Jawa Barat Berduka, Banjir Bandang Terjang Garut dan Longsor Terjadi di Sumedang

Hujan dalam waktu panjang dan berintensitas tinggi menyebabkan terjadinya banjir di wilayah Garut, Jawa Barat, Rabu (21/09/2016) dini hari. Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB, banjir dahsyat ini disebabkan karena guyuran hujan yang tidak henti sejak pukul 20.00 s/d 23.30 WIB, serta akibat luapan Sungai Cimanuk dan Cikamuri.

Berdasarkan laporan tercatat 7 wilayah tergenang banjir bandang Garut, di antaranya Tarogong Kidul, Bayongbong, Tarogong Kaler, Karangpawitan, Banyuresmi.

Bencana banjir bandang yang menerjang Garut tersebut adalah kejadian terburuk sepanjang sejarah yang terjadi di Provinsi Jawa Barat. Korban meninggal akibat bencana yang memprihatinkan ini dilaporkan semakin bertambah, bahkan belasan orang lainnya dilaporkan hilang, 200 rumah rusak dan melumpuhkan seluruh akses jalan utama menuju ke Garut.

Banjir Bandang Garut

Hingga saat ini penyelamatan dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Tagana, PMI, BPBD, masyarakat dan relawan.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan  Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mengatakan bahwa jumlah pengungsi akibat banjir bandang Garut ini hingga mencapai 1.000 orang. Dimana para pengungsi tersebut disebar di beberapa tempat pengungsian di antaranya apotek Wira Prima, Markas Korem 06, posko Sekretaris Daerah dan Rumah Sakit Guntur.

Jumlah pengungsi akibat banjir bandang ini kemungkinan besar akan semakin bertambah, mengingat banjir memiliki skala yang besar.

Dalam waktu yang sama, bencana longsor terjadi di kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Longsor di Sumedang yang terjadi di 5  dusun menyebabkan 3 orang meninggal dan beberapa orang mengalami luka-luka, serta 1 orang masih dalam pencarian.

Longsor yang terjadi pada Rabu, 21 September 2016 tersebut melanda lima dusun di desa Ciherang, di antaranya Dusun Ciguling, Ciherang, Cimareme, Singkup, dan Babakan Gunasari. Ratusan orang yang tinggal di wilayah yang terkena dampak diungsikan di Gor Tajimalela, Sumedang.

Selain memakan korban jiwa, BPBD setempat melaporkan bahwa longsor tersebut menyebabkan kerugian material.

BPBD Sumedang dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, Polri, TNI, Palang Merah Indonesia, masyarakat, relawan dan dinas terkait bekerja sama untuk terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada akan ancaman banjir dan longsor. Pasalnya, berdasarkan prediksi intensitas hujan akan semakin meningkat hingga puncaknya pada Januari 2017 mendatang.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook