Anak Ini Menulis Surat Untuk Ayahnya, Balasan Surat Dari Ayahnya Akan Menyadarkan Kita Akan Pengorbanan Ayah

Orang yang selalu menyayangi kita, mencari nafkah untuk kita dan rela melakukan apapun demi kita itu hanyalah pria hebat yang selalu dipanggil oleh anaknya dengan sebutan ayah.

Pengorbanan seorang ayah untuk sang anak memang sangat luar biasa besar. Ia akan selalu memenuhi semua kebutuhan sang anak dan akan mewujdukan apapun yang anaknya inginkan meskipun untuk mewujudkan keinginan anaknya tidaklah mudah.

Ayah pun bukan hanya sekedar seorang ayah saja, tetapi ia juga merupakan kepala keluarga yang selalu membimbing dan melindungi keluarganya. Ia mengajarkan banyak hal kepada anak-anaknya akan agama, etika, kehidupan dan pengalaman agar anak-anaknya tidak salah langkah.

Kisah-inspirasi-idul-fitri3

Ayah merupakan sumber penghidupan untuk anak-anaknya. Ia bekerja banting tulang untuk mencari nafkah, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Kelelahan akan selalu mengampiri dalam setiap waktunya, namun ia tidak pernah mengeluh sama sekali. Justru semua kelelahan yang ia rasakan disembunyikannya melalui senyuman hangat dari bibirnya.

Nah, melihat begitu besar pengorbanan seorang ayah maka kita sebagai anaknya harus bisa membanggakan dan menuruti apa yang diperintahkannya. Namun nyatanya, tidak sedikit anak yang justru selalu membantah ayahnya . Mereka tidak pernah memikirkan kembali pengorbanan serta perjuangan ayahnya selama ini. Tidak jarang juga mereka selalu marah dan memberontak ketika ayahnya memerintahkan atau menyuruh sesuatu.
Di bawah ini ada video singkat berdurasi 2 menit, dimana video ini merupakan iklan hari raya. Video ini menceritakan seorang pria yang mengingat kembali masa kecilnya. Dimana ketika dirinya kecil, ia selalu membantah sang ayah.

Pada suatu hari ketika dirinya masih kecil, sang ayah menyuruhnya untuk membelikan sesuatu. Ketika anak-anak lainnya sedang asyik bermain bersama teman-temannya jutsru ia harus pergi untuk mengerjakan apa yang diperintahkan oleh sang ayah. Dalam hatinya ia menyimpan rasa kesal dan marah kepada ayahnya tersebut. Hingga pada akhirnya ia mengirimkan sepucuk surat yang berisikan penggantian atas apa yang telah ayah lakukan kepada dirinya.

Ketika makan malam sang anak masih marah kepada ayahnya, hingga pada akhirnya ia tidak ikut makan dan justru masuk ke dalam kamarnya. Namun sesampainya di kamar ia justru melihat sepucuk surat, dimana surat tersebut merupakan surat balasan dari sang ayah. Surat balasan sang ayah berisikan rincian uang yang telah dikeluarkan selama ini untuk membesarkan sang anak mulai dari pertama dilahirkan sampai sekarang ini. Dalam surat tersebut sang ayah menuturkan bahwa ia tidak meminta penggantian apapun darinya karena sang ayah sangat menyayanginya lebih dari segala yang ada di dunia ini. Nah dari sepucuk surat balasan sang ayah tersebutlah, sang anak menyadari kesalahannya.

Sahabat terkadang kita merasa kesal ketika kita di suruh oleh ayah atau ibu kita. Namun percayalah apa yang dilakukan kita tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang telah orangtua kita lakukan dan berikan untuk kita. Oleh sebab itulah, patuhilah semua perintah dari orangtua kita sendiri. Karena atas segala perintah yang mereka berikan itu bukan berarti mereka ingin menyiksa kita, namun justru sebagai pembelajaran agar kita terbiasa akan pekerjaan-pekerjaan kelak. Semoga kisah ini bisa menginspirasi dan menyadarkan kita. Di bawah ini merupakan video yang bisa anda saksikan.

Jadilah anak terbaik bagi orangtua kita. Setelah membaca kisah dan menyaksikan video di atas tidak ada salahnya jika anda membagikannya kepada saudara, sahabat, teman dan orang-orang terdekat anda agar mereka pun bisa terinspirasi untuk selalu menuruti apa yang diperintahkan oleh orangtuanya. Jangan lupa berikan komentar anda di bawah ini.