Radio Kayu Magno, Radio Kayu Buatan Anak Bangsa yang Mendunia

Kreatifitas anak bangsa memang tidak bisa dipandang hanya dengan sebelah mata saja.

Industri yang semakin berkembang semakin mampu mengakomodir bakat serta ide-ide menarik serta inovatif yang dimiliki oleh anak-anak bangsa. Berangkat dari alam Indonesia yang menyediakan berbagai bahan-bahan industri yang terbaik di dunia, maka sudah sepatutnya produk-produk Indonesia memiliki keunggulan di pasar dunia.

Dari sekian banyak karya anak bangsa yang menarik dan mendunia, salahsatu yang cukup menarik adalah sebuah produk radio bernama Magno. Dikelola oleh sang pemilik, Singgih Susilo Kartono, produk buatannya tersebut mampu menembus pasar internasional dan banyak diminati oleh konsumen-konsumen dari banyak negara di dunia. Bukan hanya sembarang radio yang diproduksi lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini, sebab radio yang dibuatnya menggunakan bahan kayu dan memiliki bentuk yang unik dan terkesan sangat vintage.

Sejak tahun 2005 Singgih mulai mengembangkan usaha radio kayunya tersebut. Singgih tak hanya sekedar membuat radio, dengan filosofinya ia membuat sebuah radio yang tidak hanya sekedar radio saja, namun ia membuat produk ciptaanya tersebut mampu menjadi sebuah barang yang memiliki kedekatan serta hubungan yang personal dengan radionya. 

Produk yang dibuat Singgih di studio workshopnya yang berlantai dua di Temanggung tersebut mengambil bahan menggunakan kayu kayu khas Indonesia, jika biasnya pohon yang dijadikan sebatang kayu hanya dihargai 10 ribu saja, di tangan Singgih dengan radio Magnonya, kayu-kayu tersebut bisa dihargai hingga ratusan dollar. Singgih tidak bekerja sendiri, ia juga dibantu oleh pekerjanya yang berjumlah sekitar 30 orang. Industri radio kayu yang dijalankan Singgih ini masih terhitung sebagai industri kecil, namun meskipun demikian produk ini tetap menjadi buruan dari berbagai konsumennya, bahkan ketika Amerika dan Eropa mengalami krisis, radionya tetap diincar dan diburu. Keadaan tersebut tidak terlalu menggangu penjualan dari radio unik dan antik yang satu ini.

Singgih membuat radio kayu tersebut bukan tanpa alasan, dengan latar belakang hidup di pedesaan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon besar dan kedekatan personalnya dengan radio ia akhirnya memutuskan untuk menyatukan kedua elemen tersebut dalam satu produk yang memiliki filosofi tidak kalah menariknya. Radio Magno buatannya tersebut sebenarnya merupakan sebuah produk dari tugas akhirnya semasa kuliah, dan sejak pertama kali muncul dan masih prototype produk tersebut kemudian sempat memenangkan penghargaan dari Internasional Design Resauce Award 1997 di Seattle Amerika. Tak hanya berhenti di situ saja, selang beberapa tahun kemudian peroduknya tersebut kembali memenangkan sejumlah penghargaan seperti Good Design Award pada tahun 2008 di Jepang, dan berbagai penghargaan lainnya.

Inovasi yang dibuat oleh seorang Singgih memang terbukti mampu membantu meningkatkan tingkat perekonomian dan kesejahteraan para pemuda di desanya. Industri radio kayu Magno menjadi salahsatu lapangan kerja yang cukup banyak menyerap tenaga kerja. Produksinya kini bisa mencapai 300 unit radio setiap bulannya di mana sebagian besar radio Magno akan disebar untuk pasar luar (ekspor) dan sisanya untuk pasar dalam negeri yang tersebar di beberapa daerah seperti Jakarta, Bali Bandung, dan beberapa daerah lainnya lagi. Perbandingan persentase penjualan luar dan dalam negeri itu hingga 95% : 5% di mana 95% untuk ekspor dan 5% dalam negeri.

Sangat inovatif dan kreatif bukan karya-karyanya? Masi share artikel dan videonya, serta jangan lupa untuk memberikan komentar mengani inovasi anak bangsa ini.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook