Keren! Indonesia Berhasil Ekspor Beras Ke Belgia

Sebagai negara berkembang sepertinya Indonesia perlahan bergerak ke arah yang lebih baik dan positif lagi.

Setelah sebelumnya berhasil masuk ke dalam tiga besar negara dengan perkembangan ekonomi terbaik di dunia setelah India dan China, Indonesia juga mulai kembali berkembang dalam sektor pangan. Sebagai negara dengan mayoritas petani padi dan penghasil beras, Indonesia pernah memiliki tujuan untuk bisa swasembada pangan. Sepertinya hal tersebut perlahan mulai terwujud, apalagi beberapa waktu terkahir Indonesia mulai bisa mengekspor beras organik produksinya ke luar negeri, yakni Belgia.

Indonesia diketahui berhasil melakukan ekspor beras ke Belgia dengan jumlah 40 ton dengan harga per kilo nya yang mencapai 60 hingga 70 ribu rupiah. Dengan begitu Amran Sulaiman selaku menteri pertanian Indonesia memiliki keyakinan jika prospeknya ke depan akan semakin cerah. Amran juga optimis jika target ekspor beras Indonesia yang mencapai 100 ribu ton di akhir tahun ini bis terealialisasi dengan baik.

04 indonesiaku

Stok beras ekspor sendiri diperoleh dari berbagai loksi sentra penghasil beras yang sudha sangat dikenal dan bersertifikasi. Beberapa tempat sentra penghasil beras antara lain adalah Tasikmalaya yang berada di Jawa Barat dan beberapa lokasi lainnya di Jawa Tengah juga Jawa Timur. Melihat peluang yang besar, dan kesejahteraan para petani lokal, pemerintah juga menargetkan untuk bisa memiliki sentra beras lainnya di luar Pulau Jawa, yakni Kalimantan.

Demi memenuhi target impor yang besar, tentunya Indonesia membutuhkan cukup banyak lahan baru yang bisa dijadikan sebagai sentra penghasil beras. Diperlukan hingga 500 ribu hektare lahan pertanian hingga 5 tahun ke depan, sehingga diperlukan ada 100 ribu lahan tiap tahunnya. Dengan jumlah lahan seluas demikian, pemerintah juga bisa mensejahterakan petani yang ada saat ini.Kalimantan dirasakan pas sebagai sentra swasembada beras, sebab diketahui masih banya memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan dengan optimal. Meskipun demikian belum ada target untuk menjadikan lokasi lainnya sebagai sentra penghasil beras.

Berbagai keuntungan yang bisa didapat oleh para petani Indonesia, selain dengan keuntungan ekspor yang meningkat denagn harga 60-70 ribu per kilonya, Indonesia juga bisa kemabli menajdi negara swasembada beras. Meskipun target pencapaian yang ditetapkan oleh pemerintah ini begitu ambisius hingga akhir tayhun, namun mereka juga bisa menjamin jika ketersediaan pasokan beras untuk dalam negeri bisa terjamin dengan baik.

Dicanangkannya Kalimantan sebagai sentra penghasil beras merupakan program lanjutan yang kan dikejar dan dilakukan oleh pemerintah pada tahun depan. Untuk tahun ini pemerintah sendiri masih berfokus dengan Tasikmalaya. Mereka berfoku untuk mengoptimalkan produksi padi di tahun ini guna memenuhi tuntutan ekspor beras yang mencapai 100 ribu di akhir tahun.

Tentunya program tersebut bisa menajdi kebanggaan tersendiri bagi banyak petani. Dengan program swasembada beras dan ekspor beras, maka banyak petani yang akan diuntungkan dan mengangkat perekonomian petani lokal. Meskipun demikian sejauh ini baru Kalimantan dan Jawa saja yang diproyeksikan sebagai sentra penghasil beras. Pemerintah khawatir jika dilakukan di semua lokasi di Indonesia, maka akan terjadi inflasi, sebab biayapengiriman dari beras tersebut akan ditanggung oleh petani itu sendiri.

Bangga bukan? Mari kita bagikan berita positif mengenai Indonesia yang mampu mewujudkan ekspor beras ke Belgia melalui media sosial yang kita miliki masing-masing. Anda bisa membagikannya dengan cara menekan tombol berbagi yang telah disediakan di halaman ini. Mulailah berbagi informasi menarik bersama dengan teman. Berikan juga komentar dan pendapat anda mengenai prestasi baru Indonesia ini dengan cara mengisi kolom yang telah disediakan.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook