Berkat Hasil Karya Konversi Listrik Buatannya Dua Orang Mahasiswi Indonesia Sabet Gelar Juara Dalam Ajang Internasional

Kreatifitas anak Indonesia memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari waktu ke waktu selalu saja ada terobosan unik yang dilakukan. Penemuan-penemuan tersebut pada akhirnya bisa menjadi jalan keluar permasalahan yang dihadapi kini. Tidak jarang kemudian teknologi hasil temuan anak-anak bangsa tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh orang-orang di luar negeri ini.

Berbicara mengeai penemuan unik dari anak bangsa, maka cobalah tengok hasil karya dari Nabila Astari dan Stephanie Rawi yang bernama “Droplock Turnstile Gate”. Alat bernama Droplock Turnstile Gate tersebut merupakan hasil karya dari dua orang mahasiswi asal Universitas Indonesia yang belajar di jurusan Teknik. Dengan karya Droplock Turnstile Gate buatan mereka, ternyata hasil karyanya tersebut berhasil menyabet penghargan internasional juara kedua dalam sebuah ajang kompetisi Go Green City, yang digelar di Paris, Perancis.

Dua mahasiswi ini memperkenalkan sebuah alat konversi listrik yang secara ide mungkin terlihat begitu sederhana. Namun jika diperhatikan secara lebih mendalam. Alat bernama Droplock Turnstile Gate tersebut memiliki manfaat yang besar dalam penghematan listrik. Tidak salah jika akhirnya mereka menempati posisi juara kedua, sebab karya yang mereka ajukan cukup memiliki nilai lebih sebagai sebuah hasil penemuan. Nabila dan Rawi sendiri berhasil mewakili Indonesia dan keluar sebagai juara kedua, di mana posisi pertama ditempati oleh Jerman dan yang ke tiga adlah Brazil.

02 indonesiaku

Sebelumnya, dua mahasiswi ini telah lolos dari babak Asia dengan mengalahkan negara-negara yang terliobat dalam kompetisi. Di babak Asia sendiri mereka berhasil mengalahkan 9 tim, yakni Korea, Jepang, Thailand, Taiwan, Singapura, Malaysia, Myanmar Filipina serta Vietnam. Tentunya hal tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi kedua mahasiswi tersebut, namun juga bagi Indonesia.

Ide awak yang mereka lakukan mungkin sederhana. Dengan melihat potensi dari pintu tiga kaki yang berputar tiap kali ada penumpang yang masuk ke dalam, maka terciptalah sebuah alat unik nan menarik tersebut. Secara garis besar, listrik sendiri akan dihasilkan oleh putaran yang terjadi dari pintu, yang kemudian dikonversikan melalui sebuah alat. Dengan memanfaatkan penemuan hasil karya Nabila dan Rawi, maka halte-halte Trans Jakarta akan bisa memenuhi listriknya sendiri. Produksi listrik perhari dari putaran pintu tiga kaki tersebut bisa mencapai 15 kwh/hari tentunya merupakan sebuah keuntungan yang bisa diambil bukan?

Dengan ide yang cukup original dan alat yang begitu ramah lingkungan sudah pasti hasil karya dari anak bangsa ini merupakan sebuah penciptaan yang begitu bermanfaat bagi banyak orang. Dengan implementasi yang baik dan juga tepat, maka tentunya konsumsi listrik bisa dikurangi dalam jumlah yang tidak sedikit. Karya ini juga bisa terus dikembangkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan tidak hanyabagi kota yang sudah memiliki jaringan transportasi semacam trans Jakarta saja.

Nabila dan Rawi sendiri telah mencoba mengajak kerjasama kepada beberapa pihak terkait mengenai pemanfaatan dari alat karya mereka tersebut. gayung berasmbut, pihak Trans Jakarta sendiri terlihat cukup antusias dan menyabmbut baik ide yang mereka berikan tersebut. Dengan demikian, karya mereka bisa bermanfaat secara nyata dan bukan hanya bisa diperlombakan saja.

Memang unik dan membanggakan sekali memang prestasi yang telah dicetak oleh kedua orang Mahasiswi ini. Anda bisa turut berbagai informasi menarik terkait dengan penemuan kreatif dari mahasiswi Indoneisa ini kepada teman atau sahabat anda. Anda bisa berbagi Informasi dengan cara menekan tombol berbagi yang telah disediakan di halaman ini. Silahkan berbagai melalui laman media sosial anda masing-masing.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook