Hati Hati Vaksin Palsu Sudah Merajalela

Jaringan pembuat dan pengedar vaksin palsu beberapa waktu yang lalu telah terbongkar oleh Bareskrim Polri. Mengetahui bahwa ada vaksin palsu yang sudah beredar luas membuat seluruh orang tua yang memiliki bayi dan balita mengalami keresahan.

Berdasarkan Plt Kepala BPOM yakni Tengku Bahdar Johan Hamid menjelaskan bahwa munculnya jaringan pembuat vaksin palsu ini disebabkan karena bisnis tersebut merupakan bisnis yang cukup baik. Bisnis ini merupakan bisnis mahal sehingga muncul para pemain baru untuk melakukan kejahatan.

Guna mencegah semakin menyebarnya vaksin palsu ini, Johan menjelaskan bahwa BPOM dan pabrik pembuat vaksin telah melakukan pembentukan tim. Pemeriksaan ketat akan dilakukan guna membasmi vaksin palsu yang beredar tersebut.

VAKSIN-PALSU.jpg

Johan juga menjelaskan bahwa untuk para konsumen yang merasa curiga bisa segera menghubungi BPOM. Untuk vaksin  dari biofarma memiliki tutup berwarna abu, jika tutup selain warna abu abu itu berarti vaksin palsu. Sedangkan untuk vaksin dari Sanopi memiliki kemasan yang lebih mengkilat, jika melihat kemasannya rusak atau berbeda dari itu hindari untuk membelinya. Selain itu, Sanopi juga menjual produknya tersebut melalui aplikasi dan tidak melalui freelance atau eceran. Untuk Biofarma menjualnya dari jalur resmi.

Johan juga menegaskan agar tidak membeli vaksin dari tempat freenlance atau tidak resmi yang harganya terjangkau. Selain itu, ia juga menghibau kepada para pasien untuk bertanya pada saat akan diinjek vaksin.

Meskipun banyak orang tua yang merasa khawatir akan beredarnya vaksin palsu ini, tetapi Kementrian Kesehatan menegaskan untuk tidak terlalu risau dalam menanggapi beredarnya vaksin palsu tersebut. Meskipun peredarannya tetap harus diwaspadai, tetapi Kemenkes memberikan tips dan petunjuk agar para orang tua tidak terlalu khawatir akan kejadian ini.

Melalui akun Twitter resmi dari Kemenkes menyampaikan agar seluruh masyarakat tidak khawatir dengan beredarnya vaksin palsu dengan 7 alasan berikut.

1. Apabila anak melakukan imunisasi di Posyandu, Rumah Sakit Pemerintahan atau Puskesmas, vaksin yang digunakan merupakan vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah, yang mana pemerintah mendapatkannya langsung dari produsen dan distributor resmi. Vakisn tersebut dijamin vaksin asli dan terjaga keamanan serta manfaatnya.

2. Jika anak mengikuti beberapa program pemerintahan seperti imunisasi dasar lengkap yang mencangkup Hepatitis B, DPT, Polio, campak dan BCG yang mana pengadaannya dilakukan oleh pemerintah yang kemudian didistribusikan ke Dinas Kesehatan. Jika seperti itu, maka vaksin yang digunakan dijamin asli.

3. Peserta JKN dan melakukan imuninasi dasar. Pengadaan vaksin yang digunakan berdasarkan Fornas dan e-catalog yang berasa dari distributor atau produsen resmi. Oleh karena itu, para orangtua jangan merasa khawatir.

4. Melakukan imunisasi ulang seperti DPT, Polio dan Campak. Imunisasi ini disarankan untuk diulang tanpa adanya vaksin palsu. Jangan merasa khawatir, ibu bisa mengikuti imunisasi ini di puskesmas atau posyandu.

5. Peredaran vaksin diduga tidak melebihi 1 persen wilayah di Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Jumlah sebarnya ini relatif kecil.

6. Diketahui bahwa vaksin palsu dibuat dengan campuran cairan infus dan gentacimin atau obat antibiotik, dengan dosis setiap imunisasi yaitu 0,5 CC. Jika dilihat dari kandungan dan jumlah dosisinya, vaksin palsu tersebut relatif tidak membahayakan.

7. Karena vaksin palsu itu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan besar akan timbul infeksi. Gejala jika bayi mengalami infeksi yaitu bisa dilihat setelah tidak lama dilakukan imunisasi. Oleh karena itu, jika sudah dilakukan imuninasi dan tidak mengalami gejala apapun maka dipastikan aman. Bisa juga anak diimuninasi bukan dengan menggunakan vaksin palsu melainkan vaksin asli.

Peredaran vaksin palsu tersebut diduga terjadi di klinik atau rumah sakit kecil. Kemenkes menghibau kepada orang tua yang khawatir jika anaknya disuntik oleh vaksin palsu segera melapor.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook