SITI: Film Indonesia yang Meraih Dua Penghargaan di Ajang Shanghai International Film Festival

Film Indonesia mungkin belakangan ini mulai menunjukan gairah kebangkitannya yang terus bergerak dengan mulus.

Beberapa film mulai bisa diterima sebagai konsumsi hollywood setelah suksesnya film The Raid yang sangat fenomenal. Setelah The Raid beberapa film lainya mulai mampu mememberikan warna baru dengan kualitas tidak kalah mengagumkannya. Meskipun demikian, jika dilihat dari track recordnya sendiri sebanarnya Indonesia juga sudah seringkali tampil dan berbicara di ajang-ajang film internasional dan tidak jarang mendapatkan apresiasi dalam bentuk penghargaan atas karyanya tersebut.

Berbicara mengenai film dan prestasi yang dimiliki oleh Indonesia, maka salahsatu film buatan anak bangsa yang cukup membanggakan adalah sebuah film berjudul “Siti”. Film yang merupakan besutan dari sutradara Eddie Cahyono ini ternyata mampu berbicara banyak di dalam sebuah ajang yang bertajuk Shanghai International Film Festival yang ke 18. Dengan durasi 91 menit film yang berjudul Siti itu mampu membawa pulang hingga 2 penghargaan.

05-film-siti

Berbicara menegenai penghargaan film besutan Eddie Cahyono ini berhasil menjadi jawara dalam kategori sinematografi terbaik dan naskah film terbaik untuk kategori New Asia Talent Competition. Dengan 2 penghargaan yang berhasil diraihnya, film Siti ini diketahui mampu mengalahkan cukup banyak kompetitor dari berbagai negara lainnya, sebut saja Jepang, Korea, dan beberapa negara peserta lainnya. Sebelum mendapatkan penghargaan di Shanghai, Sekar Sari sebagai pemeran utama dalam film ini juga diketahui berhasil meraih penghargaan untuk kategori “Best Performance” dalam ajang festival film Singapura di tahun 2014.

Penilaian film Siti pada ajang Shanghai International Film Festival yang ke 18 kali ini dilakukan oleh beberapa orang juri berpengalaman antara lain Andrey Zvyagintsev (sutradara), Hao Lei (aktris), Korea Hee Jai Kim (penulis skenario), Philippe Muyl (filmmaker), dan Ron Yerxa (produser). Shanghai International Film Festival sendiri merupakan sebuah acara tahunan yang dilangsungkan sejak tahun 1993 dan sudah mendapatkan izin atau lesnsi resmi dari The International Federation of Film Producers Associations.

Selama pelaksanaan acara Shanghai International Film Festival, film Siti inisudah diputar sebanyak 4 kali dan semapat pula dihadiri oleh Konsulat Ri di Shanghai. Film Siti menyoroti permasalahan sosial dari kehidupan seorang tokoh utama bernama Siti. Subjek utama dari film tersebut adalah perjuangan dari seorang wanita bernama Siti yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,baik ibu mertuanya maupun sang suami Bagus yang diceritakan mengalami kelumpuhan ketika ia sedang pergi melaut.

Untuk emenuhi kebuthan hidup sehari-hari dan membayar semua tuntutan dan himpitan hutang yang mendera akhirnya Siti kemudian bekerja banting tulang dari mulai berjualan peyek hingga menjadi seorang pemandu lagu di karaoke. Konflik dimulai ketika anga suami Bagus tidak menyukai pekerjaan Siti sebagai pemandu lagu di karaoke, sehingga membuat Bagus tidak mau berbicara lagi kepada Siti. Ditengah permasalahan keluarga yang mendera dan Siti yang tengah frustasi akibat permaslah dengan sang suaimi tersebut ia justru kembali masuk ke dala dilema ketika seorang polisi tiba-tiba hadir dalam hidupnya an berniat menikahinya.

Berikut ini adalah trailer dari film Siti hasil karya dari Eddie Cahyono.

Sangat menarik bukan film besutan anak negeri ini? Jangan lupa untuk berbagi dengan teman dan sahabat anda dengan cara menekan tombol share yang tersedia di bagian bawah artikel. Anda juga bisa memberikan komentar mengenai film Siti ini dengan menambahkan pendapat dalam kolom komentar yang telah disediakan.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook