Bandung Catatkan Namanya Dalam Rekor Dunia Dalam Memainkan Angklung Bersama Terbanyak

Peringatan Konferensi Asia Afrika atau KAA ke-60 yang berlangsung di Bandung memang menyisakan sejumlah besar rasa euforia dan kegembiraan yang luar biasa.

Anda bisa melihat bagaimana persiapan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung hingga setiap lapisan masyarakat untuk menyambut acara prestisius ini teramat sangat besar. Pembenahan baik secara visual tata kota serta kebiasaan warga Bandung menjadi poin penting yang menandai dilaksanakannya sebuah perayaan besar di Kota Bandung.

Kegiatan KAA juga tidak hanya sekedar sebagai peringatan dan ajang silaturahmi antar kepala negara yang dulu pernah terlibat dalam konferensi Asia Afrika 60 tahun silam, namun KAA juga menjadi sebuah momen di mana Kota Bandung dan segenap warganya menunjukan wajah serta citra yang baik sebagai tuan rumah bagi para tamu yang diundang dan turut hadir dalam perayaan tahunan ini.

Dari sekian banyak kegiatan rangkaian dari KAA ke-60, yang cukup menghebohkan sekaligus membanggakan adalah upaya pemecahan rekor permainan angklung. Usaha pemecahan rekor bermain angklung ini diprakarsai oleh rekan-rekan dari Saung Angklung Udjo beserta pemerintahan Kota Bandung. Dengan mengambil lokasi di Stadion Sepakbola Siliwangi, usaha ini dihadiri oleh 20.000 orang lebih yang ingin turut berpartisispasi dalam usaha pemecahan rekor dunia.

Pemecahan rekor bermain angklung bersama dengan jumlah pemain terbanyak ini dilakukan pada tanggal 23 April 2015. Usaha pemecahan rekor ini berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang dilakukan di Washington DC, di mana kala itu jumlah orang memainkan angklung terhitung mencapai 5000 orang lebih, juga pemecahan rekor Jakarta yang dihadiri oleh 11.000 orang.

Semua orang tumpah ruah di Satdion Siliwangi dari berbagai kalangan, masyarakat biasa seperti ibu-ibu, bapak-bapak, bersama dengan anak-anaknya, banyak juga warga negara asing juga turut hadir, elemen-elemen pemerintahan pun turut serta dalam usaha pemecahan rekor ini, baik dari Jajaran Walikota hingga Gubernur Bandung semuanya turut terlibat.

Rekor ini dicatat oleh perwakilan dari Musium Rekor Indonesia atau MURI, bersama dengan perwakilan dari Guinnes World Of Records. Mereka memastikan bahwa usaha pemecahan rekor ini berjalan dengan semestinya dan sesuai dengan persyaratan sebagai usaha pemecahan rekor dunia. Penghitungan peserta pemecahan rekornya sendiri sudah dilakukan dengan sistem yang cukup baik, yakni dengan penggunaan sistem barcode. Dengan sistem barcode memungkinkan perhitungan yang dilakukan cukup valid, sebab setiap orang yang masuk hanya akan tercatat sekali meskipun ia bolak-balik masuk dan mengecekan barcodenya.

Usaha pemecahan rekor permaianan angklung yang bertajuk Harmony Angklung for the World 20.000 People Playing Angklung di Stadion Siliwangi Bandung ini menjadi salahsatu rangkaian KAA Ke–60 yang sangat mengesankan dan menyenangkan. Pemecahan rekor ini memang merupakan bukti bahwa warga Bandung sangat antusias dalam menyambut event penting sebesar KAA, dan mereka juga membuktikan pada dunia, bahwa keberdaan angklung yang sebenarnya adalah milik Indonesia, sehingga tidak ada lagi pengakuan-pengakuan sepihak dari negara lain atas budaya asli Indonesia ini. Acara ini juga diharapkan menjadi pemicu bagi jenis-jenis ragam budaya lain yang dimiliki oleh Indonesia untuk melakukan hal serupa dan menggaungkannya ke seluruh dunia, sebab hal tersebut juga menjadi bukti betapa kayanya budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.

Sangat mengagumkan bukan usaha pemecahan rekor yang dilakukan tersebut? Mari share artikelnya dan jangan lupa berikan komentar anda mengenai rekor dunia baru permainan angklung ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.