Manfaatkan Limbah Kopi Mahasiswa Universitas Jember Bersiap Membantu Mengurangi Pencemaran Air

Pencemaran lingkungn kian hari kian menjadi ancaman yang serius apabila terus menerus dibiarkan terjadi tanpa adanya penanganan.

Banyak sekali jenis pencemaran lingkungan yang saat ini terjadi di lapangan, dari mulai pencemaran air, pencemaran udara oleh gas yang kian hari kian bertambah parah, hingga pencemaran yang memicu pemanasan global yang bertambah parah. Semua hal tersebut tentunya akan sangat mengerikan bukan jika dibiarkan terus menerus terjadi, oleh karena itu sebagai orang bagian dari alam kita harusnya bisa hidup secara lebih baik dan natural.

Berbicara mengenai pencemaran dan penaganannya, maka ada sebuah penemuan menarik dari Mahasiwa Jember terkait dengan isu tersebut. Para mahasiswa tersebut mencoba melakukan penelitian serta pemanfaatan limbah untuk mengurangi kadar pencemaran dari dalam air. Uniknya mereka menggunakan limbah juga sebagai penawar pencemar, yakni dengan menggunakan ampas kopi.

indonesiaku-5.jpg

Mungkin sebelumnya anda tidak mengetahu jika ternyata ampas limbah minuman kopi ternyata bisa dimanfaatkan secara lebih baik sebagai penawar pencemar dalam air. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jember tersebut ditemukan jika ternyata limbah ampas kopi mampu menyerap racun dari dalam air yang sudah tercemar, bahkan oleh limbah berat sekelas cadmium (Cd). Dari penelitian juga diperoleh angka penurunan yang cukup mencngangkan, diketahui jika ampas kopi bahkan bisa menurunkan kadar cadmium dalam air hingga 50%.

Dibawah bimbingan Anita Dewi Moelyaningrum selaku dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat dari Universitas Jember, lima orang mahasiswa/i yakni Puput Baryatik, Uswatun Asihta, Wita Nurcahyaningsih, Azzumrotul Baroroh, dan Herdian Riskianto melakukan penelitian mendalam mengenai pemanfaatan penggunaan limbah ampas kopi. Pemanfaatan ampas kopi tersebut didasarkan pada banyaknya baghan baku limbah kopi terutama untuk area sekitar Jember. Dengan mamanfaatkan ampas kopi maka mereka mencoba mengedepankan model pengelolaan lingkungan berbasis limbah organik. Jember memang diketahui sebagai salahsatu daerah penghasil/budidaya kopi jenis robusta terbesar di Jawa Timur.

Dengan melakukan penelitian ini para mahasiswa/i tersebut berharap jika pada akhirnya hasil penelitian tersebut bisa membantu masyarakat secara luas dalam memperbaiki kualitas air tanah yang mereka miliki. Selain itu hasil penelitian ini juga bisa mejadi alternatif bagi pelestarian lingkungan secara umum. Dengan penurunan kadar cadmium hingga 55,75% tentunya kualitas air yang diminum oleh masyarakat bisa lebih baik lagi. Cadmium sendiri termasuk ke dalam logam berat yang sangat bersifat toksin bagi tubuh. Dalam jangka panjang racun dalam cadmium diketahui bisa menyerang syaraf, janin serta mengganggu kesehatan dari jantung, ginjal serta hati.

Sebagai penawar toksin dan pencemaran dalam air, ampas kopi tersebut sebelumnya harus melewati pengolahan terlebih dahulu, yakni dengan mengubahnya terlebih dahulu menjadi arang aktif lalu diaktifkan dengan HCl dan selanjutnya dinetralkan kembali. Setelah melewati serangkaian proses tersebut, maka barulah ampas kopi tersbut bisa bekerja secara optimal dalam menyerap kandungan toksin berat di dalam air. ampas kopi bisa langsung dipaparkan ke dalam air untuk menyeap sejumlah racun atau toksin berbahaya dalam air.

Sangat bermanfaat sekali bukan apa yang telah ditemukan oleh para mahasiswa ini? Dengan memanfaatkan limbah mereka bisa membantu mengurangi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan. Silahkan anda tekan tombol share yang berada di bagian bawah artikel ini untuk membagikan informasi terkait penemuan anak muda Indonesia. Berikan pula komentar anda terhadap penemuan yang sangat bermanfaat ini dengan cara mengisi kolom komentar yang berada di bagian bawah artikel.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook