Kuku Terus Memanjang Setelah Kematian? Inilah Faktanya!

Kematian merupakan sebuah hal yang pasti, yang akan dialami oleh semua makhluk hidup di dunia ini.

Kematian merupakan salahsatu hal yang misterius dan banyak sekali memiliki pertanyaan yang hingga kini belum menemukan jawaban yang sebenarnya. Ada begitu banyak misteri yang sebanrnya menarik untuk kemudian digali. Perdebatan mengenai seperti apa kehidupan yang telah terjadi setelah kematian kemudian bagaimana kondisi yang terjadi dengan tubuh ktika kematian, sebab di beberapa kasus ditemukan hal unik dan aneh yang dianggap tidak umum dan menarik untuk digali.

Berbicara mengenai kematian, hal tersebut tidak lepas dari berbagai fakta dan mitos menarik di dalamnya. Salahsatu yang seringkali menjadi perdebatan di kalangan awam hingga profesional ialah mengenai bagian-bagian tubuh khusus pada manusia setelah mengalami kematian, yang salahsatunya adalah bagian kuku.

gg

Kuku bersama dengan beberapa bagian lainnya seperti rambut dipercaya sebagai bagian tubuh yang tidak berhenti bertumbuh dan berkembang sekalipun manusia tersebut sudah meninggal. Pertumbuhan kuku setelah kematian menjadi mitos dan cukup melegenda di masyarakat. Mitos satu ini juga bahkan tidak hanya berkembang di masyarakat umum, namun juga bahkan dipercaya beberapa ahli di berbagai belahan dunia.

Pertumbuhan kuku dan beberapa bagian tubuh lainnya setelah kematian faktanya merupakan hanya sebuah mitos atau tidaklah benar. Aaron E Carroll, M.D., M.S. sebagai seorang asisten peneliti yang mencoba melihat perkembangan kuku setalah kematian menyatakan jika kuku manusia sendiri tidak mungkin berkembang setelah manusia meninggal atau mati. Jika dilihat secara logika awam pun sebenarnya hal tersebut bisa diklasifikasikan sebagai sebuah mitos karena memang setelah kematian perkembangan dan juga pertumbuhan tubuh akan terhenti.

Secara ilmiah diketahui jika kuku terbentuk dari keratinisasi. Kertain sendiri terbentuk dari zat protein yang cukup kuat di dalam tubuh kita. Selama proses keratinisasi, banyak sekali nutrisi serta sirkulasi darah yang baik, sementara ketika fase kematian tubuh manusia tidak mampu melakukan sistem sirkulasi darah pada umumnya, dan tidak ada pasokan nutrisi yang pas untuk menjalankan proses keratinisasi. Proses keratinisasi juga diketahui sangt membutuhkan peraturan hormon yang cukup kompleks sedangkan hal tersebut tidak bisa dilakukan ketika manusia sudah meninggal atau mati.

Mitos tersebut kemudian bisa muncul mungkin karena ilusi optik yag terjadi, sebab ketika kematian terjadi, maka begitu banyak mineral dan cairan yang hilang dari kulit manusia. Sehingga sudah bisa dipastikan jika kulit akan mengering dan mengalami dehidrasi. Ketika dehidrasi, maka kulit akan mengalami tertarik dna terpisah, sehingga kuku akan tertarik ke bagian depan dan membuat tampilan kuku pada mayat tersebut terlihat seperti memanjang, dan hal itulah yang diperkirakan menjadi awal mula bagaimana mitos mengenai kuku yang terus menerus bertumbuh dan berkembang meskipun tubuh sudah mati dan tidak menjalankan sistem secara normal.

Demikianlah fakta yang terjadi dengan kuku setelah mengalami fase kematian. Dengan mengetahui fakta ini, maka tidak akan lagi mitos-mitos aneh yang berkembang di masyarakat mengenai perkembangan dan pertumbuhan dari kuku, khususnya yang dimiliki oleh manusia setelah mengalami fase kematian.

Apa pendapat anda mengenai fakta serta mitos yang berkembang mengenai perkembangan kuku manusia setelah mengalami kematian? Silahkan berikan komentar anda tersebut dan masukan ke dalam kolom yang sudah disediakan. Lanjutkan dengan menekan tombol share yang terletak di halaman ini untuk kemudian berbagi dengan teman dan sahabat anda di media sosial.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook