Bangga! Dua Atlit Putri Angkat Besi Indonesia Berhasil Keluar Sebagai Juara di Luxemburg

Pujian dan penghargaan sudah sepatutnya diberikan kepada mereka yang sudah mampu memberikan sumbangsih bagi Indonesia.

Bentuk sumbangan bagi negara salahsatunya adalah kemenangan atau prestasi membanggakan dari atlit yang berlaga di kejuaraan-kejuaraan setingkat internasional atatu dunia. di beberapa cabang nama indonesia mungkin tidak terlalu diperhatikan, namun bukan berarti Indonesia minim penghargaan dan kemenangan, di beberapa cabang justru Indonesia bisa dikatakan sebagai sebuah negara yang cukup sering berlangganan menjadi juara. Contoh paling nyata adalah bulu tangkis, Indonesia dikenal sebagai sebuah negara yang memiliki banyak sekali jawara bulutangkis kelas dunia yang terus beregenerasi dari waktu ke waktunya, meskipun memang di beberapa kesempatan terkadang terjadi penurunan prestasi, namun tidak lantas membuat pamor Indonesia menurun.

Berbicara mengenai olahraga dan kejuaraan yang didapatkan oleh atlit Indonesia, maka sebuah prestasi membanggakan belum lama ini juga disumbangkan oleh seorang atlit putri dalam cabang olahraga yang jarang terdengar yakni angkat besi. Sebagai seorang wanita yang mengikuti cabang olahraga yang terbilang keras untuk ukuran putri atau wanita, Sri mampu menunjukan kemampuan terbaiknya di saat kejuaraan dunia angkat besi. Dalam ajang yang diselenggarakan di Luxemburg pada tanggal 9 sampai 15 November 2015 lalu itu, lifter kebanggaan Kota Lampung itu berhasil merebut medali emas, yang membuat namanya tercatat sebagai juara.

04

Sri Hartati yang turun di kelas 57 kilogram putri itu mampu mengangkat beban dengan total angkatan sejumlah 537,5 kilogram. Total angkatan itu ia dapatkan dalam 3 angkatan, yakni Bench Press 135 kg, angkatan Squat 210 Kg dan Dead Lift seberat 192,5 kg. Dengan prestasinya tersebut Ketua Umum PB PABBSI Rosan P. Roeslani menyatakan kebanggaan yang besar terhadap atlitnya tersebut, ia juga berharap jika keberhasilan yang dicetak atlitnya di Luxemburg ini menjadi trigger bagi atlitnya yang selanjutnya akan berlaga di ajang angkat besi dunia Houston, Amerika.

Selain Sri Hartati lifter lainnya, yakni Noviana Sari juga mampu menunjukan prestasinya dengan raihan perunggu. Noviana Sari juga merupakan seorang lifter yang berasal dari Lampung, namun berbeda dengan Sri Hartati, ia berlaga di kelas 63 kilogram. Noviana sendiri berhasil mengumpulkan total angkatan hingga 570 kilogram yang terdiri dari angkatan Squat 225 Kg, bench press 130 Kg dan dead lift 215 kg.

Dalam kejuaraan dunia Luxemburg tersebut memang hanya ada dua lifter saja yang dikirim oleh PABBSI untuk mewakili Indonesia. Keberangkatan mereka menuju ke Luxemburg tersebut hanya didampingi oleh seorang ofisial, yakni Anna Maria. Dari 2 lifter yang dikirimkan ternyata berprestasi yang mereka raih pun tidak mengecewakan, justru bisa menjadi sebuah pemacu dan pemicu utnuk prestasi lebih baik di masa mendatang, baik untuk mereka berdua, maupun atlit dan prestasi angkat besi Indonesia secara umum.

Rosan P Roeslani sebagai ketua umum dari PABBSI juga mengutarakan kebanggaannya terhadap atlit-atlit lifter atau angkat besi yang berhasil keluar sebagai juara tadi. Rosan mengatakan jika "Ini awal yang cukup menggembirakan dan mudah-mudahan hasil ini juga diikuti lifter yang turun di kejuaraan dunia di Houston,".

Hebat sekali bukan torehan prestasi yang berhasil disumbangkan oleh atlit putri asal Indonesia satu ini. Berikan apresiasi dan komentar anda mengenai prestasi yang berhasil dibuatnya tersebut dengan mengisi kolom komentar yang berada pada bagian bawah artikel. Bagikan juga artikel mengenai atlit angkat besi putri kebanggaan Indonesia ini hanya dengan menekan tombol share yang ada di halaman ini.