Berkat Konsistensinya Menjaga alam Pemuda Aceh Ini Raih Penghargaan Internasional

Sebagai manusia yang tinggal di alam, sudah sewajibnya kita juga menjaganya dan menajganya dari kerusakan.

Pada kenyataanya, eksplotitasi dan pengrusakan lingkungan kian hari kian bertambah parah, entah disengaja atau tidak terkadang ketamakan dan kurangnya kesadaran akan lingkungan membuat kita menjdai tak acuh terhadap kelestariannya. Beragam kerusakan terjadi yang pada akhirnya berimbas pada manusia itu kembali.

Dibutuhkan mereka yang berani mengambil keputusan untuk menjaga alam agar setidaknya kerusakan yang terjadi bisa diminimaslisir, dan semoga menjadi pergerakan yang baik bagi generasai mendatang agar bisa lebih menghargai dan bertanggung jawab terhadap alamnya. Dari sekian banyak pemuda yang turut ambil bagian dalam proses penjagaan alam , salahsatunya adalah seorang pemuda asal Aceh bernama Rudi Putra yang berusaha menyelamatkan lingkungan tempatnya tinggal dari orang-orang yang berniat mengeksploitasi secara tidak bertanggung jawab.

08

Rudi yang menyadari potensi besar Indonesia berasal dari alam merasa tiak nyaman dengan berbagai jenis praktik pengrusakan lingkungan di sekitarnya. Salahsatu fokus utama yang ia lihat adalah pengrusakan alam yang terjadi akibat adanya eksploitasi terhadap alam oleh para perusahaan kelapa sawit ilegal di sekitar lingkungan Leuseur, Sumatera. Hingga akhirnya Rudi tergugah hatinya untuk melakukan konservasi atau penjagaan kelestarian pada lingkungan tersebut.

Keteguhan hati Rudi dalam menjaga lingkungan alam di sekitarnya juga akhirnya menuai sejumlah besar apresiasi, dan yang mungkin dirasanya cukup berkesan adalah ketika ia meraih penghargaan konservasi lingkungan internasional dari Goldmans Environmental Prize pada April 2014 yang lalu. sebelumnya Rudi merasa tidak percaya jika kiprahnya selama ini dalam program konservasi alam tersebut diapresiasi oleh mereka. Beberapa kali mendapat konfirmasi, baik melalui telepon ataupun e-mail ia masih tidak percaya, namun ketika akhirnya Erna Witoelar yang sebelumnya pernah menjabat sebagai ambasador UN di wilayah Asia Pasifik untuk MDGs berbicara lansung padanya, akhirnya ia percaya dengan berita tersebut.

Niat awal pemuda yang menyelesaikan pendidikan masternya di jurusan Konservasi Biologi IPB ini sederhana, karena kecintaanya terhadap Badak Sumatera maka ia mencoba melindungi ekosistemnya dari perburuan liar yang seringkali terjadi. mengingat Badak Sumatera merupakan salahsatu hewan yang ternacam punah Rudi pun merasa jika keberadaannya mesti dipertahankan. Selain karena perburuan liar yang kerap kali terjadi pengambilan dan alih fungsi lahan menjdai perkebunan sawit ilegal juga turt andail dalam merusak ekosistem Leuseur yang menjadi tempat hidup bergam jenis satwa dan juga menjdai tumpuan warga sekitar yang berjumlah tidak kurang dari 4 juta warga.

Kiprah dari rudi bisa di sebuat tidak main-main, sebab sampai tahun 2014 saja ia berhasil membongkar sampai 485 kebun sawit ilegal. Tentunya lahan sebegitu luasnya akan mengikis perlahan ruang hidup satwa dalamnya seperti Gajah, Orang Utan, Badak hingga Harimau Sumatera. Dalam upayanya melestarikan lingkungan ini juga Rudi tidak segan mengeluarkan dana pribadi demi kelancaran adri tujuannya, yakni konservasi alam dan ekosistem Leuser. Dirinya mengaku jika hal yang dilakukannya merupakan sedikit bentuk sumbangsih bagi Aceh, tempat tinggalnya.

Membanggakan sekali bukan apa yang telah dilakukan oleh pemuda asal Aceh satu ini? Mari tularkan semangat menjaga lingkingan sekitar dari mulai yang terkecil. Bagikan artikel mengenai anak Indonesia yang menginspirasi satu ini kepada sahabat anda di media sosial masing-masing. Gunakan tombol share yang berada di bagian bawah artikel. Jangan lupa juga untuk berbagai komentar mengenai apa yang dilakukan Rudi Putra ini terhadap lingkungan dalam kolom yang tersedia.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook