Adien Gunarta Memperkenalkan Indonesia Melalui Karya Font yang Mendunia

Karya yang diciptakan secera tulus melalui panggilan hati biasanya akan lebih mudah sampai kepada audiensnya.

Mungkin itu yang juga dialami oleh seorang pemuda bernama Adien Gunarta. Adien Gunarta merupakan seorang mahasiswa dari Universitas Airlanga Surabaya, Jurusan Komunikasi, yang sangat tertarik dan memiliki banyak karya dalam pembuatan font-font atau huruf tulisan yang sangat bagus dan menarik.

Adien diketahui sering sekali mengungah karya-karya yang dibuatnya melalui form-forum font online. Ia mengaku memiliki cita-cita untuk bisa memperkenalkan Indonesia serta berbagai kebudayaan yang dimilikinya melalui karya-karyanya tersebut. Adien sendiri mengaku jika tidak menjual karya-karyanya tersebut, ia hanya memakai fasilitas doasi untuk publikasi karya-karyanya tersebut, sehingga jika anda yang tertarik dan mau mendownload karyanya, mereka bisa tinggal mendownloadnya dengan gratis atau memebrikan sedikit penghargaan dengan memberikan donasi kepadanya.

09-adien-gunarta

Dari sekian banyak karya yang telah dibuat dan diunggahnya ke berbagai forum Adien mengaku tidak terlalu banyak mendapatkan profit, apalagi dengan mayoritas pengunduh dari dalam negeri. dari total 800 dollar yang ia dapatkan, bahkan sebagiannya ia sumbangkan kepada wikipedia. Ia memang tidak terlalu berpatokan kepada profit.

Tidak berhenti di situ saja. karya-karya buatan Adien ini diketahui bnayak sekali digunakan oleh berbagai kalangan dan tenan untuk berbagai keperluan, ada yang dipakai untuk buku, promosi di mall-mall dan masi banyak lainya. setiap ia berkunjung ke toko buku, ia selalu melihat-lihat, barangkali ada hasil karyanya yang digunakan oleh sang penulis untuk bagian sampul halaman. Adien sendiri merasa sangat bangga ketika karyanya digunakan oleh orang-orang.

Dari sekian banyak karyanya yang dipakai, yang paling fenomenal adalah ketika karyanya muncul dalam film animasi dunia besutan sutradara keturunan Indonesia, Pierre Coffin, berjudul Despicable Me. Ya, karya Adien ternyata sampai dipakai untuk font dalam animasi dengan karakter ikonik Minions itu. Bagi anda yang sudah pernah menonton Despicable Me pasti pernah melihat sebuah toko yang bernama Eagle Hair Club, toko tersebut merupakan sebuah toko yang menjual rambut palsu untuk para Minions. Font Adien sendiri ternyata dipakai sebagai papapan nama dari toko rambut palsu tersebut.

Selain dari fontnya masuk dalam film Despicable Me yang fenomenal, font adien lainnya yang bernama Dingbats juga ternyata masuk sebagai salahsatu nominasi Fonstruct. Fonstruct merupakan sebuah kompetisi dunia bagi para pembuat font. Berkat berbagai hasil karyanya yang sangat mengagumkan, nama Adien sendiri kini tercatat dalam 2 museum font dunia yang masing masing berada di Jerman dan Kanada.

Bakat yang dimiliki Adien sendiri menurutnya diturunkan dari almarhum kakeknya Hariyadi seorang seniman Kaligrafi dari Banyuwangi. Keahlian yang didapatkannya secara otodidak sejak kelas 2 SMP ini terus diasahnya hingga kini banyak sekali karyanya yang diakui dan dipakai. Untuk semakin memperdalam ilmunya di bisang typografi, ia berencana ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri, sebab memang untuk sekolah yang mempelajari khusus mengenai typografi saat ini baru ada di Eropa, Amerika, dan Meksiko saja. Ia berharap setelah ia menuntut ilmu di sana, ia bisa berbagi dengan orang-orang di Indonesia yang memang tertarik dengan dunia typografi, sehingga tidak perlu harus jauh-jauh ke luar egeri untuk menuntut ilmu mengenai typografi ini.

Sangat membanggakan bukan apa yang dilakukan dan didapatkan oleh Adien ini? Mari bagikan artikel ini dengan cara menekan tombol share di bagian bawah artikel ini. jangan lupa juga untuk memberikan komentar dengan cara memasukan pendapat anda ke dalam kolom komentara yang sudah disediakan.