Inilah Fakta Sebenarnya Dibalik Panda Memakan Bambu

Siapa yang tidak tahu pada hewan yang satu ini? Ya panda adalah hewan yang sudah tidak asing lagi untuk kita semua.

Ciri-ciri khususnya yang sangat unik dengan lingkaran berwarna hitam bulat pada area mata dan badan yang sangat lucu serta menggemaskan membuat hewan yang satu ini disukai oleh banyak orang yang melihatnya. Ditambah lagi hobi hewan yang satu ini yaitu memakan bambu membuat panda menjadi hewan yang unik.

Panda ini memiliki keinginan yang sangat besar untuk memakan bambu, dimana setidaknya ia membutuhkan kurang lebih 12,5 kilogram bambu dalam setiap harinya. Panda ini merupakan beruang asli yang berasl dari Tiongkok, tepatnya di sana panda dianggap sebagai sebuah kebanggaan nasional.

Bambu adalah menu utama yang masuk dalam daftar makanan panda raksasa atau Ailuropoda melanoleuca. Hewan yang satu ini bisa menghabiskan selama 14 jam dalam sehari untuk memakan bambu. Namun meskipun panda gemar memakan bambu mulai dari daun hingga batangnya tetapi itu bisa jadi merupakan hasil evolusi, dan bukan makanan asli ketika hewan yang satu ini pertama kali ada.

Tahukah anda? hasil studi baru pada bakteri yang ada di dalam saluran pencernaan panda raksasa menunjukan bahwa kemampuan hewan mamalia ini dalam mencerna bambu sebenarnya buruk. Hasil penelitian pada bakteri yang hidup di dalam perut serta usus panda raksasa menunjukan bahwa hewan yang satu ini hanya memiliki sedikit bakteri dalam membantu mencerna tumbuhan berserat seperti bambu.

Dan sebaliknya, menurut hasil studi yang dipublikasikan daring American Society for Microbiology, mBio, menunjukan bahwa kebanyakan saluran pencernaan panda berlumur bakteri seperti halnya Streptococcus dan Escherichia/Shigella, dimana organisme tersebut biasanya ditemukan dalam pemakan daging. Dan bakteri-bakteri tersebut kemungkinan adalah sisa dari pendahulu hewan ini.

Panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) sebenarnya berevolusi dari beruang-beruang yang memakan daging dan tumbuhan. Menurut para peneliti, panda raksasa kuno mulai memakan bambu kemungkinan sekitar tujuh juta tahun yang lalu, tetapi kemudian mulai memkaan bambu ekslusif sejak dua tahun yang lalu.
Panda raksasa akan membangun rahang serta gigi yang kuat agar bisa digunakan untuk membantu mengunyah tumbuhan berserat, dan hal tersebut dilakukannya dari waktu ke waktu. Panda raksasa pun memiliki pergelangan tangan yang berfungsi sebagai ibu jari agar bisa membantunya menggenggam batang bambu. Saluran pencernaan hewan yang satu ini sebenarnya masih seperti karnivora, bahkan hanya bisa mencerna sekitar 17 persen bambu yang mereka makan.

Menurut Zhihe Zhang, peneliti utama dari Pusat Riset Panda Raksasa Chengdu, Cina, menyampaikan bahwa panda memang merupakan hewan yang lebih unggul dibandingkan dengan hewan pemakan tumbuhan yang lainnya. Struktur anatomi tubuh panda sangat efektif dalam menghancurkan bambu. Namun sistem pencernaan mereka masih sama dengan hewan pemakan daging. Mereka tidak memiliki gen yang bisa mengasilkan enzim pencerna tumbuhan. Dan kondisi ini dapat meningkatkan resiko kepunahan mereka.Dalam studi tersebut para peneliti melakukan analisis pada 45 panda sehat yang hidup di Research Base, dimana mereka semua melakukan analisi genetik pada bakteri yang ada di dalam saluran pencernaan dalam fases panda-panda yang diteliti. Setelah sekitar satu tahun lamaya, mereka semua berhasil mengumpulkan 112 sampel fases dari panda anak-anak, remaja serta dewasa. Kecuali pada anak panda, dimana mereka minum susu, setiap panda makan 10 kg bambu dan rebung, juga 800 gram roti kukus setiap hari. Tetapi menurut temuan para peneliti, fases mereka penuh dengan potongan bambu yang tidak dicerna.

Hasil riset yang mengejutkan tersebut menunjukan bahwa microbiome sistem pencernaan panda sebenarnya tidak beradaptasi dengan pola makan yang telah mereka terapkan dalam jutaan tahun. Lambung panda tidak memiliki bakteri penghancur tanaman yang biasanya dimiliki oleh herbivora. Namun mikroba dalam perut panda bisa bervariasi tergantung dengan musim.

Yuk sebarkan informasi ini kepada teman atau orang-orang terdekat anda dan jangan lupa berikan komentar anda pada kolom komentar di bawah ini.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook