Yuk Simak Proses Terjadinya Petir di Sini!

Petir atau yang sering disebut dengan kilat atau halilintar merupakan sebuah fenomena alam yang sudah tidak asing lagi untuk kita semua.

Dimana petir ini merupakan sebuah fenomena alam yang pada umumnya akan terjadi pada musim penghujan, ketika kita melihat petir maka kita akan melihat terlebih dahulu kilatan cahaya. Setelah kilatan cahaya tersebut nampak, maka sesaat kemudian akan terjadi suara besar menggemuruh yang disebut dengan gluduk atau guntur.

Mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya mengapa terlihat cahaya dulu baru setelah itu muncul bunyi? Hal ini teradi kaena adanya sebuah perbedaan waktu kemunculan yang mana diakibatkan karena adanya selisih kecepatan suara atau bunyi dengan kecepatan cahaya.
Lantas seperti apa terjadinya petir?

FAKTA-PETIR

Pada proses terjadinya petir, awan di angakasa ada yang bermuatan positif dan ada juga yang bermuatan negatif, sedangkan permukaan bumi bermuatan netral. Karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Awan akan bergerak terus dengan bantuan angin, dimana awan yang bermuatan positif akan berkumpul dengan muatan positif lainnya. Muatan positif yang ada di awan tersebut bisa berada di bagian atas atau pun ada di bagian bawah awan. Sebaliknya, jika muatan positif berada di atas, maka muatan negatif akan berada dibagian bawah awan.

Pada saat terjadinya beda potensial yang tinggi di antara awan dengan bumi, maka dengan begitu awan akan melepaskan muatan negatifnya agar muatan seimbang. Elektron yang mengalir ke bumi tersebutlah yang disebut dengan petir. Proses loncatan elektron melalui media udara, yang menembus batas isolasi udara inilah maka akan terjadi ledakan suara. Loncatan elektron yang berupa bunga api tersebut pada dasarnya sangat panas dan sangat besar. Ketika bunga api tersebut melewati udara, maka udara akan memuai. Pemuaian yang terjadi secara tiba-tiba dalam jangka waktu yang singkat akan menyebabkan suara petir atau guntur.

Penyebab proses terjadinya petir yaitu ketika ion bebas memiliki muatan negatif dan muatan positif berkumpul di awan, awan yang bergerak karena tertiup oleh angin akan bergesekan dengan awan yang lainnya, sehingga dengan begitu akan terjadi ionisasi karena titik air yang berubah menjadi gas mengalami penguapan atau sebaliknya. Kita semua bisa lihat sendiri, pada awan yang bergerak akan ada kumpulan awan yang besar dan ada juga kumpulan awan yang kecil. Ketika mereka semua begerak dan bertemu antara satu dan yang lainnya, maka akan terjadi beda potensial yang tinggi. Ketika terjadi beda potesial yang tinggi inilah, elektron akan terlepas ke permukaan bumi untuk menyeimbangkan muatan sehhingga dengan begitu akan terjadi petir.

Mengapa petir lebih sering terjadi pada saat musin penghujan? Hal ini disebabkan karena pada musim penghujan udara lebih banyak mengandung kadar air yang tinggi, yang mana mengakibatkan daya isolasi udara akan menurun dan arus akan lebih mudah melewati.
Nah, itulah penjelasan tentang proses terjadinya petir, sangat menarik bukan? Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda. Di bawah ini video yang bisa anda simak.

Setelah mengetahui seperti apa proses terjadinya petir, maka tidak ada salahnya jika anda membagikan informasi ini kepada teman-teman anda dengan cara menekan tombol share, jangan lupa pula untuk menyertakan komentar, saran atau pendapat pada kolom yang sudah kami sediakan di bawah ini.

 

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook