Embung Nglanggeran: Spot Terbaik Menikmati Keindahan Matahari Di Jogja

Salahsatu tempat di Indonesia yang memiliki sejuta pesona pariwisata adalah Jogja.

Jogja dapat dikatakan sebagai pusat wisata yang cukup terkenal di Indonesia, keramahan warganya, keeksotisan budayanya, pesona alamnya mampu menarik minta dan hati para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Tengok saja seputaran jalan Malioboro yang selalu penuh sesak dengan para wisatawan yang ingin berbelanja.

Adat istiadat yang dipegang teguh juga merupakan daya tarik besar dari kota Jogja. Sistem kerajaan yang sudah sejak lama ada hingga kini masih dipegang teguh oleh masyarakat Jogja. Itulah yang menyebabkan daerah ini tidak hanya spesial dan istimewa secara nama namun juga istimewa secara benar-benar keseluruhan.

Embung Nglanggeran: Spot Terbaik Menikmati Keindahan Matahari Di Jogja

Jika sebelumnya kamu berkunjung ke Jogjakarta hanya mengunjungi tempat-tempat biasa seperti malioboro, keraton hingga ke pantai parang tritis sepertinya kali ini kalian bisa menikmati sebuah pesona wisata baru yang berada di ketinggian gunung api purba Nglanggeran bernama Embung Nglanggeran.

Tempat yang bernama Embung Nglanggeran ini sekarang cukup diminati oleh para masyarakat untuk dijadikan salahsatu tempat pariwisata mengagumkan. Banyak sekali pengunjung yang datang ke tempat ini untuk menikmati bias indah sinar matahari pada saat matahari tenggelam. Embung yang dalam bahasa jawa berarti telaga atau ini sebenarnya terhitung baru. Tempat ini baru diresmikan pada tanggal 19 Februari 2013 oleh Sultan Hamengkubuwono X.

Dibuat untuk tujuan konservasi air, ternyata Embung Nglanggeran ini juga sangat indah secara alam dan bisa dijadikan sebagai salahsatu destinasi wisata alternatif bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Berlokasi di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta Embung Nglanggeran ini dibuat dengan cara membelah sebuah gunung api purba Nglanggeran. Gunung api purba Nglanggeran sendiri juga merupakan tempat yang sangat cocok dikunjungi oleh para pecinta kegiatan wisata alam dan adventure. Kedua tempat ini sangat berdekatan Embungnya sendiri hanya berada 2 kilometer ke arah tenggara gunung api purba tersebut.

Putar gambar ini untuk melihat sekelilingnya

Fungsi utama dari Embung Nglanggeran itu sendiri merupakan tempat penampungan dan konservasi air dari berbagai sumber baik hujan, gunung dan lain sebagainya. air yang telah ditampung di embung ini akan digunakan untuk mengairi perkebunan buah yang berada di sekitarnya, yakni Kebun Buah Nglanggeran.

Proses pembuatannya yang dilakukan dengan cara membelah gunung api purba memang menjadi salh menakjubkan dari sekian banyak pesona yang ditawarkan oleh Embung Nglanggeran. Rencana awal pengelola sebenarnya justru lebih kepada proyek konservasi dan pengairan sebab area sekitarnya akan dijadikan perkebunan buah dari mulai klengkeng, durian dan masih banyak lagi lainnya. Namun ternyata justru perhatian masyarakat lebih besar kepada pesona yang ditawarkan oleh embungnya itu sendiri, itulah kenapa justru sekarang nama Embung Nglanggeran lebih dikenal dibanding nama asli dan resminya yaitu Kebun Buah Nglanggeran.

Jika dulu pengunjung hanya datang dengan tujuan untuk mengunjungi gunung api purbanya saja maka sekarang para wisatawan justru datang ke Gunungkidul untuk mengunjungi Embung Nglanggeran ini. pemandangannya yang indah yakni berlatar belakang tebing gunung api purba, pemandangan alam persawahan hijau yang terhampar luas dibalut oleh indahnya awan-awan putih yang menggantung di langit. Banyak juga yang datang ke Embung Nglanggeran ini untuk tujuan fotografi misalnya foto pre-wedding dan keperluan foto lainnya. Embung Nglanggeran ini memiliki luas berukuran 60x60 meter berbentuk cawan dengan pemandangan yang sangat eksotis. Kini wilayah ini menjadi semakin membaik dan hijau dibanding dahulu yang kering dan mati.

Ada beberapa mitos yang mneyertai lokasi desa Nglageran ini juga yaitu mengenai misteri 7 keluarga, di mana hanaya boleh ada 7 keluarga yang mendiami kampung tersebut, sehingga apabila ada anggota keluarga yang menikah harus segera meninggalkan desa, sebab menurut kepercyaan mereka jika dilanggar maka akan ada sebuah musibah yang terjadi.

Mari Mengunjungi Embung Nglanggeran

Jika kamu berniat berlibur di Jogja maka segeralah coba untuk mengunjungi Embung Nglanggeran, sebab pengalaman yang kamu dapatkan akan sangat berkesan dan sulit dilupakan. Pemandangan yang indah dan sarat dengan pesona alam ini bisa kamu dapatkan hanya dengan berkendara sejauh 1 jam lebih perjalanan dari pusat Kota Jogjakarta. Tempat ini memang belum cukup populer sehingga terkadang jika kita tidak tahu arah dan bertanya, masih ada orang yang tidak bisa memberikan petunjuk dan memberikan alamat jalan dengan jelas kepada orang. Jangan terlalu khawatir, jika memang kamu kesulitan untuk mencapai lokasi bertanyalah arah menuju ke situs gunung api purba Nglanggeran, maka orang-orang akan dengan ramah menunjukan kepadamu jalan dan aranh yang seharusnya kamu lewati.

Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan dalam rangka kunjungan ke Embung Nglanggeran ini, berikut adalah tipsnya.

1. Temukan jalur yang tepat sebelum menuju ke Embung Nglageran. Ada 2 jalur yang bisa kamu lalui untuk menuju ke Embung Nglageran ini. karena lokasinya berada 1 komplek dengan gunung api purba Nlanggeran, maka kamu bisa cari info menuju ke gunung api tersebut, begitu pula jika kamu bertanya di perjalanan, maka cobalah tanyakan jalur menuju gunung apai purba, karena orang-orang lebih mengenal gunung api purba ketimbang embung karena tempatya yang terhitung baru. Adapun jalurnya adalah menurut daerah awal kamu berangkat, yakni Jogja atau Wonosari. Jika dari Jogja maka kamu akan melalui jalur Bukit Bintang Patuk menuju Radio GCD FM belok kiri kira-kira 7 KM menuju desa Nglanggeran. Namun jika kamu memulai perjalanan dari Wonosari berarti kamu akan melewati Bunderan Sambipitu kemudian menuju ke arah kanan yakni dusun Bobung/kerajinan Topeng, setelah itu barulah menuju Desa Nglanggeran .

2. Tidak ada angkutan umum yang melayani rute perjalanan sampai tepat di Desa Nlanggeran, sehingga sangat disarankan untuk membawa kendaraan pribadi baik itu mobil maupun motor, atau mungkin sepeda. Namun apabila tidak memiliki kendaraan pribadi atau ingin mengunjungi tanpa membawa kendaraan pribadi, perjalanan menuju ke kompleks Nlanggeran ini bisa dilakukan dengan menggunakan ojek dari daerah Patuk atau Sambiputu dengan tarif berkisar 15 ribu rupiah.

3. Kamu bisa mendatangi Embung Nlanggeran ini kapanpun dengan hanya membayar retribusi 3000 rupiah, namun ada beberapa waktu yang tepat yangmenjadi favorit dan kamu bisa mendapatkan pemandangan yang sangat optimal. Yang paling tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah ketika matahari terbenam di sore hari, sebab kamu bisa menyaksikan matahari yang terbenam tanpa terhalang oleh pepohonan apapun. Embung Nlanggeran ini terletak di ketinggian dan perlu meniti hingga 500 meter di atas permukaan laut. Kamu juga bisa mengunjungi pada saat pagi hari, meskipun kamu tidak akan menemukan indahnya cahaya matahari terbit tapi suasana pagi yang dingin dan kabut serta warna danau yang indah akan tetap membuatmu terkagum.

Tertarik untuk mengunjungi tempat ini? jangan lupa untuk berkomentar dan share ke teman-temanmu.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook