondisi anda yang sulit bangun juga ketika melaksanakan sahur.

16-makanan-manis-puasa

Konsumsi makanan manis dan gula yang tidak terkontrol selama bulan puasa juga bisa memicu gula anda naik dan beberapa penyakit muncul, sederhananya mungkin bagi anda yang justru ingin berusaha mengecilkan badan atau diet selama bulan ramadhan justru malah mendapatkan tubuh anda semakin besar selama bulan puasa berlangsung. Oleh karena itu sebaiknya anda perhatikan asupan makanan manis dan gula tersebut secara lebih baik, bijaklah dalam mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula sederhana dalam julah besar, akan lebih baik jika anda mengkonsumsi yang disunnahkan saja yakni, rutab, tamar atau jika tidak menemukan keduanya anda bisa meminum air putih secukupnya, baru kemudian anda bisa mengkonsumsi makanan lain baik nasi serta lauk pauknya dan juga makanan manis seperti kolak dan berbagai macam makanan manis lainnya. Kandungan dalam kurma baik dalam bentuk rutab atau tamar memang sangat baik, bahkan jika dilihat secara kandungan, kurma memiliki kemampuan untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga dalam satu waktu.

Jika melihat kandungannya maka sebenarnya alternatif lain yang cukup baik adalah konsumsi buah-buahan seperti apel, jeruk, pisang secara alami tanpa diolah dan penambahan gula contohnya dalam es campur ataupun kolak, meskipun demikian buah-buah yang diolah lebih lanjut juga tidak mengapa anda konsumsi selama dalam batas wajar dan tidak berlebih, mengingat kandungannya juga berbeda dengan apa yang sudah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Batasi juga untuk konsumsi kopi dan teh pada saat berbuka, sebab kandungan air putih yang alami lebih dibutuhkan oleh tubuh anda ketika selesai berpuasa dan berbuka.

Bagaimana? Masih berniat berbuka dengan makanan-makanan manis secara berlebih? Jangan lupa berbagi dengan teman dan sahabat anda dengan cara menekan tombol share pada bagian bawah artikel ini, anda juga bisa turut memberikan komentar dengan cara memasukan komentar ke dalam kolom yang telah disediakan.

Leave a Reply