Aceh Kembali Berduka, Gempa Bumi Berkekuatan 6,5 SR Mengguncang Aceh

Tidak ada yang bisa mencegah datangnya bencana alam. Manusia hanya bisa pasrah dan berdo'a untuk meminta keselamatan dari yang maha kuasa.

Setelah beberapa tahun yang lalu berduka karena bencana tsunami yang meluluhlantakan Aceh, kini Aceh kembali berduka atas bencana alam gempa bumi. Gempa bumi dengan berkekuatan 6,5 SR tersebut mengguncang Provinsi Aceh, Kabupaten Pidie Jaya subuh pada Rabu, 7/12/2016 dengan pusat gempa 5,25 LU dan 96,24 BT. Gempa terjadi di darat dengan kedalaman 15 km.

Saat itu sebagian warga masih terjaga dalam tidurnya. Namun, tanpa diduga bumi tiba-tiba bergoyang. Dinding rumah berderak, tiang rumah patah dan warga mulai berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri. Sejumlah bangunan roboh dan jumlah korban semakin bertambah seiring dengan dilakukan evakuasi. Khususnya di daerah Pidie Jaya dan Bireuen, kerusakan yang terjadi diketahui cukup parah.

1.GEMPA ACEH

Sudah dipahami, Aceh adalah daerah yang dikategorikan sebagai daerah rawan bencana, terutama gampa bumi. Meskipun demikian, masyarakat Aceh percaya bahwa segala sesuatunya, termasuk bencana yang terjadi adalah kehendak dari yang maha Kuasa.

Terjadinya gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya disebabkan karena aktivitas sesar mendatar. Akibatnya goncangan bumi tidak bisa dielakan lagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa sampai saat ini gempa susulan  yang terjadi tercatat sebanyak 25 kali dengan kekuatan di antara 3,3 hingga 4,4 Skala Richter setelah gempa besar dengan kekuatan 6,5 Skala Richter terjadi pada pukul 05.03 WIB.

Gempa Aceh yang terjadi ini termasuk gempa yang memiliki guncangan kuat sehingga menyebabkan bangunan dan rumah warga rusak. Berdasarkan BMKG, potensi gempa susulan masih tetap ada, bahkan akan terus terjadi hingga dua hari ke depan.

Tidak sedikit warga yang kehilangan rumah dan harta bendanya. Kerusakan yang terjadi merata, dengan persentase hampir 30 persen wilayah. Bangunan yang rusak di antaranya rumah penduduk, gedung dan mesjid.

Banyak kisah pilu di balik gempa Aceh selain banyak nyawa yang hilang dan kehilangan harta benda. Inilah sederetan kisah pilu akibat gempa Aceh:

Rintihan Bocah di Balik Reruntuhan

2.GEMPA ACEH

Kisah pilu ini menimpa bocah berusia 4 tahun yang menyentuh hati banyak orang. Bocah yang diketahui bernama Adnan asal Pidie Jaya, Aceh, tidak kuasa menahan sakit dan terbaring lemas di tenda darurat. Baju bocah mungil ini berlumuran darah dan ditangannya terpasang selang infus.

Adnan menjadi korban gempa bumi Aceh. Saat gempa datang, Adnan bersama dengan orangtuanya masih terlelap tidur. Guncangan gempa yang energinya disebut bagaikan bom Hiroshima Jepang tersebut membangunkan seisi rumah. Ketika mereka hendak menyelamatkan diri, tiba-tiba bangunan rumah tempat mereka tinggal ambruk. Ayahnya mengalami patah tulang pinggang. Ia menyelamatkan sang istri dan anak-anak yang lainnya.

Namun, tiba-tiba terdengar rintihan minta tolong di balik reruntuhan yang ternyata suara Adnan si bocah malang tersebut. Warga sekitar yang tahu langsung ikut membantu dan mengevakuasi para korban.

Menjadi Korban Gempa Aceh dan Gagal Menikah

3.GEMPA ACEH

Gempa Aceh menggagalkan pernikahan pasangan kekasih yang akan berlangsung tidak lama dari hari dimana gempa terjadi. Impian Nas (31) bersama dengan kekasih mengikat janji suci dan duduk di pelaminan tidak bisa terwujud karena bencana alam gempa bumi yang terjadi telah merenggut nyawa Nas.

Nas diketahui meninggal dunia karena tertimpa oleh bangunan toko dimana tempat ia tinggal, di pusat pertokoan di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh. Jenazah Nas dievakuasi di bawah reruntuhan bangunan pada pukul 09.30 WIB.

Selain kisah tersebut, masih banyak kisah pilu yang lainnya. Banyak warga yang harus mengungsi dan mengalami trauma, serta luka-luka mulai dari luka ringan hingga luka parah.

x
Rekomendasi Artikel
x
Selamat Datang di KETAHUI.COM

Sebelum Melanjutkan, Klik LIKE, dan dapatkan update info menarik dan unik dari kami via Facebook