Bandung Menuju Teknopolis, Marvell Tertarik Berinvestasi

Bagi anda warga Bandung khususnya mungkin sudah pernah mendnegar kabar sebelumnya mengenai rencana pembangunan Teknopolis.

Teknopolis merupakan sebuah rencana proyek yang diagendakan oleh Walikota Bandung yang kini bertugas yaitu Ridwan Kamil. Teknopolis sendiri dirancang Ridwan Kamil sebagai sebuah lokasi kota dengan desain yang futuristik dan juga dinamis. Teknopolis dirancang sebagai tempat hidup, bekerja, belajar dan bermain berbasis ICT Global dlam satu lokasi terpusat dan tidak terpisah-pisah.

Proyek yang bergelar Bandung Teknopolis tersebut rencananya akan dikembangkan dan dibangun di kawaasan Bandung Timur atau lebih tepatnya di kawasan Gede Bage. Bagi anda yang mungkin tidak terlu familiar dengan teknopolis mungkin bisa melihat salahsatu contohnya yakni Silicon Valley yang menjadi pusat perkembangan bagi berbagai perusahaan-perusahaan besar semacam facebook dan google. Melihat hal tersebut, bukan tidak mungkin pada nantinya Bandung yang berjuluk Kota kembang akan berubah menjadi Silicon Valley Van Java.

09-bandung-teknopolis

Berbicara mengenai proyek tersebut, Ridwan Kamil atau lebih akrab disapa sebagai Kang Emil sebagai Walikota sudah melakukan langkah-langkah nyata untuk menindaklanjuti rencana proyek besar yang terbilang cukup ambisius ini. Kang Emil juga diketahui beberapa kali memberikan pemaparan terkait dengan pembangunan proyek besar ini kepada sejumlah negara, dan diketahui hingga saat ini sudah banyak negara yang sangat tertarik dengan rencana ini.

Dari sekian banyak negara dan perusahaan yang tertarik dengan rancangan konsep Teknopolis yang diajukan salahsatu perusahaan besar yang menyatakan minat besar dan bersiap menanamkan investasinya di Kota Bandung adalah Marvell Technology Group Ltd. Bagi anda yang sudah akrab dengan dunia teknologi nama Marvell Technology Group Ltd. Sudah cukup dikenal, perusahaan ini bergerak di dalam produksi produk penyimpanan, komunikasi dan semi konduktor.

Marvell Technology Group Ltd. Hingga kini diketahui memiliki cukup banyak jaringan perusahaan di berbagai negara di dunia. Mereka terus beroperasi dan bisa memproduksi chip hingga berjumlah 1 milliar produksi per tahunnya. Kemampuan Marvell Technology Group Ltd. Dalam merancang mikroprosesor juga diketahui sangat handal. Salahsatu produk mereka yang cukup terkenal adalah produksi Marvell Mobile Hotspot (MMH) yang diketahui tertanam pertama kali di dalam mobil Audi A8. Marvell Mobile Hotspot merupakan sebuah perangkan konektifitas Wi-Fi yang terpasang di dalam mobil untuk melengkapi fitur konektifitas internet di dalam kendaraan anda.

Selain Marvell, Kang Emil juga banyak sekali melobi perusahaan besar lainnya untuk ikut mengembangkan perkembangan teknopolis, salahsatu perusahaan yang dilobinya adalah perusahaan drone dan helikopter. Jika perusahaan besar tersebut tertarik menanamkan investasinya, maka perkembangan kedirgantaraan dan sekolah-sekolah kejuruan dalam pengembangan teknologi drone. Dengan hal tersebut tentunya akan meningkatkan dan membuat lapangan kerja baru hingga sekitar 33 ribu lapangan kerja baru.

Keberadaan teknopolis sendiri sebenarnya sudah direncanakan oleh pemerintah melalui program technopark, sebab teknopolis dinilai cukup penting dalam perkembangan peradaban, dari teknopolis akan lahir beragam penemuan baru yang inovatif dan di sisi lain membangkitkan gairah eknomi wilayah tersebut. Untuk Bandung sendiri, ITB yang dianggap sebagai institusi yang menjadi penyedia tenaga ahli menjadi salahsatu amunisi untuk mewujudkan teknopolis menjadi nyata.

Bagaimana? Sudah tidak sabar melihat bagaiamana Teknopolis nantinya akan berdiri di Kota Bandung? Jangan lupa untuk turut membagikan artikel ini kepada teman dan sahabat anda dengan cara menekan tombol share di bagian bawah artikel yang tersedia. Anda juga bisa turut memberikan pendapat dengan menambahkannya dalam kolom komentar di bagian bawah halaman ini.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook