Fakta Di Balik Cegukan, Yuk Simak!

Setiap orang tentunya pernah mengalami cegukan.

Cegukan biasanya datang dengan tiba-tiba, bahkan kehadirannya akan membuat kegiatan kita menjadi terganggu. Banyak orang atau mungkin anda sendiri bertanya-tanya mengapa cegukan terjadi. Cegukan itu sendiri merupakan hal atau keadaan yang normal yang mana bisa terjadi pada siapa saja, baik itu pria atau wanita dari segala usia. Apabila cegukan yang dialami hanya bersifat sementara atau tidak lama, maka itu tandanya hal yang wajar atau bukan tanda dari penyakit yang berbahaya.

Cegukan sementara disebabkan karena adanya gangguan yang terjadi pada organ yang berada didekat diafragma. Ketika adanya sebuah rangsangan dengan tiba-tiba dan kuat, maka organ-organ tubuh akan melibatkan saraf frenikus. Yang mana saraf tersebut akan merangsang kontraksi diafragma, sehingga dengan begitu seseorang akan mengalami cegukan.

FAKTA-CEGUKAN

Ketika otor diafragma berkontraksi, maka udara yang masuk ke dalam paru-paru akan langsung dikeluarkan dengan segera dan tiba-tiba pula. Udara yang dikeluarkn tersebut kemudian akan membentur katup saluran bernafas atau epiglotis yang tertutup, sehingga hal inilah yang akan membuat seseorang cegukan.

Cegukan bisa terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti karena kurangnya asupan makanan. Cegukan terjadi karena tubuh kekurangan asupan cairan, yang mana keadaan ini akan menyebabkan makanan yang dikonsumsi tidak sepenuhnya terdorong masuk ke dalam perut.

Cegukan juga akan menyerang mereka yang memiliki kebiasaan makan dengan tergesa-gesa, atau makan sambil berbicara. Hal in terjadi karena oksigen masuk dan mendesak dengan tiba-tiba ke dalam paru-paru sehingga dengan begitu kondisi diafragma akan dipengaruhi. Pada saat itu akan terjadi sedak yang diikuti dengan cegukan.

Suhu yang berubah secara ekstrim memiliki potensi besar menyebabkan cegukan. Selain itu, seseorang yang tidak tahan akan makanan bercita rasa pedas memiliki resiko lebih tinggi mengalami cegukan ketika ia mengkonsumsi makanan pedas. Begitu pun pada saat memakai bumbu atau penyedap rasa yang terlalu asam atau asin. Hal tersebut tentunya akan membuat diafragma mengalami kontraksi secara tiba-tiba, yang mana artinya akan mengundang cegukan. Cegukan pun terjadi pada saat karbon dioksida atau CO2 mengalami penurunan drastis di dalam darah

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi cegukan. Dimana di antaranya yaitu menahan nafas, yang mana kegiatan ini bisa membuat kadar CO2 di dalam darah menjadi meningkat.

Cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan bernafas yang dilakukan di dalam plastik ataupun kantong kertas. Kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan kadar CO2 di dalam darah sehingga akan menekan saraf otak, yang menyebabkan seseorang menjadi cegukan.

Minum segelas air dengan perlahan-lahan, biarkan air yang diminum tersebut mengalir ke tenggorokan dengan perlahan serta bertahap agar kestabilan diafragma kembali.

Mengunyah dan menelan gula juga bisa dilakukan untuk mengatasi cegukan.

Berbaring bisa membantu meredakan cegukan. Anda bisa berbaring dengan lutut didekatkan ke arah perut. Lakukan atau pertahankan posisi ini selama kurang lebih 1 menit.

Anda harus memperhatikan ketika mengalami cegukan. Pasalnya, cegukan yang terjadi bisa menjadi pertanda bahwa terdapat masalah yang cukup serius dalam tubuh anda, seperti halnya masalah pada perut,penyakit ginjal, hati, tumor pada batang otak, infeksi pada saraf pusat, atau gejala stroke. Mengatasi cegukan karena keadaan tersebut harus dilakukan atau diatasi dengan dokter.

Itulah fakta tentang cegukan. Semoga informasi dari kami bermanfaat.

Share informasi ini kepada teman atau sahabat anda, berikan juga komentar anda pada kolom yang tersedia di bawah ini.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook