Apa yang Dilakukan Atlet Ini Demi Ibunya Sungguh Menyayat Hati

Menjadi seorang pejuang dan mendapatkan penghargaan tentu menjadi hal yang begitu diimpikan untuk siapa saja.

Betapa tidak, setelah perjuangan panjang dan kerja keras yang kita lakukan selama ini, tentu tujuan akhir kita adalah merebut gelar dan bisa membawa pulang piala penghargaan sebagai sebuah simbol kebanggan.

Namun apa jadinya, jika ada seorang atlet di Cina malah dengan rela menjual medali yang telah didapatkannya dengan susah payah. Adalah seorang pemuda asal provinsi Liaoning, Cina yang melakukan hal tersebut, dengan rela ia menjual medali emas yang telah dengan susah payah ia dapatkan.

Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, alasan dirinya menjual dan merelakan medali emasnya adalah demi membantu sang ibu yang sedang sakit. Diketahui ibu Zao Qingdong seorang mantan altet balap sepeda ini belakang sedang membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan sang ibu.

Kisah mengarukan ini terungkap dalam sebuah video berdurasi 17 menit 45 detik ini yang merangkum bagaimana cinta kasih seorang anak terhadap ibu yang sudah membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dalam video tersebut tergambar bagaimana seorang pemuda tengah berjuang melakukan hal apa saja demi mendapatkan biaya untuk pengobatan sang ibu. Kisah ini terungkap ketika pemuda ini mengikuti sebuah ajang pencarian bakat, dimana dari situlah identitas dirinya terungkap ke permukaan publik.

Pada saat itu, Zao Qingdong telah pensiun di usia muda karena mengalami cedera dibagian kakinya. Hal inilah yang membuat Zao terpaksa harus melepaskan karirnya dan berhenti dari balapan sepeda yang telah membesarkan namanya.

Keberhentiannya dari lintasan balapan, membuat ekonomi keluarganya goyah dan membuat dirinya terpaksa harus memutar otak dan mencari sumber penghidupan lain. Karena hidup terus berjalan, maka Zao harus melanjutkan hidupnya dengan berjualan telur dipsar bersama dengan sang ibu.

Sayangnya, ibu yang telah membesarkannya kini sudah mulai mengalami sakit-sakitan, terakhir dokter mendiagnosa sang ibu terkena penyakit ginjal yang mengharuskan sang ibu mendapatkan donor ginjal dengan segera. Zao bukan tidak berusaha menolong ibunya sendiri dengan mendonorkan ginjal miliknya, jika hal itu bisa dilakukannya, maka ia tidak akan lagi pikir panjang. Hanya saja apalah daya, golongan darahnya tidak sama dengan ibunya, selain itu dokter melarang keras karena usia Zao yang masih terlalu muda.

Dalam video ini juga digambarkan Zao mengikuti sebuah acara televisi ajang pencarian bakat, yang mana pemenangnya akan mendapatkan sejumlah hadiah berupa uang yang menjanjikan. Kesempatan ini tak lantas disia-siakannya. Tanpa pikir panjang, Zao mengikuti kompetisi tersebut, dengan hanya berbekal kemampuan bernyanyi yang seadanya.

Setelah menyanyi, juri yang pada saat itu hadir di studio lantas menanyainya dengan beberapa pertanyaan. Namun semua audience yang hadir pada sat itu dibuat terenyuh sewaktu Zao menceritakan kisah hidupnya dan bagaimana ia tengah berjuang keras untuk kesehatan sang ibu, beberapa audience yang tak kuasa medengar betapa sulitnya perjuangan Zao sampai menitiskan air mata.

Mencengangkannya lagi, ketika ia memohon bantuan bagi siapa saja yang bisa menolongnya, ia sampai rela dengan terbuka menjual medali emas dan medali yang telah ia dapatkan.

Sontak saja, hal ini menuai simpati diberbagai kalangan termasuk audience yang hadir. Hingga pada akhirnya sejumlah orang dan pejabat penting bisa membantu Zao, bahkan menteri olahraga setempat berjanji untuk membiayai seluruh pengobatan ibunya termasuk ketika tranplantasi ginjal akan dilakukan.

Bagikan kisah mengharukan ini bersama teman dan keluarga dengan klik tombol share di bawah ini ya…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.