Panser Anoa Buatan Indonesia Jadi Kendaraan Operasional Tim Perdamaian PBB

Dalam hal militer Indonesia memang dikenal sebagai salahsatu negara yang cukup mumpuni, baik dari segi sumber daya alamnya, maupun sumber daya persenjataanya.

Mumpuninya Indonesai dalam bidang militer sendiri bukan tanpa sebab, bidang militer Indonesia sendiri dikenal cukup mandiri sebab dari mulai teknik latihan sampai persenjataannya sebagian besar sudah cukup terpenuhi dengan menggunakan sumber daya dalam negeri. Berbagai elemen dari mulai teknik kepelatihan hingga persenjataan dengan PT. Pindad sebagai pemasok utama persenjataan cukup membentuk iklim baik bagi terbentuknya armada militer Indonesia yang cukup kuat. Meskipun demikian memang tidak dipungkiri jika di luar itu Indonesia juga masih menggunakan teknologi-teknologi dari negara-negara lain.

Berbicara mengenai militer dan persenjataannya, maka kurang lengkap jika kita tidak berbicara mengenai kendaraan tempur. Kendaraan tempur merupakan salahsatu aspek persenjataan yang sudah seharusnya dimiliki oleh sebuah negara atau badan pertahanan. Dari sekian banyak kendaraan tempur Indonesia, kita mengenal sebuah kendaraan tempur bernama bernama Anoa yang diproduksi di dalam negeri oleh PT. Pindad. Anoa sendiri merupakan kendaraan tempur lapis baja yang memiliki fungsi utama untuk mengangkut personil prajurit.

04-panser-anoa

Membanggakan ternyata PT. Pindad Indonesaia sebagai produsen telah membuat sebuah kendaraan yang cukup mumpuni dan banyak mendapatkan apresiasi dari negara lain, terbukti dengan dipesannya panser anoa ini oleh PBB. PBB ternyata cukup tertarik dengan kendaraan anaoa ini, sehingga akhirnya mereka memesan kendaraaan lapis baja ini hingga 14 unit. Dengan fungi utama sebagai pembawa personil atau dikenal juga dengan APS (armoured personal carrier), pada nantinya panser anoa ini akan digunakan PBB untuk melaksanakan misi perdamaian.

Kendaraan panser anoa yang dipesan PBB itu didesain sperti pada umumnya panser anoa yang diproduksi PT. Pindad, namun bagian luarnya dicat putih dengan tulisan UN pada bagian depannya. Menurut Silmy Karim selaku direktur utama PT. Pindad, sejauh ini meraka telah cukup banyak mengekspor berbagai alutsista atau alat utama sistem pertahanan ke berbagai negara. Jika dilihat dari persentasenya kendaran tempur memang jauh lebih banyak dipesan dan dibeli oleh negara-negara asing. Meskipun demikian proses pengiriman alutsista itu tidak semudah yang dibayangkan, sebab PT. Pindad sendiri tidak mau senjata-senajata yang mereka pasok tersebut nantinya akan disalhgunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata tertentu yang bisa mengganggu dan merusak kestabilan sebuah wilayah.

Sejauh ini sendiri PT.Pindad sudah memikirkan dan merencanakan untuk dapat masuk dan mengekspor berbagai senjata hasil produksinya ke beberapa negara di beberapa bagian wilayah. Untuk Asia Tenggara, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sudah dibidik sebagai pasar potensial, adapun untuk negara-negera Timur Tengah Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait adalah beberapa nama dari sekian banyak negara yang dibidik sebagai pasr potensial bagi PT. Pindad untuk memasarkan produk-produk buatannya.

Dari Konferensi Asia Afrika yang digelar di Bandung belum lama ini juga cukup mampu membuka sedikitnya peluang bagi mereka untuk dapat melebarkan sayap dengan membidik pasar di sana. Negara-negara seperti Madagaskar dan Mozambiq adalah 2 nama yang etrmasuk dalam daftar negara potensial utnuk ekspor berbagai jenis alutsista buatan mereka.

Membanggakan bukan produk dalam negeri ini? mari berbagi dengan teman dan sahabat anda dengan cara menekan tombol share yang ada di halamn ini, anda juga bisa turut berkomentar melalui kolom komentar yang ada di bagian bawah halaman ini.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook